POJOKSATU.id - Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil langkah khusus terkait pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir di Aceh.

Kebijakan USK tersebut mencakup pembebasan UKT hingga selesai studi bagi mahasiswa dengan dampak paling berat.

Rektor USK Prof Marwan menyatakan, mahasiswa yang keluarganya menjadi korban langsung bencana, termasuk kehilangan orang tua, akan mendapatkan pembebasan UKT penuh.

“Mahasiswa yang keluarganya menjadi korban langsung, seperti orang tua meninggal dunia akibat bencana, akan kita bebaskan UKT sampai tamat. Saat ini, sudah ada satu mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut dan telah kami tetapkan,” ujarnya dilansir dari laman resmi USK, Rabu, 31 Desember 2025.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Resmi Larang Penanaman Sawit di Jawa Barat Usai Muncul Bencana dan Krisis Air

Berdasarkan data Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh periode 28 November–26 Desember 2025, sebanyak 3.878 mahasiswa serta 51 dosen dan tenaga kependidikan tercatat terdampak bencana.

Sebaran mahasiswa terdampak paling banyak berada di wilayah pantai utara dan timur Aceh, mulai dari Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, hingga Aceh Tamiang.

Selain pembebasan UKT penuh bagi mahasiswa dengan dampak terberat, USK juga menyiapkan skema keringanan UKT bertingkat bagi mahasiswa terdampak lainnya. Skema tersebut masih berada dalam tahap verifikasi dan klasifikasi data.

“Bisa saja satu semester, dua semester, atau bentuk keringanan persentase, misalnya 25 persen atau 50 persen, tergantung tingkat dampaknya. Ini sedang kami verifikasi agar kebijakannya adil,” ujarnya.

Baca Juga: Tunjangan Direncanakan Cair Tiap Bulan, Tapi Data NIP, Pangkat, dan Masa Kerja Harus Valid, Guru ASN Wajib Cek Sekarang

Dari sisi akademik, USK turut menyesuaikan aktivitas perkuliahan selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah.

Perkuliahan diliburkan sementara dan pelaksanaan ujian diberikan kelonggaran, khususnya bagi mahasiswa dari wilayah terdampak.

“Jadi sebenarnya sekarang ini masa-masa ujian. Namun kita berikan kelonggaran ya bagi pelaksanaan ujian," sebutnya.

USK berharap, dosen bisa memberikan berbagai metode berdasarkan tugas atau bentuk-bentuk yang lain yang bisa dilaksanakan sesuai kesepakatan dengan mahasiswa, terutama dari kawasan terdampak.

Baca Juga: Seskab Ungkap Prabowo Punya Helikopter Pribadi Bantu Mualem, Ternyata Tak Terdaftar di LHKPN

USK juga melakukan penyesuaian jadwal akademik untuk semester berikutnya.

“Dan masa registrasi untuk semester berikutnya juga kita geser ya. Biasanya nanti pada pertengahan Januari kita sudah mulai kuliah. Ini mungkin nanti baru Februari ya untuk bisa kita mulai semester berikutnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, bagi mahasiswa terdampak yang mengalami kesulitan biaya hidup, USK telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk penyaluran bantuan biaya hidup selama tiga bulan.

“Pada tahap pertama, sekitar 1.100 lebih mahasiswa telah diverifikasi dan diusulkan menerima bantuan, sementara pendataan tahap kedua terus berjalan seiring membaiknya akses komunikasi di wilayah terdampak,” ujar Prof Marwan.

Baca Juga: Tak Lagi Andalkan Kementerian, Prabowo Siapkan Lembaga Khusus Badan Percepatan Perumahan

Prof Marwan menjelaskan, Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh yang diketuai oleh Kepala UPT Mitigasi Bencana/TDMRC USK, Prof Syamsidik, telah mengoordinasikan bantuan kesehatan, logistik, serta respons kemanusiaan di 10 kabupaten/kota di Aceh sejak dua hari pascabencana.

Sebanyak 480 tenaga kesehatan telah dikerahkan, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, PPDS, dokter internship, apoteker, serta relawan lainnya.

Selain itu, lebih dari 1.100 relawan umum dan mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan lapangan.

USK juga menggalang donasi melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK dengan total dana terkumpul mencapai Rp2,27 miliar, dan sekitar Rp1,38 miliar telah disalurkan, termasuk untuk membantu mahasiswa terdampak.

Baca Juga: FKUB Kota Bogor ajak Tokoh Lintas Agama dan Pemerintah untuk Doa Bersama di Akhir Tahun 2025

“Kami berkomitmen mendampingi mahasiswa dan masyarakat Aceh, bukan hanya di masa tanggap darurat, tapi juga pada fase pemulihan dan rehabilitasi ke depan,” tutup Prof Marwan.

Sebelumnya, USK membuka pendaftaran Bantuan Biaya Hidup dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) pada 9 Desember 2025.

Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa USK yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, baik secara langsung maupun akibat kondisi keluarga.

Baca Juga: Kabar Baik! Gaji Pensiunan PNS Januari 2026 Tetap Cair 1 Januari Meski Libur Nasional

Hingga 14 Desember 2025, tercatat sebanyak 3.878 mahasiswa mendaftar sebagai calon penerima bantuan. Dari hasil verifikasi tahap awal, 1.345 mahasiswa USK telah diajukan untuk proses pencairan dana, sementara 1.539 mahasiswa lainnya diusulkan sebagai penerima Bantuan Biaya Hidup Tahap II. ***