POJOKSATU.ID — Menjelang tutup tahun 2025, distribusi bantuan pangan dari Bulog melalui skema bantuan pemerintah kembali digencarkan.
Beras subsidi dan paket pangan mulai digulirkan ke sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.
Program ini bertujuan meringankan beban warga kurang mampu dan menjaga ketahanan pangan, terutama menjelang musim libur dan akhir tahun.
Berdasarkan laporan terbaru, beberapa wilayah di Jawa Barat telah melakukan penyaluran baik di tingkat kabupaten maupun kota melalui cabang lokal Bulog.
Baca Juga: Proyek Jalur KA DJKA Jadi Sorotan Dua Saksi Baru Diperiksa, 18 Tersangka Sudah Ditetapkan
Berikut sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat di mana bantuan pangan telah dibagikan:
Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok melalui cabang Bulog Bogor, tercatat ada 450.243 penerima yang menerima paket bantuan pangan, meliputi beras dan minyak goreng.
Kota Bandung, distribusi bantuan pangan baru saja dimulai pada periode akhir 2025 (Oktober–November), sebagai bagian dari penyaluran resmi Bulog di wilayah Bandung Raya.
Kabupaten Indramayu, Bulog Indramayu memastikan kualitas beras bantuan sebelum disalurkan ke penerima di wilayah tersebut.
Baca Juga: Nama Tidak Muncul di Data Bank Penyalur? Ini Cara Ajukan Sanggahan Resmi bagi KPM Bansos
Selain itu, dalam laporan resmi mengenai bantuan pangan nasional.
Disebut bahwa paket bantuan pangan termasuk beras 20 kg + minyak goreng 4 liter disalurkan juga sebagai bagian dari program bantuan sosial di banyak wilayah Jawa Barat sejak November 2025.
Artinya, setidaknya pada akhir 2025 sejumlah wilayah di Jabar telah mendapat giliran distribusi bantuan pangan dari Bulog menyediakan akses pangan dasar bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga: Dana Bansos Tertahan di Bank Penyalur? Ini Prosedur Pengaduan Resmi agar Cepat Diproses
Daerah di Jawa Barat yang sudah menerima bantuan pangan Bulog pada bulan Desember 2025 antara lain:
- Kabupaten Bandung
- Kota Bandung
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Bandung Barat
- Kota Bekasi
- Kabupaten Purwakarta
- Kota Bogor
Penyaluran bantuan pangan ini berupa beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disalurkan oleh Bulog Jawa Barat untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan sekitar 10-20 kilogram beras dengan Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
Penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk pengecer pasar rakyat dan koperasi desa, dengan dukungan pemerintah daerah untuk pengawasan dan distribusi tepat sasaran.
Program bantuan pangan Bulog biasanya mencakup beras medium (biasanya 5-10 kg per penerima/paket) dan terkadang minyak goreng.
Baca Juga: Telkom Perkuat Dukungan Digitalisasi Pembelajaran Usai Program Nasional Diresmikan
Atau melalui paket khusus bagi keluarga penerima manfaat.
Di Bandung misalnya, paket awal dibagikan sebagai bentuk bantuan pangan untuk wilayah urban.
Penyaluran ini membantu menjaga stabilitas harga di pasar dan memastikan masyarakat kurang mampu tetap bisa mendapat kebutuhan pokok.
Terutama di masa inflasi atau kenaikan harga bahan pokok menjelang akhir tahun.
Baca Juga: Sudah Terdaftar di SK Penerima, Tapi Rekening Kosong? Begini Penjelasan Pencairan Bansos 2025
Dengan adanya bantuan pangan Bulog, beban pengeluaran rumah tangga bisa sedikit tereduksi memberi ruang untuk kebutuhan lain seperti pendidikan anak, kesehatan, atau persiapan akhir tahun.
Cek daftar penerima resmi di tingkat desa/kelurahan atau melalui Kementerian Sosial / instansi terkait sebelum datang mengambil bantuan. Ini penting agar bantuan tepat sasaran.
Gunakan bantuan sesuai kebutuhan pokok beras dan minyak dari Bulog ditujukan sebagai kebutuhan dasar agar distribusi adil dan tidak disalahgunakan.
Pantau jadwal distribusi lokal karena penyaluran bisa berbeda antar wilayah, tergantung logistik dan koordinasi cabang Bulog.***




