POJOKSATU.id - Pernah terpikir berapa banyak uang yang sebenarnya dibutuhkan saat pensiun nanti?
Banyak orang baru sadar pentingnya dana pensiun setelah gaji bulanan berhenti mengalir.
Padahal, masa pensiun bukan sekadar waktu istirahat setelah bekerja bertahun-tahun, tapi juga ujian sejauh mana kita bisa mengelola keuangan dengan bijak.
Kini, di tengah kenaikan harga dan biaya hidup yang makin tinggi, wajar kalau banyak orang mulai bertanya “Berapa sih dana pensiun ideal di tahun 2025?
Baca Juga: Panduan Lengkap PPG Calon Guru 2025: Tahapan, Persyaratan, dan Tips Lolos Seleksi
Sebelum terlambat, yuk pahami cara menghitung kebutuhan pensiun secara realistis agar masa tua tetap tenang, bukan penuh kekhawatiran.
Mengapa Dana Pensiun Penting Sejak Dini
Banyak pekerja muda merasa topik pensiun masih jauh, padahal waktu berjalan cepat.
Baca Juga: Projo Tinggalkan Logo Wajah Jokowi, Arah Baru Ditetapkan, Sudah tak Lagi Pro Jokowi
Menurut data OJK dan Kemenkeu, hanya sekitar 13 persen masyarakat Indonesia yang memiliki perencanaan pensiun formal.
Artinya, sebagian besar masih bergantung pada gaji terakhir, pesangon, atau bantuan anak.
Masalahnya, biaya hidup terus naik setiap tahun. Inflasi, kebutuhan kesehatan, hingga gaya hidup pasca pensiun sering kali tak terhitung dengan baik.
Baca Juga: Onad Ditangkap Narkoba dan Polisi Sebut Korban, Netizen Balik Bongkar Janji 'Tobat' Lama
Akibatnya, banyak pensiunan terpaksa bekerja lagi atau membuka usaha kecil demi bertahan.
Merencanakan dana pensiun sejak dini bukan berarti pesimis, justru langkah realistis agar hidup tenang di masa depan.
Ibarat menabung waktu, semakin cepat dimulai, semakin ringan bebannya.
Cara Hitung Dana Pensiun Ideal di 2025
Ada banyak cara menghitung dana pensiun, tapi rumus paling sederhana yang bisa kamu pakai adalah:
Kebutuhan pensiun per tahun = (70% × Pengeluaran per tahun saat ini) × Lama masa pensiun
Misalnya, pengeluaran kamu saat ini Rp10 juta per bulan atau Rp120 juta per tahun.
Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat
Maka, kebutuhan pensiun per tahun sekitar Rp84 juta.
Jika kamu ingin menikmati masa pensiun selama 20 tahun, berarti dana ideal yang perlu dipersiapkan sekitar Rp1,68 miliar.
Namun, angka ini belum termasuk inflasi tahunan sekitar 4–5%.
Baca Juga: CFD Tegar Beriman Kembali Hadir, UMKM Siap Buka Lapak! Ini Ketentuannya
Jika dihitung dengan kenaikan biaya hidup, kebutuhan itu bisa mencapai lebih dari Rp2 miliar di masa depan.
Tapi tenang, kamu tak perlu punya semuanya sekaligus.
Dengan investasi terencana, seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), reksa dana pensiun, atau tabungan jangka panjang, target itu bisa dicapai perlahan sesuai kemampuan.
Jangan Hanya Mengandalkan Pemerintah
Salah satu kesalahan umum adalah terlalu bergantung pada gaji pensiun ASN atau BPJS Ketenagakerjaan.
Faktanya, besaran gaji pensiun rata-rata hanya 40–60 persen dari gaji terakhir, belum tentu cukup untuk menutupi semua kebutuhan, apalagi biaya kesehatan.
Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat
Maka, penting untuk punya sumber pendapatan tambahan seperti:
1. Investasi (reksa dana, saham, emas, properti)
2. Asuransi jiwa & kesehatan agar tidak menggerus tabungan
3. Usaha kecil yang tetap produktif walau tak terlalu berat
Baca Juga: Wujudkan SDM Unggul 2045, LLDikti VII Genjot Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Kampus di Jatim
Pensiun bukan berarti berhenti bekerja, melainkan bekerja lebih bijak, dengan waktu lebih santai tapi tetap menghasilkan.
Tantangan Pensiunan di Era Digital
Era digital membawa kemudahan, tapi juga tantangan baru.
Banyak pensiunan merasa “tertinggal” karena tak terbiasa dengan teknologi.
Padahal, banyak peluang penghasilan digital yang bisa diakses, dari jualan online, menjadi mentor, hingga menulis pengalaman hidup di blog pribadi.
Selain itu, biaya hidup digital seperti pulsa, langganan internet, atau transaksi online juga perlu diperhitungkan dalam rencana pensiun.
Tak kalah penting, generasi sandwich, mereka yang menanggung orang tua dan anak, makin banyak.
Artinya, dana pensiun harus direncanakan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga yang masih bergantung secara finansial.
Tips Menyiapkan Dana Pensiun
Agar tak bingung, berikut langkah realistis yang bisa kamu mulai hari ini:
1. Hitung kebutuhan bulanan dan proyeksi inflasi.
2. Tentukan target usia pensiun (biasanya 55–60 tahun).
3. Alokasikan minimal 10–15% gaji bulanan untuk tabungan pensiun.
4. Gunakan instrumen investasi jangka panjang.
Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Perbedaan Data Keuangan Pemda dan Pusat
5. Perbarui rencana setiap tahun sesuai kondisi ekonomi.
Jangan menunggu “uang lebih” baru menabung pensiun.
Justru menabunglah dulu, baru sesuaikan gaya hidup.
Hidup Tenang Dimulai dari Perencanaan
Pensiun bukan akhir dari produktivitas, tapi awal dari kebebasan waktu.
Namun kebebasan itu hanya bisa dirasakan bila kita punya ketenangan finansial.
Baca Juga: Rp13 Triliun Disiapkan, Tapi Belum Cair, Begini Fakta TPG TW3 Tahun 2025
Mulailah menghitung, menabung, dan berinvestasi sejak sekarang.
Karena masa depan yang tenang bukan soal seberapa besar gaji, tapi seberapa bijak kita mempersiapkannya.***




