POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Menanggapi isu adanya oknum mengutip kisaran Rp 25 hingga Rp 40 juta dengan dasar penempatan bagi guru PPPK Madina 2024 yang lulus, disikapi Madina Care.
Madina Care meminta Bupati Mandailing Natal (Madina) Jafar Sukhairi Nasution bersikap tegas dan melindungi guru yang lulus dalam seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) 2024.
"Masih hangat dalam ingatan, setahun lalu. Jangan mau dibodoh-bodohi oknum. Karena itu, selain Kadisdik, Bupati juga harus tegas dan tampil untuk mengintruksikan Kadisdik mengungkap adanya hal ini," jelas Founder Madina Care, Wadih Al-Rasyid Nasution, Rabu (15/01/2028).
Baca Juga: Kritik Pedas Hotman Paris Soal Pernyataan Razman Nasution Ingin Adopsi Lolly
Menurutnya, juknis penempatan guru-guru PPPK sesuai dengan formasi dan nomor data pokok pendidikan (Dapodik) dari guru-guru yang lulus PPPK 2024.
Sehingga baik Dinas Pendidikan Madina maupun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Madina tidak punya hak atau andil menentukan seorang guru ditempatkan dimana.
"Kita cerita pengalaman tahun 2023. Rata-rata penempatan guru berdasarkan dapodik. Sehingga Disdik dan BKPSDM pun tidak ada hal untuk menentukan penempatan guru-guru itu," ungkapnya.
Wadih awalnya mengapresiasi langkah Pemkab Madina yang sukses melaksanakan seleksi PPPK 2024 tanpa suap.
Namun dengan adanya isu pengutipan bagi PPPK yang lulus, dia meminta Bupati Madina bersikap.
"Awalnya saya dan kawan-kawan di Madina Care apresiasi keberhasilan ini. Namun, ternyata ada oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan. Kami minta Bupati harus tegas dan perintahkan Kadisdik bongkar permainan kotor ini, " tegasnya.
Sebelumnya diberitakan ada beberapa guru PPPK 2024 Madina yang dimintai sejumlah uang agar bisa ditempatkan di sekolah tempat mereka mengajar sebelumnya.
Namun, mereka diberikan waktu kurang lebih sekitar 5 hari untuk memenuhi permintaan uang ini.***




