POJOKSATU.id - Apakah kamu pernah memperhatikan bahwa di sekitarmu terdapat perbedaan kedudukan dan peran antar individu dalam masyarakat?

Fenomena ini dalam dalam ilmu sosial disebut sebagai stratifikasi sosial. Mari kita pelajari lebih dalam tentang konsep penting ini!

Apa itu Stratifikasi Sosial? Stratifikasi sosial berasal dari bahasa Yunani "stratum" yang berarti lapisan atau tingkatan dan "socius" yang berarti masyarakat.

Secara sederhana, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarki).

Baca Juga: Memahami Hukum Permintaan dan Penawaran IPS SMA Kelas 10: Konsep Dasar Ekonomi Beserta Contoh Soal dan Pembahasannya

Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial merupakan pembagian masyarakat ke dalam lapisan-lapisan berdasarkan kriteria tertentu yang dihargai dalam masyarakat tersebut.


Dasar atau Kriteria Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dihargai dalam masyarakat. Berikut beberapa kriteria yang menentukan penghargaan terhadap individu.

1. Kekayaan (Ekonomi)

Baca Juga: Kupas Tuntas IPA SMA Kelas 10: Contoh Soal dan Pembahasan Klasifikasi Makhluk Hidup

Kriteria ini berkaitan dengan kepemilikan properti dan aset yang menentukan posisi sosial. Contohnya, orang yang mampu membeli tiket VIP konser mendapat perlakuan istimewa.

2. Kekuasaan (Jabatan)

Kategori ini berkaitan dengan kemampuan seseorang mempengaruhi orang lain. Misalnya kepala desa, camat, atau bupati yang memiliki wewenang untuk memimpin.

3. Kehormatan

Orang yang berjasa biasanya disegani dan mendapat kehormatan dalam masyarakat, seperti penerima gelar adat.

4. Ilmu Pengetahuan (Pendidikan)

Tingkat pendidikan menentukan posisi sosial. Contohnya, untuk menjadi dosen diperlukan pendidikan minimal S-2.


Jenis-jenis Stratifikasi Sosial

Menurut Soekanto, terdapat tiga sifat sistem lapisan sosial dalam masyarakat sebagai berikut.

Baca Juga: 12 Prinsip Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan: Panduan Kegiatan IPA SMA Kelas 10

1. Stratifikasi Sosial Terbuka

Sistem ini memberikan kesempatan bagi individu untuk naik atau turun kelas sosial berdasarkan kemampuan dan usahanya. Contohnya terjadi pada masyarakat demokratis dan meritokrasi.

2. Stratifikasi Sosial Tertutup

Sistem ini membatasi pergerakan status sosial individu. Status sosial ditentukan oleh keturunan, seperti pada masyarakat yang menganut sistem kasta dan feodal.

3. Stratifikasi Sosial Campuran

Baca Juga: Makin Paham IPA SMA Kelas 10: Ketahui Aktivitas Manusia Penyebab Perubahan Iklim

Gabungan antara stratifikasi terbuka dan tertutup, di mana beberapa aspek memungkinkan mobilitas sosial namun aspek lain membatasinya.


Kelas Sosial dalam Masyarakat

Kelas sosial merujuk pada kedudukan individu dalam suatu lapisan tertentu. Piramida kelas sosial umumnya terdiri tiga kelas.

1. Kelas Bawah (Lower Class) - Jumlahnya paling banyak

2. Kelas Menengah (Middle Class)

3. Kelas Atas (Upper Class) - Jumlahnya paling sedikit

Hubungan Stratifikasi dengan Status dan Peran Sosial

Status sosial adalah posisi individu dalam kelompok sosial, sedangkan peran sosial adalah aspek dinamis dari kedudukan tersebut.

Keduanya saling berkaitan dengan mekanisme berikut:

1. Status Sosial dapat diperoleh melalui:

Baca Juga: Dari Teori ke Aplikasi, Ternyata Begini Cara Belajar Energi Terbarukan di MatPel IPA SMA Kelas 10

a. Ascribed status - Diperoleh melalui keturunan (seperti gelar bangsawan)

b. Achieved status - Diperoleh melalui usaha (seperti jabatan dokter)

c. Assigned status - Diperoleh karena penghargaan dari masyarakat (seperti gelar pahlawan)

2. Peran Sosial, yang merupakan perilaku yang diharapkan dari seseorang berdasarkan status yang dimilikinya. Misalnya, seorang ketua OSIS diharapkan memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan.


Mobilitas Sosial: Perubahan Status dalam Masyarakat

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial yang dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu vertikal dan horizontal.

Baca Juga: Contoh Soal Studi Kasus dan Analisis Data Kimia Hijau IPA SMA Kelas 10: Panduan Lengkap dengan Pembahasan

1. Mobilitas Vertikal - Perpindahan status yang tidak sederajat

- Social climbing: Perpindahan ke status yang lebih tinggi

- Social sinking: Perpindahan ke status yang lebih rendah

2. Mobilitas Horizontal - Perpindahan status yang sederajat

Mobilitas sosial dapat terjadi melalui berbagai saluran seperti pendidikan, angkatan bersenjata, lembaga keagamaan, organisasi politik, ekonomi, keahlian, dan pernikahan.

Stratifikasi sosial merupakan realitas yang ada dalam setiap masyarakat. Dengan memahami konsep ini, kita dapat lebih mengerti dinamika sosial di sekitar kita dan bagaimana individu dapat bergerak dalam struktur sosial.

Sebagai siswa, pendidikan adalah salah satu saluran mobilitas sosial paling penting yang dapat meningkatkan status sosial di masa depan.

Untuk lebih memahami konsep stratifikasi sosial, mari kita pelajari contoh soal dan pembahasannya berikut.


Soal 1

Dalam masyarakat Indonesia, terdapat fenomena anak seorang buruh tani yang berhasil menjadi dokter spesialis setelah menyelesaikan pendidikan di fakultas kedokteran. Fenomena tersebut termasuk dalam ....

 

A. Mobilitas sosial horizontal

B. Mobilitas sosial vertikal naik

C. Stratifikasi sosial tertutup

D. Mobilitas sosial vertikal turun

E. Konflik status sosial

Pembahasan:

 

Fenomena tersebut menunjukkan perubahan status sosial seseorang dari kelas sosial rendah (anak buruh tani) menjadi status sosial yang lebih tinggi (dokter spesialis) melalui saluran pendidikan. Hal ini termasuk perpindahan status sosial yang tidak sederajat ke arah yang lebih tinggi.

Jawaban: B

Soal 2

Perhatikan pernyataan berikut:

1. Gelar kebangsawanan seperti Raden Mas

2. Jabatan kepala sekolah

3. Gelar pahlawan nasional

 

4. Jabatan ketua RT

Berdasarkan cara memperolehnya, yang termasuk achieved status adalah ....

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 3

 

D. 2 dan 4

E. 3 dan 4

Pembahasan:

Achieved status adalah kedudukan yang diperoleh melalui usaha yang disengaja. Kepala sekolah dan ketua RT merupakan jabatan yang diperoleh melalui usaha atau proses tertentu, bukan karena keturunan (ascribed status) seperti gelar kebangsawanan atau penghargaan khusus (assigned status) seperti gelar pahlawan nasional.

Jawaban: D


Soal 3 (HOTS)

Bacalah kasus berikut.

Di suatu daerah pedesaan, terdapat struktur masyarakat yang memungkinkan seseorang dari keluarga petani bisa menjadi kepala desa melalui pemilihan kepala desa. Namun, untuk jabatan tertentu seperti pemuka adat hanya dapat dipegang oleh keturunan dari garis keluarga tertentu.

Berdasarkan kasus tersebut, sistem stratifikasi sosial yang berlaku di daerah tersebut adalah ....

A. Stratifikasi sosial terbuka

B. Stratifikasi sosial tertutup

C. Stratifikasi sosial campuran

D. Stratifikasi sosial meritokrasi

E. Stratifikasi sosial organik

Pembahasan:

Sistem stratifikasi sosial di daerah tersebut memiliki ciri campuran antara terbuka dan tertutup. Di satu sisi, terdapat kesempatan bagi individu dari keluarga petani untuk naik status menjadi kepala desa (ciri stratifikasi terbuka), namun di sisi lain terdapat batasan untuk jabatan pemuka adat yang hanya bisa dipegang oleh keturunan tertentu (ciri stratifikasi tertutup).

Jawaban: C


Soal 4 (HOTS)

Analisis fenomena berikut: Seorang eksekutif perusahaan multinasional memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya yang bergaji besar untuk menjadi seorang guru di daerah terpencil. Meskipun penghasilannya berkurang drastis, ia mendapatkan banyak penghargaan dari masyarakat atas pengabdiannya.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya ....

A. Konflik peran dan mobilitas sosial naik

B. Konflik status dan mobilitas sosial turun

C. Konflik peran dan stratifikasi sosial terbuka

D. Mobilitas sosial turun namun peningkatan kehormatan

E. Stratifikasi sosial tertutup namun peningkatan prestise

Pembahasan:

Eksekutif tersebut mengalami mobilitas sosial turun (social sinking) dari segi ekonomi dan jabatan, namun mengalami peningkatan dari segi kehormatan/prestise di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa dasar stratifikasi sosial tidak hanya berdasarkan ekonomi tetapi juga kehormatan dan pengakuan sosial. Kasus ini memperlihatkan kompleksitas ukuran dalam stratifikasi sosial.

Jawaban:D


Soal 5 (HOTS)

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut:

1. Pendidikan merupakan saluran mobilitas sosial yang paling demokratis

2. Jumlah masyarakat kelas bawah selalu lebih sedikit daripada kelas atas

3. Meritokrasi adalah sistem yang memberikan penghargaan berdasarkan prestasi

4. Kontak antar budaya dapat menyebabkan mobilitas sosial horizontal

5. Konflik status selalu menyebabkan konflik peran

Pernyataan yang benar adalah...

A. 1, 2, dan 3

B. 1, 3, dan 4

C. 2, 3, dan 4

D. 2, 3, dan 5

E. 3, 4, dan 5

Pembahasan:

Pernyataan 1 benar karena pendidikan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk meningkatkan status sosialnya.

Pernyataan 3 benar karena meritokrasi memang sistem yang memberikan penghargaan berdasarkan prestasi/kemampuan.

Pernyataan 4 benar karena kontak antar budaya dapat menyebabkan seseorang berpindah status yang sederajat (horizontal), seperti beradaptasi dengan nilai budaya baru.

Pernyataan 2 salah, karena dalam piramida stratifikasi sosial, jumlah masyarakat kelas bawah justru lebih banyak daripada kelas atas.

Pernyataan 5 salah, karena konflik status tidak selalu menyebabkan konflik peran. Keduanya adalah konsep yang berbeda meskipun bisa saling berkaitan.

Jawaban: B

Demikian konsep Stratifikasi Sosial IPS SMA Kelas 10 mulai dari pengertian, jenis, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS