POJOKSATU.ID - Eh, pernah kepikiran gak sih, kenapa kegiatan seperti KKG, MGMP, K3S, sampai MKKS itu sering banget dijadwalkan hari Sabtu?
Padahal, ya… itu kan akhir pekan, waktunya istirahat. Tapi justru di beberapa daerah, Sabtu malah jadi “hari kumpul” para pendidik.
Hmm, ternyata ada alasannya, lho!
Sebelum lanjut, kita kenalan dulu yuk.
Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Prabowo Dinilai Terancam oleh Proyek di PIK 2, Warga Bersurat ke DPR
KKG (Kelompok Kerja Guru) biasanya untuk guru SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk guru SMP dan SMA, sedangkan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) untuk para kepala sekolah.
Semua ini adalah forum penting untuk diskusi, berbagi pengalaman, hingga peningkatan kompetensi.
Nah, balik lagi ke pertanyaan tadi kenapa Sabtu?
Alasan paling umum, ya karena hari efektif belajar siswa biasanya Senin sampai Jumat.
Baca Juga: Perbedaan Adaptasi Normal vs Kacamata Tidak Cocok, Jangan Salah Mengira Saat Ganti Lensa
Jadi, kalau kegiatan KKG atau MGMP dilakukan di hari kerja, otomatis akan mengganggu proses belajar mengajar di kelas.
Bayangin aja, kalau guru harus meninggalkan kelas demi rapat atau pelatihan, siapa yang ngajar? Wah, bisa kacau jadwal sekolah.
Makanya, Sabtu jadi pilihan paling “aman”. Di hari itu, sebagian sekolah sudah tidak memiliki jam pelajaran penuh, bahkan ada yang libur total.
Jadi, kegiatan komunitas guru bisa dilakukan tanpa mengorbankan waktu belajar siswa.
Oh, masuk akal juga ya!
Selain itu, faktor koordinasi juga jadi pertimbangan. Kegiatan seperti MGMP atau MKKS biasanya melibatkan banyak sekolah dalam satu wilayah.
Menentukan waktu yang pas untuk semua pihak itu gak gampang.
Nah, Sabtu dianggap waktu yang paling fleksibel.
Baca Juga: Peluang Menggulingkan Prabowo dari Kursi Presiden Hampir Nol Persen, Ini Analisa Pengamat
Guru dan kepala sekolah relatif lebih “longgar” dibanding hari kerja biasa yang padat dengan aktivitas.
Eh, tapi bukan berarti semua orang senang, ya.
Ada juga guru yang merasa kegiatan di hari Sabtu itu cukup menguras energi.
Apalagi kalau lokasi pertemuan jauh dari rumah. Waktu istirahat jadi berkurang, bahkan kadang harus tetap berangkat pagi-pagi.
Baca Juga: Hari Ini Jakarta Diprediksi Bakal Turun Hujan, Begini Hasil Pengamatan BMKG
“Waduh, weekend rasa weekday,” begitu kira-kira keluhan yang sering terdengar.
Meski begitu, banyak juga yang melihat sisi positifnya.
Kegiatan seperti KKG dan MGMP ini sebenarnya jadi ruang penting untuk pengembangan diri.
Di sinilah guru bisa belajar metode pembelajaran baru, berbagi strategi mengajar, hingga diskusi soal kurikulum terbaru.
Bahkan, gak jarang kegiatan ini jadi ajang “curhat profesional” antar guru.
Jadi, selain serius, suasananya juga bisa santai dan penuh keakraban.
Nah, loh… jadi ada sisi serunya juga, kan?
Dari sisi kebijakan, memang belum ada aturan baku yang mewajibkan kegiatan ini harus di hari Sabtu.
Penjadwalan biasanya disepakati oleh masing-masing kelompok atau wilayah, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan.
Baca Juga: Viral Jakarta Gelap Mendadak! MRT Lumpuh Total, Penumpang Sempat Terjebak di Dalam Kereta
Namun, karena alasan praktis dan efisiensi, Sabtu akhirnya jadi pilihan yang paling sering digunakan.
Di era sekarang, beberapa daerah bahkan mulai mencoba alternatif lain, seperti pertemuan daring atau hybrid.
Jadi, kegiatan tetap berjalan tanpa harus selalu mengorbankan waktu akhir pekan.
Tapi ya, lagi-lagi, semua tergantung kesepakatan bersama.
Intinya, penjadwalan KKG, MGMP, K3S, dan MKKS di hari Sabtu bukan tanpa alasan.
Ini adalah bentuk kompromi antara kebutuhan peningkatan kompetensi guru dan kewajiban mengajar di kelas.
Meski kadang terasa berat, tapi tujuan utamanya tetap untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Hmm, kalau dipikir-pikir, pengorbanan kecil di hari Sabtu bisa berdampak besar untuk masa depan siswa.
Setuju gak?***




