POJOKSATU.id - Tahap Pelaksanaan Kinerja telah dimulai ditandai dengan melakukan observasi kinerja.
Tapi apakah Anda sudah memahami seperti apa tahap observasi kinerja?
Pada obeservasi kinerja, apa saja yang harus dilakukan guru dan kepala sekolah?
Hal itu pula yang disampaikan Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani melalui akun media sosialnya pada Kamis 8 Januari 2024.
Halo Bpk Ibu guru hebat semuanya. Assalamualikum. Tahap Pelaksanaan Kinerja telah dimulai, namun apakah Bapak dan Ibu Guru sudah memahami apa saja yang perlu dilakukan sebelum observasi kinerja?
Langkah observasi kinerja hadir agar guru dan kepala sekolah bisa mengetahui apa saja hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki selama pembelajaran.
Melalui observasi secara langsung, harapannya upaya tindak lanjut yang akan dilakukan bisa lebih relevan dengan kondisi sebenarnya.
Untuk itu, guru dan kepala sekolah perlu menentukan target, upaya, dan jadwal observasi dalam dokumen persiapan. Agar lebih jelas, mari simak pembahasannya dalam konten berikut ini!
Jika Anda masih punya pertanyaan seputar Pengelolaan Kinerja, temukan jawaban resminya dengan baca petunjuk, panduan teknis, dan informasi penting lainnya melalui tautan https://linktr.ee/pengelolaankinerjapmm
Kanal Bantuan Pengelolaan Kinerja:
Pusat Bantuan di PMM
Telepon ke nomor 177
[email protected]
Linimasa Pengelolaan Kinerja
Dikutip Pojoksatu.id dari Pusat Informasi Guru Kemdikbud, Pengelolaan Kinerja dilakukan dalam dua siklus setiap tahunnya, masing- masing periode 6 bulan.
Pengelolaan Kinerja ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan.
Keuntungan utama adanya dua siklus dalam satu tahun adalah memberikan kesempatan untuk evaluasi berkala, pemantauan, dan peningkatan kinerja, baik bagi guru maupun kepala sekolah.
Keterlibatan pemangku kepentingan tersebut memperkuat implementasi Pengelolaan Kinerja guru dan kepala sekolah sehingga menjadikannya lebih berdampak, dinamis, dan responsif terhadap kualitas pembelajaran selama setahun.
Linimasa Pengelolaan Kinerja guru dan kepala sekolah mencerminkan komitmen untuk memberikan evaluasi secara berkala dan dukungan secara teratur guna mendukung peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Tujuan yang ingin dicapai dari Pengelolaan Kinerja adalah mendukung guru dan kepala sekolah melakukan peningkatan kinerja dengan lebih terfokus pada 1 indikator kinerja yang telah dipilih pada setiap siklusnya.
Adapun detail Siklus Peningkatan Kinerja adalah sebagai berikut:
Diskusi Persiapan: Upaya merumuskan fokus perilaku, upaya mempelajari, dan menentukan jadwal observasi kinerja.
Observasi Kinerja: Observasi Kinerja bertujuan menetapkan batas dasar kinerja (baseline) berdasarkan upaya yang telah dirumuskan pada siklus Diskusi Persiapan antara Guru dan Kepala Sekolah. Observasi kinerja dilakukan bukan untuk melakukan penilaian.
Diskusi Tindak Lanjut: Upaya merefleksikan hasil observasi kinerja dan upaya menentukan tindak lanjut yang akan dilakukan dan kebutuhan dukungan untuk peningkatan kinerja. Diskusi ini juga dilakukan antara Guru dan Kepala Sekolah.
Upaya Tindak Lanjut: Upaya melakukan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan untuk peningkatan kinerja sesuai dengan hasil diskusi tindak lanjut sebelumnya.
Refleksi Tindak Lanjut: Upaya merefleksikan tindak lanjut termasuk identifikasi capaian, tantangan, dan rencana perbaikan.
Memahami Persiapan Obeservasi Kinerja
Seperti yang sudah disinggung di atas, pembahasan kali ini difokuskan pada memahami persiapan observasi kinerja.
Mengapa perlu observasi kelas?
Observasi kelas membantu guru dan kepala sekolah untuk mengevaluasi dan merefleksikan porses pembelajaran di kelas.
Hal ini membuat Pengelolaan Kinerja menjadi lebih efisien.
Ketika melakukan observasi kelas, guru tetap bisa mengajar seperti biasa agar kepala sekolah dapat memahami aspek yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki dalam pembelajaran.
Apa yang perlud dipersiapkan sebelum observasi?
Sebelum memulai observasi, guru perlu berdiskusi bersama kepala sekolah untuk mengisi dokumen persiapan obeservasi di PMM yang meliputi:
1. Target perilaku: Perilaku spesifik yang ingin dipelajari dan ditampilkan saat observasi
2. Upaya mempelajari: Upaya yang akan Anda lakukan untuk mencapai Terget Perilaku yang dipilih
3. Jadwal observasi: Buat janji dengan kepala sekolah antara Februari-Maret 2024. Sepakati dengan kepala sekolah jika ingin mengubah waktu observasi
4. Unggah dokumen: Dokumen pendukung saat mengajar di hari observasi, seperti RPP, modul ajar, atau perangkat asasemen
Itulah informasi persiapan observasi kinerja dan bocoran tips dan trik dari Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani.***




