POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial membawa perubahan besar dalam sistem penerimaan siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026/2027.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya atau sekolah pada umumnya, kini tidak ada lagi pembukaan pendaftaran terbuka bagi masyarakat luas.
Langkah berani ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan tanpa terhalang oleh rumitnya birokrasi pendaftaran mandiri.
Baca Juga: Siap-Siap Dikunjungi Petugas! Kemensos Incar Kategori Anak Seperti Ini untuk Masuk Sekolah Rakyat
Pemerintah menyadari bahwa kelompok masyarakat miskin ekstrem seringkali tertinggal dalam mengakses informasi atau merasa rendah diri untuk datang mendaftar ke lembaga formal.
Oleh karena itu, skema pendaftaran kini diubah menjadi sistem penjangkauan aktif.
Negara, melalui kolaborasi antara pendamping sosial, Dinas Sosial, dan BPS, akan melakukan penyisiran langsung ke kantong-kantong kemiskinan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Bukan Lagi SPPI! Begini Skema Baru Seleksi Nasional KDKMP atau Kopdes, Pendaftaran Dibuka Hari ini!
Fokus utama dari sistem non-pendaftaran ini adalah menjangkau anak-anak di desil 1 dan 2 yang statusnya tidak sekolah atau putus sekolah.
Petugas di lapangan akan melakukan verifikasi langsung, meminta persetujuan orang tua di tempat, dan memastikan calon siswa memenuhi kriteria tanpa ada celah untuk titipan atau praktik KKN.
Dengan menghapus jalur pendaftaran konvensional, pemerintah berharap bisa memotong hambatan akses bagi warga prasejahtera dan secara efektif membantu mereka memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.***




