POJOKSATU.id — Pelajar Indonesia yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke Korea Selatan kembali mendapat peluang melalui program Global Korea Scholarship for Undergraduate Degrees (GKS-U) 2027.
Program yang diselenggarakan oleh Ministry of Education Korea Selatan bersama National Institute for International Education (NIIED) ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa internasional yang ingin menempuh pendidikan diploma maupun sarjana.
Masa pendaftaran GKS-U 2027 masih berlangsung sampai 30 September 2026
Peserta yang berhasil lolos seleksi akan mendapatkan pembiayaan pendidikan sehingga tidak perlu membayar biaya kuliah secara mandiri.
Baca Juga: Tak Sekadar Beri Modal, Holding UMi Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas
Dalam pelaksanaannya, GKS-U 2027 menawarkan dua mekanisme seleksi, yaitu Embassy Track dan University Track.
Pendaftar dapat menentukan jalur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk Embassy Track, kuota yang disediakan bagi pendaftar asal Indonesia berjumlah empat orang.
Adapun University Track dapat diikuti oleh calon peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sesuai kuota universitas yang tersedia.
Program GKS-U 2027 mencakup dua jenjang pendidikan yang dapat dipilih oleh calon peserta.
Pilihan pertama adalah Associate Degree Program atau pendidikan diploma.
Baca Juga: Tiga Pengeroyok Bambang Setiawan di Pejompongan Ditangkap di Bogor, Siapakah Sosok Mereka
Peserta terlebih dahulu menjalani program pembelajaran bahasa Korea selama satu tahun, kemudian melanjutkan pendidikan diploma yang berlangsung sekitar dua hingga tiga tahun.
Pilihan berikutnya yaitu Bachelor's Degree Program untuk jenjang sarjana.
Pada program ini, peserta mendapatkan pendidikan bahasa Korea selama satu tahun sebelum menjalani perkuliahan S1 dengan durasi sekitar empat hingga enam tahun.
Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memastikan seluruh persyaratan GKS-U 2027 telah terpenuhi.
Salah satu ketentuannya adalah calon peserta beserta kedua orang tua bukan merupakan warga negara Korea Selatan.
Pendaftar juga tidak boleh mempunyai kewarganegaraan ganda dengan Korea Selatan.
Baca Juga: Dugaan Pengeroyokan Guru MAN 3 Nganjuk Hingga Meninggal Viral, Netizen Ungkap Detail Kronologi
Batas usia peserta ditetapkan maksimal 25 tahun. Dengan demikian, calon peserta harus lahir setelah 1 Maret 2002.
Dari ketentuan pendidikan, pendaftaran dapat diikuti oleh lulusan SMA, SMK, sederajat, maupun lulusan diploma tiga.
Adapun mereka yang telah menyelesaikan pendidikan S1 tidak dapat mengikuti seleksi GKS-U.
Bagi lulusan tahun 2026, dokumen sementara berupa Surat Keterangan Lulus (SKL) masih dapat digunakan ketika melakukan pendaftaran.
Namun, ijazah resmi wajib diserahkan paling lambat pada 31 Desember 2026.
Ketentuan akademik juga mensyaratkan peserta memiliki nilai rata-rata kumulatif setidaknya 80 dari skala 100.
Baca Juga: Sempat Dituding Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Sopir Transjakarta Rem Mendadak Demi Hindari Ojol
Alternatif lainnya, calon peserta harus berada dalam 20 persen peringkat akademik terbaik di kelas.
Selain memenuhi kriteria akademik dan administratif, peserta diwajibkan memiliki kondisi kesehatan jasmani serta rohani yang baik.
Calon peserta perlu menyiapkan berbagai dokumen sebagai bagian dari proses seleksi. Berkas yang diperlukan di antaranya:
- Formulir aplikasi pendaftaran.
- Personal statement.
- Rencana studi.
- Surat rekomendasi.
- Dokumen persetujuan pendaftaran GKS.
- Surat keterangan sehat.
- Persetujuan pengumpulan data pribadi.
- Akta kelahiran atau kartu keluarga untuk membuktikan kewarganegaraan dan hubungan keluarga.
Baca Juga: Klarifikasi Soal Viral Permintaan Rp15 Juta di Puseurjaya: “Itu Pengajuan Proposal Kegiatan Warga”
- Ijazah SMA, SMK, sederajat, atau diploma.
- Transkrip akademik.
- Sertifikat kemampuan bahasa, seperti TOPIK, TOEFL, atau IELTS.
- Sertifikat penghargaan maupun prestasi, apabila tersedia.
- Salinan paspor.
Dokumen tersebut sebaiknya dipersiapkan sejak jauh-jauh hari agar calon peserta memiliki waktu yang cukup untuk memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi.
Mekanisme pengajuan aplikasi GKS-U 2027 disesuaikan dengan jalur yang dipilih oleh calon peserta.
Peserta yang mengambil Embassy Track dapat mengajukan pendaftaran melalui situs resmi Study in Korea.
Sementara itu, calon peserta yang memilih University Track harus mengirimkan aplikasi secara langsung kepada perguruan tinggi Korea Selatan yang tercantum sebagai universitas peserta program GKS.
Baca Juga: Tandang ke GBH, Pelatih Arema FC Abaikan Tren Positif Kontra PSM Makassar
Setiap jalur mempunyai mekanisme seleksi tersendiri.
Oleh karena itu, calon pendaftar perlu mencermati ketentuan yang berlaku pada jalur yang dipilih, termasuk persyaratan berkas dan tahapan seleksinya.
Sebagai program fully funded, GKS-U 2027 memberikan sejumlah dukungan finansial dan fasilitas kepada peserta yang berhasil mendapatkan beasiswa.
Salah satu fasilitas yang diberikan berupa tiket penerbangan kelas ekonomi untuk perjalanan pergi dan pulang antara Indonesia dan Korea Selatan.
Penerima beasiswa juga memperoleh uang saku untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup selama mengikuti program.
Pada periode pendidikan bahasa Korea, peserta mendapatkan tunjangan sebesar 13.560.000 won per tahun.
Baca Juga: Brace Mitkov Bawa Madura United Tundukkan PSS 3-1, Tren Positif Berlanjut
Nominal tersebut setara dengan sekitar Rp177 juta per tahun berdasarkan perkiraan nilai tukar yang tercantum dalam informasi program.
Ketika memasuki masa perkuliahan, besaran tunjangan meningkat menjadi 14.400.000 won per tahun atau sekitar Rp188 juta per tahun.
Jika dihitung berdasarkan rata-rata bulanan, jumlah tersebut kurang lebih mencapai Rp14 juta per bulan selama masa pelatihan bahasa dan sekitar Rp15 juta per bulan ketika menjalani perkuliahan.
Besaran dalam rupiah dapat berubah mengikuti nilai tukar won terhadap rupiah.
Selain uang saku, biaya pendidikan bahasa Korea dan perkuliahan juga ditanggung dalam program beasiswa.
Peserta turut memperoleh sejumlah fasilitas tambahan, di antaranya tunjangan awal kedatangan atau permukiman, perlindungan asuransi kesehatan, biaya mengikuti ujian TOPIK, serta tunjangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Peserta yang telah mengantongi sertifikat TOPIK level 5 atau 6 juga dapat memperoleh tambahan manfaat berupa bonus prestasi sesuai ketentuan yang ditetapkan program.
Baca Juga: Tiga Tahun Menunggu, Persija Akhirnya Kalahkan Persib di GBK
Kesempatan memperoleh beasiswa GKS-U 2027 masih terbuka hingga 30 September 2026.
Program ini dapat menjadi alternatif bagi pelajar Indonesia yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan tinggi di Korea Selatan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah Korea.
Sebelum mengirimkan aplikasi, calon peserta disarankan memeriksa kembali seluruh persyaratan, dokumen, tahapan seleksi, serta daftar perguruan tinggi yang tersedia.
Informasi resmi mengenai program GKS-U 2027 dapat diperoleh melalui situs Study in Korea untuk pendaftar Embassy Track.
Sementara itu, pendaftar University Track perlu mengikuti informasi dan prosedur yang ditetapkan langsung oleh universitas tujuan.***




