POJOKSATU.id - Mengelola usaha puyuh petelur tidak hanya bergantung pada pemberian pakan dan pemanenan telur.
Di balik tingginya produktivitas, terdapat manajemen pemeliharaan, pengendalian kesehatan ternak, hingga strategi pemasaran yang harus dijalankan secara konsisten.
Pemahaman tersebut diperoleh peserta Sekolah Komoditas Unggas saat mengikuti kunjungan lapang ke peternakan puyuh milik Bapak Djadja pada Minggu (28/6) lalu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung penerapan budidaya puyuh petelur yang telah berjalan dengan baik.
Selama kunjungan, peserta mengamati berbagai tahapan budidaya, mulai dari sistem pemeliharaan, pemberian pakan, hingga proses panen telur yang dilakukan di lokasi peternakan.
Peserta Belajar Manajemen Budidaya Puyuh Petelur
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Djadja membagikan pengalaman mengembangkan usaha puyuh petelur.
Baca Juga: Perut Kembung Tak Selalu Karena Masuk Angin, Kenali 9 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh jumlah populasi ternak, tetapi juga konsistensi dalam menerapkan manajemen pemeliharaan.
"Beternak puyuh membutuhkan kedisiplinan. Mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga pengelolaan air minum harus dilakukan secara rutin agar produktivitas tetap terjaga.
Ketika manajemen dijalankan dengan baik, hasil produksi pun akan mengikuti," jelasnya.
Baca Juga: Tangan Sering Berkeringat Padahal Tak Kepanasan? Bisa Jadi Tanda Hiperhidrosis, Kenali Penyebabnya
Peserta juga mendapatkan materi mengenai penyusunan ransum pakan, pemenuhan kebutuhan nutrisi puyuh sesuai fase produksi, serta pemanfaatan probiotik sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi telur.
Selain aspek budidaya, narasumber turut membahas penanganan pascapanen dan strategi pemasaran sebagai bagian penting dalam membangun usaha peternakan yang berkelanjutan.
Praktik Panen hingga Penanganan Pascapanen Telur Puyuh
Menurut Bapak Djadja, kualitas produk harus menjadi perhatian utama agar mampu bersaing di pasar.
"Produksi yang banyak saja tidak cukup. Telur harus dipanen dengan baik, disortir, ditangani secara hati-hati, dan dipasarkan dalam kondisi yang tetap berkualitas. Di situlah kepercayaan konsumen dibangun," ujarnya.
Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak terlibat langsung dalam kegiatan operasional peternakan.
Mereka mengamati sistem penyediaan air minum otomatis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ternak secara efisien, sekaligus meminimalkan risiko kekurangan air dan menjaga kebersihan kandang.
Pengalaman praktik berlanjut dengan proses pemanenan telur puyuh.
Peserta mempelajari teknik pengambilan telur yang benar, penanganan setelah panen, hingga penyortiran sebelum produk dipasarkan.
Aktivitas ini memberikan gambaran nyata mengenai alur kerja peternakan puyuh petelur sekaligus memperlihatkan pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan produksi.
Baca Juga: Farhan Apresiasi Progres BRT Bandung, Kini Soroti Kepastian Model Bisnis Operator
Pembelajaran berbasis praktik ini memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan usaha puyuh petelur dari hulu hingga hilir.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha unggas di daerah masing-masing sekaligus mendorong lahirnya wirausaha peternakan yang produktif, adaptif, dan berdaya saing. ***




