POJOKSATU.id — Pemanasan global kini menjadi ancaman nyata bagi masa depan bumi. Data mencatat, tahun 2021 menjadi tahun terpanas keenam sejak pencatatan suhu dimulai pada 1880.

Rata-rata suhu global meningkat hingga 0,85 derajat Celsius di atas normal.

Fenomena ini terlihat jelas di kawasan perkotaan, di mana suhu udara lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.

Padatnya bangunan dan material kota yang menyerap panas menyebabkan suhu semakin meningkat dan menciptakan iklim mikro yang tidak nyaman.

Baca Juga: Mahasiswa UMM Ciptakan SAMATA, Stroller Ajaib untuk Bantu Anak Autisme Berkomunikasi

Melihat kondisi itu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melalui Tim Cool Roof bekerja sama dengan mitra internasional menghadirkan solusi ramah lingkungan berupa cat reflektif surya bernama beCool — yang berarti “menjadi dingin”.

Produk beCool dikembangkan di bawah lisensi Milenium Solution, USA, dan diproduksi di Laboratorium Sains, Teknologi, dan Material Bangunan UPI Bandung.

Produk ini telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta bersertifikat Coolroof Rating Council (CRRC).

Manajer proyek Cool Roofs Indonesia sekaligus dosen Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI Bandung, Beta Paramita, menjelaskan bahwa beCool hadir untuk mengatasi dampak pemanasan global yang disebabkan padatnya bangunan perkotaan.

“BeCool menghadirkan solusi bagi masyarakat Indonesia agar dapat menghadapi tantangan perubahan iklim. Kami ingin membuat cool roofs lebih terjangkau dan bisa diakses hingga ke wilayah pedesaan,” ujar Paramita.

Baca Juga: Mahasiswa USU Ciptakan BIOFLAEIS, Kemasan Makanan Ramah Lingkungan dari Pelepah Sawit dan Daun Pepaya

Ia menambahkan, timnya terus mengembangkan sumber daya tambahan untuk memperluas manfaat cool roof ke berbagai daerah.

Harapannya, teknologi ini dapat digunakan secara global sebagai solusi pendinginan yang efisien dan berkelanjutan.

Cat beCool memiliki warna dasar putih dengan spesifikasi teknis unggulan: SRI 106, solar reflectance 0,84, dan thermal emittance 0,90. Kombinasi ini membuatnya mampu menghemat energi listrik hingga 6 persen per bulan.

Selain itu, waktu pengeringannya sangat cepat — hanya 30 menit — dan ketahanannya bisa mencapai tiga tahun tergantung tingkat kelembapan dan polusi udara di wilayah penggunaan. Produk ini juga tahan air alias waterproof.

Inovasi beCool merupakan bagian dari proyek Million Cool Roofs Challenge (MCR), sebuah inisiatif global untuk mempercepat akses terhadap solusi pendinginan terjangkau dan ramah lingkungan melalui penyebaran teknologi atap reflektif surya.

Direktur Clean Cooling Collaborative, Noah Horowitz, menegaskan bahwa akses terhadap pendinginan yang layak merupakan kebutuhan penting bagi lebih dari satu miliar orang di dunia.

“Kami perlu memenuhi permintaan pendinginan dengan solusi yang ramah iklim. MCR menawarkan potensi global untuk memperluas penyebaran atap reflektif yang membuat bangunan lebih nyaman dan mengurangi tekanan panas,” ungkapnya.

Baca Juga: Regulasi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen 2025 Berubah, Ini Langkah dan Strategi yang Harus Disiapkan

Program MCR diluncurkan pada 2019 oleh Clean Cooling Collaborative bersama Global Cool Cities Alliance, Sustainable Energy for All (SEforALL), dan Nesta Challenges.

MCR memberikan hibah senilai 125 ribu dolar AS kepada 10 tim finalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, sepuluh negara tersebut berhasil menerapkan lebih dari 1,1 juta meter persegi cool roofs — setara dengan 250 ribu atap rumah kecil.

Prestasi membanggakan diraih UPI Badung setelah menjadi pemenang kompetisi MCR berkat inovasi beCool.

Sebagai pemenang, UPI Bandung menerima hadiah sebesar 750 ribu dolar AS atau sekitar Rp11 miliar untuk memperluas penerapan cool roofs di Indonesia.

Baca Juga: Rektor UI Raih Penghargaan Internasional dari Tohoku University Jepang karena Hal Ini

Dari hasil uji lapangan, penerapan cool roof terbukti mampu menurunkan suhu ruang dalam bangunan industri hingga 10 derajat Celsius. Selain itu, konsumsi energi juga berkurang sekitar 5–6% dari total pemakaian listrik.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, beCool juga membuka peluang kerja bagi masyarakat serta menjadi wadah pembelajaran praktis bagi dosen dan mahasiswa UPI Bandung yang terlibat dalam proyek MCR.

Melalui langkah nyata ini, UPI Bandung tidak hanya menghadirkan solusi pendinginan ramah lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi lokal bisa bersaing di panggung global.***