POJOKSATU.id — Membaca buku terbukti menyehatkan mental dan meningkatkan empati, menurut penelitian Universitas Melbourne.
Namun, posisi Indonesia dalam budaya membaca ternyata cukup mengejutkan.
Peneliti Jane Fry menyebut membaca dapat mengurangi stres seefektif yoga, bahkan digunakan sebagai terapi depresi melalui metode biblioterapi.
Baca Juga: Kemenag Umumkan Finalis Pesantren Award 2025, Siapa Saja yang Masuk Daftar 10 Besar?
Ia menambahkan, orang gemar membaca biasanya memiliki rasa ingin tahu tinggi, haus pengetahuan, dan pemahaman yang luas.
Hasil Survei CEOWORLD
Majalah CEOWORLD merilis survei global pada 2024 terhadap pembaca di 102 negara dengan lebih dari 6,5 juta wawancara eksklusif.
Hasilnya, orang Amerika paling rajin membaca dengan rata-rata 17 buku per tahun.
Baca Juga: Daftar Sekarang! Beasiswa MDJ 2025 Buka Pendaftaran hingga 30 September
Peringkat kedua ditempati India dengan 16 buku, mengungguli sejumlah negara Eropa yang dikenal memiliki budaya literasi kuat.
Eropa diwakili UK, Prancis, Italia, Rusia, hingga Spanyol, disusul Australia yang masuk top 8 dunia.
Asia Paling Rajin Baca Buku
Berikut daftar 10 negara di Asia dengan penduduk paling rajin membaca buku versi CEOWORLD:
Baca Juga: Kadisdik Bantah Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot Gegara Tegur Anak Wali Kota
1. India — 16 buku, 352 jam
2. Taiwan — 6,83 buku, 157 jam
3. Singapura — 6,72 buku, 155 jam
4. Hong Kong — 6,66 buku, 155 jam
5. China — 6,61 buku, 154 jam
Baca Juga: Ingin Dapat Rp6 Juta Setahun? Daftar Beasiswa Masa Depan Jakarta 2025 Sekarang!
6. Israel — 6,42 buku, 149 jam
7. Thailand — 6,37 buku, 149 jam
8. Iran — 6,36 buku, 149 jam
9. Jepang — 6,2 buku, 135 jam
10. Turki — 6,05 buku, 130 jam
Posisi Indonesia
Indonesia tidak masuk daftar 10 besar Asia. Rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca 5,91 buku per tahun dengan durasi sekitar 120 jam.
Temuan ini menjadi pengingat penting akan tantangan literasi nasional dan perlunya meningkatkan budaya baca di kalangan generasi muda.***




