POJOKSATU.id — Pemerintah Rusia memastikan penambahan kuota beasiswa khusus bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama bilateral antara Pemerintah Rusia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program beasiswa tersebut akan diarahkan pada bidang-bidang strategis, seperti sains, teknologi, rekayasa, serta energi nuklir.
Baca Juga: UMK Kota Tangerang 2026 Tertinggi di Banten, Naik hingga 6,5 Persen
Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, menyampaikan bahwa kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat tingginya tingkat pemanfaatan beasiswa, Pemerintah Rusia pun memutuskan untuk menambah jumlah kuota bagi mahasiswa Indonesia.
"Tahun lalu Indonesia mendapatkan kuota 250 beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 kuota tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi jika seluruh kuota ini dimanfaatkan dengan baik," kata Sergei.
Baca Juga: Resmi! Gubernur Tetapkan UMP DKI Jakarta 2026 Rp5,72 Juta, Buruh Masih Kecewa
Beasiswa tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi, mulai dari sarjana, magister, hingga doktor.
Secara rinci, sekitar 200 kuota diperuntukkan bagi mahasiswa sarjana, 80 kuota untuk magister, dan 20 kuota bagi program doktoral.
Tingginya minat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah mencapai ribuan calon mahasiswa asal Indonesia.
Selain program beasiswa reguler, Pemerintah Rusia juga membuka skema khusus melalui sejumlah perusahaan besar milik negara, seperti Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL).
Baca Juga: Planetarium TIM Jakarta Resmi Dibuka Lagi, Siswa Gratis Masuk Selama Tiga Bulan
Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki, menjelaskan bahwa skema beasiswa khusus tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan dengan pembiayaan penuh.
"Beasiswa RUSAL menawarkan pembiayaan secara penuh dan akan dilaksanakan di Ural Federal University di Yekaterinburg. Kami juga menyiapkan berbagai materi informasi dan brosur agar mahasiswa Indonesia memahami keunggulan program ini," jelas Maria.
Baca Juga: PIP Kemendikdasmen Cair Akhir Desember Menjelang Nataru, Begini Skema Penyalurannya
Ia menambahkan, pihak Rusia juga berencana menggelar kegiatan sosialisasi secara daring guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada calon pendaftar, termasuk terkait sistem perkuliahan, lingkungan akademik, hingga peluang karier setelah lulus.
Dengan bertambahnya kuota beasiswa ini, kesempatan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Rusia semakin terbuka luas, terutama pada bidang-bidang strategis yang dinilai penting bagi pembangunan nasional di masa mendatang.***




