POJOKSATU.id - Bank BTPN bersama Yayasan Guru Belajar (YGB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi finansial di kalangan guru melalui program Guru Kreatif Cerdas Finansial (GKCF).

Pada Sabtu (5/10/2024), digelar workshop bertajuk "Pembelajaran Inovatif dan Manajemen Finansial yang Kuat" digelar di SMP Negeri 160 Jakarta, yang menghadirkan tantangan bagi para guru untuk membuat media ajar yang bertujuan mencegah mereka terjebak dalam pinjaman online (pinjol).

Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk respon terhadap kekhawatiran akan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan pribadi di kalangan guru.

Baca Juga: Nama Guru Honorer Ini Tiba-tiba Dihapus dari DAPODIK, Padahal Masih Aktif Mengajar, Operator Sekolah, Kepala Sekolah, PGRI Hingga Dinas Kebingungan

Banyak guru yang terdorong untuk menambah sumber pendapatan melalui karier protean, namun sayangnya tidak diimbangi dengan literasi finansial yang memadai.

Intan Irawati, salah satu peserta workshop, menceritakan pengalamannya mengenai sahabatnya yang terjerat pinjaman online.

"Sekarang saya ditantang membuat media ajar yang dapat membantu sesama guru. Semoga media yang saya buat useful dan efektifitas tinggi agar bisa membantu meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan bagi para penggunanya," jelasnya.

Baca Juga: Sebanyak 6000 Guru Ikut Onboarding WIT 2024, Disebut Jalan HARTA KARUN, Program Ini Bikin Guru Mengubah Dirinya Sendiri, Berdaya Lalu Jadi Inspiring!

Menurut Wuri Oktavia, instruktur dari YGB, masalah keuangan ini sangat memengaruhi kesejahteraan guru.

"Terima kasih untuk Bank BTPN yang mengapresiasi Bapak/Ibu guru dengan memberi beasiswa belajar," ujarnya.

Program ini diharapkan dapat membantu para guru untuk lebih memahami cara mengelola keuangan dengan baik dan tidak lagi terjebak dalam pinjaman yang membebani.

Selain itu, acara tersebut dilengkapi dengan sesi inspiratif dari Ria Farrabila, seorang guru yang aktif di media sosial sebagai konten kreator.

Ia mengajak para guru untuk membagikan praktik baik yang mereka lakukan, termasuk cara mengelola keuangan dan membuat media ajar, agar lebih banyak guru yang terinspirasi mengikuti jejak ini.

Baca Juga: Banyak Terjerat PINJOL, Hanya 10 Persen Guru yang Merasa GAJINYA CUKUP, Ahli Keuangan Ajak Melek Keuangan dan Miliki DANA DARURAT

Dengan adanya program seperti GKCF, diharapkan semakin banyak guru yang mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak lagi terjerat masalah finansial seperti pinjaman online. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.