POJOKSATU.id — Kabar menggembirakan datang bagi akademisi, peneliti, maupun mahasiswa program doktoral yang ingin memperluas pengalaman penelitian di tingkat internasional.

Kementerian Luar Negeri Taiwan atau Ministry of Foreign Affairs (MOFA) kembali membuka kesempatan melalui program bergengsi MOFA Taiwan Fellowship untuk periode keberangkatan tahun 2027.

Program fellowship tersebut diperuntukkan bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu strategis global.

Baca Juga: 6 Top Skor Timnas Indonesia Sepanjang Masa

Bidang kajian yang dapat diteliti meliputi hubungan lintas selat, perkembangan kawasan Asia-Pasifik, hingga berbagai isu kebijakan global mutakhir seperti keamanan energi, infrastruktur kabel bawah laut, serta ketahanan rantai pasok internasional.

Pendaftaran program resmi mulai dibuka pada Jumat, 1 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga Selasa, 30 Juni 2026.

Peserta yang berhasil lolos seleksi nantinya memperoleh peluang untuk melaksanakan penelitian lanjutan di sejumlah universitas maupun lembaga akademik unggulan di Taiwan.

Baca Juga: Beasiswa U-Go 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswi dan Siswi SMA/SMK Bisa Daftar, Dapat Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

Program ini menawarkan masa penelitian yang cukup fleksibel, mulai dari tiga bulan hingga maksimal 12 bulan. Adapun pelaksanaan riset dijadwalkan dapat dimulai paling awal pada Januari 2027.

Tidak hanya membuka akses terhadap lingkungan akademik berkualitas, MOFA Taiwan Fellowship juga memberikan dukungan pembiayaan yang cukup menyeluruh guna membantu kebutuhan para peserta selama menjalankan penelitian di Taiwan.

Dalam program ini, penerima fellowship akan memperoleh bantuan pendanaan yang disesuaikan dengan periode penelitian yang telah disetujui, yakni berkisar antara tiga hingga 12 bulan.

Baca Juga: Aksi Cepat Babinsa Telagasari, Serka Imang Raih Penghargaan Polres Karawang Usai Bongkar Kasus Pembunuhan

Untuk tunjangan bulanan, peserta kategori profesor, associate professor, research fellow, serta associate research fellow akan menerima bantuan sebesar NT$60.000 atau setara sekitar Rp30 juta per bulan.

Sementara itu, peserta dengan kategori assistant professor, assistant research fellow, peneliti pascadoktoral (post-doctoral researcher), kandidat doktor, mahasiswa program doktoral atau S3, hingga peserta yang memperoleh rekomendasi resmi dari pemerintah Taiwan akan mendapatkan tunjangan senilai NT$50.000 atau sekitar Rp25 juta setiap bulan.

Selain bantuan biaya hidup, peserta terpilih juga memperoleh subsidi tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi dengan rute langsung menuju Taiwan sesuai regulasi yang telah ditetapkan oleh MOFA.

Baca Juga: Wamensos Ingatkan BMN Sekolah Rakyat Amanah Rakyat, Peringatkan Jangan Ada Penyelewengan!

Tak hanya itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan perlindungan asuransi berupa jaminan kecelakaan serta layanan medis untuk cedera akibat kecelakaan, dengan nilai pertanggungan mencapai NT$1 juta atau sekitar Rp490 juta.

Bagi calon pelamar yang tertarik mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Program terbuka bagi akademisi seperti profesor, associate professor, maupun assistant professor dari perguruan tinggi luar negeri.

Baca Juga: Bagaimana Pemegang BTC dan XRP Dapat Menghasilkan Lebih Dari 10.000 Dolar AS per Bulan, Berikut Caranya

Kesempatan ini juga dapat diikuti oleh peneliti pascadoktoral atau peneliti dengan jenjang setara dari institusi akademik internasional.

Selain itu, kandidat doktor dan mahasiswa program doktoral di bidang studi yang relevan juga dapat mengajukan pendaftaran.

Tidak hanya itu, kandidat lain yang memperoleh rekomendasi dari perwakilan diplomatik resmi Taiwan (ROC) juga memiliki peluang untuk mengikuti seleksi program fellowship ini.

Baca Juga: Langkah Tegas Kementerian Sosial dalam Melakukan Audit Investigasi Pengadaan Perlengkapan Sekolah Rakyat

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi program Taiwan Fellowship.

Para pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting, seperti proposal penelitian, curriculum vitae (CV), serta dokumen akademik pendukung lainnya dalam bahasa Inggris.

Selain melengkapi persyaratan administrasi, pelamar juga harus menentukan universitas atau lembaga penelitian di Taiwan yang akan menjadi lokasi riset selama program berlangsung.

Program MOFA Taiwan Fellowship 2027 dibuka sejak Jumat, 1 Mei 2026 hingga Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga: Kedutaan Denmark Buka Magang Mahasiswa hingga 15 Mei 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Bagi akademisi maupun peneliti yang ingin mendalami isu-isu strategis kawasan Asia-Pasifik serta kebijakan global, kesempatan ini dapat menjadi peluang berharga yang patut dipertimbangkan.***