POJOKSATU.id — Bagi kamu yang memiliki rencana melanjutkan studi doktoral (S3) atau melakukan riset lanjutan di luar negeri, peluang beasiswa penuh dari lembaga internasional ini layak untuk dipertimbangkan.
Islamic Development Bank (IsDB) melalui Merit Scholarship Program for High Technology (MSP) membuka kesempatan pendanaan penuh bagi calon mahasiswa PhD dan peneliti post-doktoral di bidang sains serta teknologi strategis.
Berdasarkan buklet resmi IsDB, program beasiswa ini dirancang untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul di negara-negara anggota IsDB, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Resmi Digaji Bulanan, Ini Skema Gaji, Jam Kerja, dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu
Pendidikan dan riset lanjutan yang dibiayai melalui MSP diarahkan agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan dan kemajuan teknologi di negara asal penerima beasiswa.
Merit Scholarship Program for High Technology (MSP) merupakan program beasiswa prestisius yang telah dijalankan oleh Islamic Development Bank sejak tahun 1992.
Program ini secara khusus menargetkan pengembangan kapasitas ilmuwan, akademisi, dan peneliti di bidang sains dan teknologi tingkat lanjut.
Baca Juga: Pemerintah Aceh Turunkan 3.000 ASN Jadi Relawan, Bantu Warga Terdampak Banjir dan Longsor
Melalui MSP, IsDB memberikan dukungan pembiayaan untuk dua skema pendidikan dan riset, yaitu studi doktoral (PhD) dengan masa studi sekitar tiga tahun, serta program penelitian post-doktoral yang berlangsung selama enam hingga 12 bulan.
Seluruh kegiatan akademik dan riset tersebut dapat dilaksanakan di universitas maupun lembaga riset bereputasi internasional.
Beasiswa IsDB MSP terbuka bagi warga negara dari lebih dari 50 negara anggota IsDB, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bangladesh, dan negara lainnya.
Program ini ditujukan bagi kandidat dengan rekam jejak akademik dan riset yang kuat.
Baca Juga: Guru di 52 Daerah Bencana Dapat Tunjangan Rp2 Juta, Ini Penjelasan Resmi dan Cara Memastikannya
Secara umum, pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berusia maksimal 35 tahun untuk jenjang PhD dan maksimal 40 tahun untuk program post-doktoral.
Selain itu, pelamar diharapkan memiliki latar belakang pendidikan di bidang sains atau teknologi, pengalaman kerja atau penelitian yang relevan, serta mengajukan proposal riset yang selaras dengan kebutuhan pembangunan negara asal.
Kelengkapan dokumen akademik dan administratif juga menjadi syarat utama dalam proses seleksi.
Baca Juga: PPPK Tak Dibuka Lagi hingga 2030, Pemerintah Fokuskan PNS
Dari sisi pendanaan, Beasiswa IsDB MSP bersifat fully funded.
Artinya, seluruh kebutuhan studi dan riset penerima beasiswa akan ditanggung secara menyeluruh.
Fasilitas yang diberikan mencakup biaya kuliah dan penelitian yang dibayarkan langsung ke institusi tujuan, tunjangan hidup bulanan sesuai standar biaya hidup negara studi, asuransi kesehatan, serta dukungan untuk mengikuti konferensi atau publikasi ilmiah.
Baca Juga: Rekrutmen PPPK Dihentikan 5 Tahun, Guru dan Dosen Wajib Lewat Jalur PNS!
Selain itu, penerima beasiswa juga mendapatkan tiket pesawat pulang-pergi ke negara tujuan studi serta tunjangan instalasi awal saat pertama kali tiba di negara tersebut.
Dalam hal bidang keilmuan, IsDB menetapkan 17 bidang studi prioritas yang seluruhnya berfokus pada sains dan teknologi tingkat lanjut.
Bidang tersebut meliputi laser dan fiber optics, konduktor dan semikonduktor, polymer science, genetic engineering dan biotechnology, nuclear science dan nuclear engineering, electronics dan telecommunication, computer science termasuk CAD/CAM.
Baca Juga: Rekrutmen PPPK Dihentikan 5 Tahun, Guru dan Dosen Wajib Lewat Jalur PNS!
Renewable energy dan fuel technology, hydrology dan water resources, metallurgy, chemical engineering dan material sciences, medicine dan pharmaceutical sciences, agriculture dan food technology.
Selanjutnya system engineering, space science dan space technology, environmental preservation technology, serta technology management and innovation yang khusus diperuntukkan bagi program post-doktoral.
Baca Juga: Banyak PPPK Berharap Setara PNS, Tapi Begini Aturan Kariernya
Untuk mengikuti program ini, pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting, seperti:
- Formulir pendaftaran online IsDB
- Ijazah dan transkrip nilai terakhir
- Curriculum vitae (CV) akademik
- Proposal riset sesuai bidang prioritas
- Surat rekomendasi akademik, bukti komunikasi atau surat penerimaan dari universitas tujuan jika tersedia
- Salinan paspor yang masih berlaku, surat keterangan kesehatan, serta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan IsDB.
Dengan cakupan pendanaan yang komprehensif dan fokus pada riset strategis.
Baca Juga: Kemendikdasmen Pastikan Dukungan Guru di Daerah Bencana, Ini Skema Tunjangan Khususnya
Beasiswa IsDB MSP menjadi salah satu pilihan terbaik bagi akademisi dan peneliti Indonesia yang ingin berkiprah di tingkat global, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.***




