POJOKSATU.id - Kesempatan melanjutkan studi hingga jenjang doktoral kini kembali dibuka oleh Universitas Padjadjaran melalui program Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran atau BUPP 2026.
Program ini menjadi salah satu jalur fast track S2-S3 yang cukup menarik perhatian karena memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral hanya dalam waktu total empat tahun.
BUPP ditujukan bagi lulusan sarjana atau S1 unggul yang ingin mempercepat perjalanan akademiknya bersama para promotor terbaik Universitas Padjadjaran.
Baca Juga: Peran Krusial Keluarga dan Pendidik sebagai Pengawas Teknologi di Lingkungan Sekolah
Tak hanya menawarkan percepatan studi, penerima beasiswa juga akan mendapatkan dukungan penuh berupa pembiayaan pendidikan, dana riset, hingga biaya hidup bulanan selama masa studi berlangsung.
Pendaftaran program ini dibuka melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana hingga 13 Juli 2026.
Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa program fast track ini dirancang untuk mencetak peneliti dan akademisi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Mahasiswa nantinya akan menjalani pendidikan magister sekaligus doktoral secara terintegrasi di bawah pendampingan promotor sesuai bidang riset masing-masing.
Untuk komponen pembiayaan, penerima BUPP akan memperoleh biaya kuliah penuh atau tuition fee at cost.
Selain itu tersedia dana riset maksimal Rp30 juta per tahun selama empat tahun, di luar program sandwich.
Mahasiswa juga akan menerima biaya hidup dan tunjangan sebesar Rp2,5 juta per bulan selama masa studi maksimal empat tahun.
Baca Juga: Bukit Shafa dan Marwah, Jejak Perjuangan Siti Hajar yang Menjadi Rukun Haji dan Umrah
Persyaratan program ini cukup ketat karena memang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan rekam akademik unggul.
Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang merupakan lulusan program sarjana atau sarjana terapan dari perguruan tinggi terakreditasi.
Usia pendaftar maksimal 30 tahun saat melakukan pendaftaran.
Sementara untuk nilai akademik, peserta wajib memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan perguruan tinggi Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan luar negeri.
Baca Juga: Terungkap! Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Tak Disamaratakan, Ini Penyebabnya
Selain itu peserta juga diwajibkan memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik atau TKA dengan skor minimal 525 dari institusi yang diakui Unpad.
Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat utama. Peserta wajib memiliki sertifikat ELT Unpad, TOEFL IBT minimal 70, IELTS minimal 6.0, atau sertifikat resmi lain yang diakui universitas.
Menariknya, bagi calon mahasiswa yang telah memiliki publikasi Scopus Q1 sebagai penulis utama, sertifikat TKA dan TKBI dapat digantikan dengan publikasi tersebut.
Peserta juga wajib membuat surat kesanggupan menyelesaikan program dalam empat tahun serta surat kesediaan mengikuti program dengan biaya mandiri apabila tidak lolos beasiswa.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dapat Gaji Ke-13 atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Aturan 2026
Setelah resmi menjadi penerima beasiswa, mahasiswa harus memenuhi sejumlah target akademik.
Di antaranya mempertahankan IPK minimal 3,5 pada akhir semester dua, lulus program magister pada semester tiga, dan menyelesaikan proposal riset doktor atau SUR pada semester empat.
Program ini juga menawarkan banyak topik riset menarik dari berbagai bidang ilmu.
Mulai dari inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi di bidang manajemen, pengembangan terapi luka diabetes berbasis nano propolis di bidang farmasi, hingga model AI untuk pencegahan frailty pada lansia di bidang keperawatan.
Baca Juga: SKTP Mei 2026 Resmi Terbit! Ini Syarat dan Tips Agar TPG Cepat Cair ke Rekening Guru
Ada pula riset tentang epidemi model SEIR berbasis graf automorfisme di bidang matematika, pengembangan teknologi rendah karbon untuk pertanian, hingga bioremediasi tanah tercemar minyak bumi menggunakan mikroba indigenous di bidang bioteknologi.
Proses seleksi nantinya akan mempertimbangkan kinerja akademik sebelumnya, nilai TKA dan kemampuan bahasa Inggris, serta motivasi akademik yang tertuang dalam Statement of Purpose dan hasil wawancara.
Untuk jadwal pelaksanaan, pendaftaran dibuka mulai 11 Mei hingga 13 Juli 2026.
Tahapan ujian dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 27 Juli 2026.
Baca Juga: Mau Jadi Developer Perumahan Subsidi? Perhatikan 4 Hal Penting Ini Sebelum Mulai Proyek
Sementara pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 31 Juli 2026.
Peserta hanya dapat mengikuti wawancara jika seluruh dokumen dan persyaratan dinyatakan lengkap serta eligible oleh panitia seleksi.
Informasi lengkap mengenai program dan prosedur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi SMUP Pascasarjana Universitas Padjadjaran.
Program seperti ini tentu menjadi peluang besar bagi lulusan muda yang memiliki mimpi besar di dunia akademik dan riset.
Baca Juga: Satgas Citarum Harum Ultimatum Pabrik Nakal di Karawang, IPAL Jangan Dimainkan!
Sebab di tengah persaingan global yang semakin ketat, kesempatan belajar dengan dukungan penuh seperti ini bukan hanya soal beasiswa, tetapi juga tentang membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas dan penuh kemungkinan.***




