POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menegaskan bahwa seleksi CPNS khusus AMOR yang digelar pada 2025 akan menggunakan mekanisme afirmasi.

Dengan kuota terbesar untuk masyarakat adat Amungme dan Kamoro.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri asli Mimika untuk masuk dalam birokrasi pemerintahan.

Baca Juga: Bogor Diguyur Hujan Angin, Pohon Tumbang dan Baliho Ambruk: BPBD Turun ke Lokasi

Setidaknya 80 persen dari total formasi akan diberikan secara khusus kepada anak-anak Amungme–Kamoro.

Sementara 20 persen diperuntukkan bagi putra-putri asli daerah yang lahir dan besar di Timika.

Mekanisme seleksi ini sudah disepakati bersama pemerintah pusat, dan saat ini tengah difinalisasi melalui Peraturan Bupati (Perbup).

Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan bahwa kebijakan afirmasi tersebut merupakan komitmen daerah dalam memperjuangkan keterwakilan orang asli Papua (OAP) di sektor pemerintahan.

Baca Juga: 219 Formasi CPNS Khusus AMOR Dibuka! 600 Peserta Berebut Kursi, Bupati Minta Siapkan Diri Jelang Tes

Situasi ini membuat calon peserta mulai mencari informasi resmi mengenai mekanisme seleksi dan ketentuan afirmasi CPNS AMOR.


Kuota Afirmasi 80%, Siapa Saja yang Berhak Mengikuti Seleksi?

Kuota afirmasi 80 persen diberikan kepada peserta yang dapat membuktikan diri sebagai bagian dari komunitas Amungme dan Kamoro.

Melalui dokumen resmi seperti identitas kependudukan, surat keterangan adat, dan verifikasi dari instansi terkait.

Baca Juga: Baterai Tanpa Dicharge? Inovasi Pendiri Bobibos Disebut Bisa Guncang Industri Mobil Listrik Dunia

Langkah ini dilakukan untuk memastikan afirmasi tepat sasaran.

Sementara itu, kuota 20 persen diberikan kepada warga non-Amungme/Kamoro yang lahir dan besar di Mimika.

Pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak daerah tetap memiliki kesempatan bersaing meskipun prioritas utama tetap untuk masyarakat adat.

Kebijakan afirmasi ini bukan hanya merupakan langkah politis, tetapi juga bagian dari upaya memastikan bahwa birokrasi di Mimika memiliki representasi lokal yang kuat.

Baca Juga: Sembako Bersubsidi KJP Pasar Jaya November - Desember 2025, Begini Cara Daftar Antrean Online Lewat HP


Mekanisme Seleksi, Tetap Ikuti Standar Nasional dengan Sistem CAT

Meski diberikan afirmasi, seleksi CPNS AMOR tetap akan menggunakan mekanisme nasional yang ditetapkan BKN dan KemenPAN-RB.

Proses seleksi terdiri dari:

1. Seleksi Administrasi

Peserta wajib melengkapi dokumen identitas, pendidikan, dan bukti keanggotaan komunitas adat bagi kuota afirmasi 80 persen.

2. Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan CAT

Menggunakan tiga komponen utama:

Baca Juga: Rahasia di Balik Pentingnya Video Praktik Pembelajaran dalam UKPPPG, Banyak Guru Belum Tahu!

- Tes Intelegensia Umum (TIU)

- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

3. Afirmasi Nilai

Peserta dari komunitas Amungme dan Kamoro dapat menerima tambahan bobot afirmasi sesuai ketentuan Perbup yang sedang difinalisasi.

4. Pengumuman Kelulusan

Kelulusan akan tetap mengikuti prinsip merit, namun afirmasi menjadi pertimbangan tambahan dalam penentuan perangkingan.


Regulasi Segera Disahkan, Peserta Diminta Tidak Menunggu

Pemerintah daerah menegaskan bahwa penyusunan Perbup kini memasuki tahap akhir.

Meskipun regulasi belum diumumkan, Bupati Mimika meminta peserta untuk tidak menunggu hingga pengumuman resmi baru memulai persiapan.

Baca Juga: Inilah Daftar RUU yang Hobi Bikin Rakyat Turun ke Jalan! Dari Melemahkan KPK Sampai Menguji Kesabaran Publik

Ia menilai bahwa tingginya jumlah peserta yang diperkirakan mencapai lebih dari 600 orang menuntut calon peserta menyiapkan diri sejak awal.

Karena kuota terbatas dan materi tes bersifat standar nasional, persiapan akademik tetap menjadi faktor utama.

Mekanisme seleksi CPNS AMOR 2025 dengan afirmasi 80 persen menjadi langkah nyata pemerintah Mimika menghadirkan representasi masyarakat adat dalam struktur pemerintahan.

Baca Juga: Rahasia Validasi Data Info GTK yang Sering Membuat TPG Tertunda, Guru Wajib Tahu!

Dengan formasi yang terbatas dan jumlah peserta mencapai ratusan, persiapan menjadi kunci utama bagi siapa pun yang ingin lolos dalam seleksi afirmasi ini.***