POJOKSATU.ID — Para guru PPPK dan guru honorer di berbagai daerah berencana memberikan kado terindah kepada Presiden Prabowo Subianto pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025.
Kabar ini diberitakan oleh salah satu media dalam artikelnya yang menyoroti bagaimana komunitas guru ingin menyampaikan apresiasi.
Sekaligus aspirasi langsung kepada Presiden atas perhatian yang telah diberikan pemerintah terhadap nasib tenaga pendidik.
Menurut laporannya, kado yang dimaksud bukan sekadar simbol perayaan, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas sejumlah kebijakan pemerintah.
Yang dianggap memberi dampak positif bagi guru PPPK dan honorer selama setahun terakhir.
Bentuk Apresiasi dan Aspirasi Guru pada HGN 2025
JPNN menulis bahwa puncak HGN 2025 akan menjadi momentum besar bagi guru honorer dan PPPK untuk menyampaikan pesan moral kepada Presiden.
Kado terindah yang mereka siapkan tidak hanya berupa penghargaan simbolik, tetapi juga berisi harapan agar pemerintah terus melanjutkan agenda kesejahteraan guru.
Para perwakilan guru menyampaikan bahwa kepedulian pemerintah terhadap guru PPPK dan honorer selama ini memberi ruang optimisme baru.
Baca Juga: Viral! ART Curi 5 Keping Emas, Dijual COD Super Murah, Majikan Sampai Tepok Jidat
Mereka ingin menunjukkan bahwa perhatian tersebut telah dirasakan dan diapresiasi secara langsung oleh para pendidik.
Yang Dianggap sebagai Kado Pemerintah bagi Guru
Dalam artikel media tersebut, sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai penting bagi guru PPPK dan honorer antara lain:
1. Peningkatan insentif dan dukungan kesejahteraan bagi guru
Pemerintah dianggap mulai memberikan perhatian lebih terhadap insentif yang diterima guru, baik bagi PPPK maupun honorer.
2. Pengakuan dan perlindungan terhadap guru honorer dan PPPK
Kebijakan yang lebih jelas terkait status guru PPPK dinilai sebagai bentuk pengakuan negara terhadap para pendidik yang selama ini berada dalam ketidakpastian.
Baca Juga: Revisi UU ASN Buka Jalan Baru, ASN Daerah Kini Punya Peluang Jadi Pejabat Pusat
3. Program-program pemerintah untuk peningkatan kompetensi guru
Guru menilai bahwa pemerintah menunjukkan komitmen melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas.
4. Langkah awal penataan status kepegawaian guru
Meskipun belum sepenuhnya tuntas, guru melihat adanya langkah-langkah reformasi menuju kepastian status dan peningkatan harkat profesi guru.
Para guru menganggap kebijakan-kebijakan tersebut sebagai hadiah nyata dari pemerintah, sehingga pada HGN 2025 mereka ingin membalas dengan kado berupa dukungan moral.
Makna Kado untuk Presiden, Kekaguman dan Harapan
Menurut media tersebut, perwakilan guru menyatakan bahwa kado ini merupakan:
1. Ungkapan penghargaan atas perhatian pemerintahan baru terhadap guru PPPK dan honorer.
2. Bentuk terima kasih kepada Presiden atas langkah-langkah nyata dalam mendukung guru.
3. Aspirasi agar reformasi pendidikan terus berlanjut, terutama dalam hal kesejahteraan dan status kepegawaian.
Guru PPPK dan honorer berharap pemerintah terus memperhatikan isu-isu penting seperti:
- Peningkatan tunjangan
- Penyetaraan hak kerja dan perlindungan
- Perbaikan mekanisme seleksi dan penataan jabatan
- Serta keadilan dalam sistem kepegawaian nasional
Momentum HGN 2025 menjadi panggung untuk mempertegas bahwa guru tetap menjadi tulang punggung pendidikan nasional dan pemerintah perlu menjaga komitmen pada keberlanjutan program.
Konteks Sosial, Harapan Guru Masih Belum Selesai
Meski ada apresiasi besar dari para guru, media juga menunjukkan bahwa sebagian guru PPPK dan honorer masih berharap pemerintah melanjutkan pembenahan lebih mendalam.
Baca Juga: Perjalanan Fida Pangesti ke Austria, Gabungkan Tata Bahasa Indonesia dan AI dalam Riset Doktoral
Di antaranya:
1. Kepastian status jangka panjang
2. Peningkatan skema penggajian
3. Perlindungan karier yang lebih kuat
Kado terindah bukan berarti semua masalah selesai tetapi tanda bahwa guru percaya pemerintah berada di arah yang benar.
Rencana guru PPPK dan honorer memberikan kado terindah kepada Presiden di puncak HGN 2025 menjadi simbol hubungan baru antara pemerintah dan tenaga pendidik.
Para guru menunjukkan apresiasi atas kebijakan yang telah berjalan, sekaligus membawa harapan bahwa kesejahteraan dan pengakuan profesi guru akan terus ditingkatkan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa masa depan pendidikan nasional sangat bergantung pada keberpihakan pemerintah terhadap para pendidik baik PPPK maupun honorer.***




