POJOKSATU.id — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan secara resmi membuka kesempatan beasiswa jenjang doktor (S3) di University of Glasgow, Skotlandia.

Program ini merupakan bentuk kerja sama antara LPDP dengan Cancer Research UK Scotland Institute serta University of Glasgow, yang diselenggarakan dengan skema single degree.

Masa pendaftaran berlangsung mulai Minggu (20/4/2026) hingga Senin (18/5/2026).

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? Ini Bocoran Jadwal, Formasi, dan Syarat Lengkapnya!

Beasiswa tersebut menjadi peluang berharga bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi doktoral, khususnya di bidang riset yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Selain menghadirkan pendidikan berstandar internasional, program ini juga menawarkan dukungan pembiayaan yang cukup menyeluruh.

Dalam hal pendanaan, beasiswa LPDP-Glasgow 2026 terbagi ke dalam dua komponen utama, yakni dana pendidikan dan dana pendukung.

Baca Juga: PBB 2026 Bisa Nol Rupiah! Ini Kriteria Rumah yang Lolos Pembebasan

Dana pendidikan mencakup berbagai kebutuhan akademik selama masa studi, seperti biaya kuliah penuh, biaya pendaftaran, tunjangan buku, pendanaan riset disertasi, fasilitas mengikuti seminar internasional, hingga biaya publikasi jurnal internasional.

Sementara itu, dana pendukung diberikan untuk menunjang kebutuhan non-akademik penerima beasiswa.

Komponen ini meliputi biaya transportasi, pengurusan visa, asuransi kesehatan, dana kedatangan, biaya hidup bulanan, dana darurat, serta tunjangan keluarga.

Baca Juga: DPR Soroti Implementasi UU PPRT, Pelanggaran Hak Pekerja Bisa Kena Sanksi Berat

Untuk dapat mendaftar, pelamar harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, termasuk dari kalangan CPNS, PNS, TNI, maupun Polri.

Kandidat juga diwajibkan telah menyelesaikan pendidikan magister (S2) dan belum pernah menempuh atau menyelesaikan program doktor (S3).

Selain itu, pelamar perlu melampirkan surat pernyataan dari promotor yang menyetujui keberadaan co-promotor dari perguruan tinggi dalam negeri.

Bagi pelamar yang telah bekerja, wajib menyertakan surat keterangan yang menjelaskan kesesuaian bidang riset dengan kebutuhan instansi atau perusahaan.

Baca Juga: Kabar Baik! Rusun Subsidi Kini Lebih Luas dan Cicilan Lebih Ringan, Ini Aturan Terbarunya

Khusus lulusan luar negeri, diwajibkan menyertakan dokumen penyetaraan ijazah serta konversi IPK dari Kemdiktisaintek.

Adapun peserta yang masih menjalani studi (on going) tetap diperbolehkan mendaftar selama berasal dari perguruan tinggi yang berbeda.

Persyaratan lainnya meliputi surat rekomendasi terbaru, batas usia maksimal 47 tahun per 31 Desember 2026, IPK minimal 3,25 pada jenjang S2, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris IELTS dengan skor minimal 6,5.

Baca Juga: Mau Daftarkan Anak Masuk Sekolah Dasar? Simak SPMB SD Tahun Ajaran 2026-2027, Mulai dari Aturan Usia hingga Tiga Jalur Penerimaan

Selain itu, pelamar juga harus menuliskan komitmen untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi serta menyusun proposal penelitian.

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui dua tahap.

Tahap pertama adalah pendaftaran melalui laman resmi CRUK Scotland Institute, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran melalui sistem beasiswa LPDP.

Setelah itu, peserta diwajibkan melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan dan mengunggahnya ke dalam sistem pendaftaran, sebelum akhirnya melakukan submit sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: Lift Festive Walk Karawang Macet, Satu Keluarga Terjebak 30 Menit dan Trauma

Rangkaian seleksi dimulai dari tahap pendaftaran pada Minggu (20/4/2026) hingga Senin (18/5/2026).

Seleksi administrasi dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) sampai Kamis (4/6/2026), dengan hasil yang diumumkan pada Jumat (5/6/2026).

Peserta yang belum lolos administrasi diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggah pada Sabtu hingga Senin, 6–8 Juni 2026, dengan pengumuman hasil sanggah pada Rabu (17/6/2026).

Tahap seleksi substansi dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/6/2026) hingga Jumat (3/7/2026).

Selanjutnya, pihak mitra akan menyampaikan Letter of Acceptance (LoA) kepada LPDP pada Senin hingga Kamis, 6–9 Juli 2026.

Baca Juga: Anggap Pelaku Orang Gila, Trump Meyakini Penembakan Gedung Putih TakTerkait Perang Iran

Pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada Jumat (17/7/2026), sementara perkuliahan dapat dimulai paling cepat pada Oktober 2026.

Program ini membuka peluang luas bagi calon peneliti Indonesia untuk menempuh pendidikan doktoral di luar negeri dengan dukungan penuh.

Oleh karena itu, bagi yang berminat, penting untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi dan melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditetapkan.***