POJOKSATU.id - Salah satu titik paling krusial dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) adalah pemenuhan beban kerja.
Di petunjuk teknis penyaluran TPG Guru dan Pengawas PAI, beban kerja guru PAI ditegaskan minimal 24 jam tatap muka (JTM) per minggu (maksimal 40 JTM).
Karena itu, sebelum bicara SKMT dan verifikasi, guru PAI perlu memastikan hitungan jam mengajarnya sudah “aman” sejak awal semester.
Baca Juga: SkillHub Buka Pelatihan Vokasi Lengkap! Dari Manufaktur hingga Pertambangan, Siap Cetak SDM Unggul
Masalahnya, banyak guru merasa “mengajar banyak kelas” tetapi ternyata akumulasi JTM belum menyentuh angka 24 karena ketentuan pengakuan jam per rombongan belajar (rombel) berbeda antar jenjang.
Patokan Hitung JTM per Rombel: SD Beda dengan SMP/SMA
Dalam juknis, basis penghitungan jam mengajar PAI mengacu pada rombel:
1. Jenjang SD: 1 rombel diakui maksimal 4 JTM per minggu
2. Jenjang SMP/SMA/SMK: 1 rombel diakui maksimal 3 JTM per minggu
Artinya, menambah rombel sering lebih efektif daripada sekadar “menambah tugas” yang tidak diakui ekuivalensinya.
Simulasi 1: Guru PAI SD, Berapa Rombel untuk Tembus 24 JTM?
Jika SD mengakui 4 JTM/rombel, maka:
24 JTM ÷ 4 = 6 rombel
Contoh aman:
1. Mengajar PAI di Kelas 1–6 (masing-masing 1 rombel) = 6 rombel x 4 JTM = 24 JTM
2. Jika sekolah punya 2 rombel per jenjang (misal 1A–1B), guru bisa mencapai 24 JTM lebih cepat, tetapi tetap perhatikan pembagian mengajar yang ditetapkan sekolah.
Simulasi 2: Guru PAI SMP, Minimal Berapa Rombel?
Jika SMP mengakui 3 JTM/rombel, maka:
24 JTM ÷ 3 = 8 rombel
Baca Juga: Pemerintah Siapkan RTHB 2026! Di Mana Saja Ruang Terbuka Hijau Biru Akan Dibangun?
Contoh:
Mengajar 8 rombel (misal VII.1–VII.3, VIII.1–VIII.3, IX.1–IX.2) = 8 x 3 = 24 JTM
Simulasi 3: Guru PAI SMA, Kombinasi Rombel yang Realistis
SMA juga 3 JTM/rombel, sehingga targetnya sama: 8 rombel.
Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Cair Tanpa Validasi Info GTK? Mekanisme Terbaru TPG 2026 dan Dampaknya
Contoh:
X (3 rombel) + XI (3 rombel) + XII (2 rombel) = 8 rombel = 24 JTM
Jika Masih Kurang Jam, Ini Jalur 'Legal' yang Umum Dipakai
Jika rombel tidak cukup, guru bisa menutup kekurangan jam lewat mekanisme yang diakui juknis, misalnya:
1. Mengajar di sekolah lain (non-induk) yang berizin, dengan administrasi lengkap
2. Program penguatan keagamaan seperti BTQ/tuntas baca tulis Al-Qur’an (umumnya perlu SK dan jadwal)
3. Tugas tambahan tertentu yang diakui ekuivalensi (ketentuannya harus merujuk juknis dan verifikasi kantor/pengawas)
Catatan penting: pemenuhan beban kerja ini biasanya akan “terkunci” dalam dokumen seperti SKMT/SKBK saat proses verifikasi, jadi sebaiknya bereskan hitungan jam sejak awal, bukan saat sudah mendekati batas cetak.***




