POJOKSATU.id - Universitas Leiden, Belanda kembali membuka peluang emas bagi para akademisi Indonesia lewat program Lingling Wiyadharma Fellowship 2026.

Program ini menawarkan kesempatan riset hingga tiga bulan, lengkap dengan akses penuh ke koleksi khusus Asia Tenggara dan koleksi Indonesia yang terkenal kaya di Perpustakaan Universitas Leiden.

Penyelenggara menyatakan, "Kami secara khusus mengundang akademisi Indonesia untuk mendaftar beasiswa ini," sebagaimana dikutip dari Perpustakaan Universitas Leiden pada Selasa, 9 Desember 2025.

Program ini memang dirancang untuk mendorong penelitian mendalam yang memanfaatkan sumber primer langka di Leiden.

Baca Juga: Deretan Beasiswa S1 yang Masih Dibuka Desember 2025, Pilihannya Banyak Banget

Para penerima beasiswa nantinya diharapkan mempublikasikan hasil riset dalam bentuk publikasi ilmiah.

Batas pengajuan proposal ditetapkan pada 1 Februari 2026, sehingga pelamar perlu menyiapkan berkas sejak dini agar tidak kehabisan waktu.

Skema Pendanaan

Untuk fellower dari negara berpenghasilan rendah dan menengah (berdasarkan OECD), Leiden menyediakan bantuan €1.000 untuk biaya perjalanan dan €1.500 per bulan selama fellowship berlangsung.

Jika pelamar berasal dari negara di luar kategori tersebut, dana yang diberikan adalah €1.500 per bulan.

Baca Juga: Beasiswa SIMAK SCB 2026–2027 Resmi Dibuka, Peluang untuk Pelajar SMP dan SMA, Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Syarat Beasiswa Lingling Wiyadharma

Berikut ketentuan utama yang perlu dicermati pelamar:

- Memastikan visa riset yang sesuai selama masa tinggal.

- Tanggal kunjungan ditentukan berdasarkan kesepakatan dan harus dicantumkan di formulir.

- Seluruh aplikasi beasiswa 2026 harus dimulai dan diselesaikan di tahun yang sama, kecuali ada agreemen khusus.

- Penerima harus mengurus akomodasi secara mandiri, dengan catatan biaya hidup di Leiden bisa melebihi dana fellowship.

- Penelitian wajib dilakukan di Perpustakaan Universitas Leiden dan/atau Institut Scaliger.

- Penerima memberikan laporan penelitian tertulis kepada Institut Scaliger setelah fellowship selesai.

- Setiap hasil publikasi wajib dikirimkan ke Perpustakaan Universitas Leiden.

Baca Juga: Lowongan Dosen Sekolah Vokasi UNIDA, Peluang Bergabung di Kampus Vokasi Kuliner dan Jasa Makanan

Syarat Dokumen

Agar berkas dinilai lengkap, pelamar perlu menyiapkan:

- Formulir aplikasi berisi data pribadi, judul riset, tanggal kunjungan, serta dua penilai akademik.

- Proposal penelitian maksimal 1.200 kata yang menjelaskan manfaat riset dan relevansi dengan koleksi khusus Leiden.

- Daftar item, manuskrip, atau dokumen yang akan dikonsultasikan lengkap dengan tanda rak.

- Jadwal mulai dan berakhirnya penelitian.

- Riwayat hidup.

- Daftar publikasi relevan.

- Dua surat rekomendasi yang dikirim langsung oleh penilai akademik ke koordinator program.

- Tambahan surat rekomendasi pembimbing bagi peneliti yang belum meraih gelar doktor.

Baca Juga: SKB Perubahan, Jadwal Libur Sekolah Desember 2025 Mulai Long Weekend hingga Cuti Bersama, Lengkap!

Cara Daftar Beasiswa Lingling Wiyadharma

Pelamar diwajibkan mengisi formulir aplikasi resmi dan mengirimkannya ke Koordinator Scaliger Institute, dr. K. van Ommen, Perpustakaan Universitas Leiden, P.O. Box 9501, 2300 RA Leiden, Belanda.

Peluang ini bukan hanya soal riset, tapi juga kesempatan untuk menyentuh sumber-sumber primer yang jarang ditemui, lho.

Semoga langkah kecil ini bisa menjadi pintu besar menuju pencapaian akademik yang lebih luas di masa depan. ***