POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali membuka Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP) tahun 2026.
Program ini memberi kesempatan dosen perguruan tinggi negeri, baik akademik maupun vokasi, untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi ternama di Austria.
Beasiswa IASP merupakan skema pendanaan bersama antara pemerintah Indonesia dan Austria.
Baca Juga: Mualem Tampung Lagi Bantuan Luar Negeri untuk Aceh, Kini Perusahaan Multinasional Upland Resources
Penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas kuliah gratis, tunjangan hidup bulanan, bantuan transportasi, hingga asuransi selama masa studi.
Mengutip informasi dari unggahan Instagram Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur @lldikti7, berikut ketentuan lengkap pendaftaran Beasiswa IASP 2026 yang perlu diperhatikan dosen calon pelamar.
Syarat Daftar Beasiswa IASP 2026
Pelamar harus berstatus sebagai dosen tetap di perguruan tinggi di bawah binaan Kemendiktisaintek.
Baca Juga: Nadiem Makarim Jalani Sidang Hari Ini, Skandal Chromebook Rp2,1 Triliun Mulai Dibuka
Selain itu, dosen wajib memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Syarat lainnya adalah memperoleh surat izin dari pimpinan perguruan tinggi asal dan/atau Kepala LLDikti di wilayah masing-masing.
Pelamar belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang S3.
Baca Juga: Belum Digaji Dua Bulan, PPPK Paruh Waktu Kepri Terancam Kehilangan Tempat Tinggal
Dari sisi usia, batas maksimal pelamar adalah 35 tahun per 31 Desember 2025. Kondisi kesehatan juga menjadi perhatian, dibuktikan dengan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah.
Kemendiktisaintek juga menegaskan bahwa pelamar yang berstatus suami-istri dan memiliki bidang keilmuan sama tidak diperkenankan mendaftar pada perguruan tinggi atau supervisor yang sama.
Berkas Syarat Daftar Beasiswa IASP 2026
Pelamar wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal TOEFL iBT 90 atau TOEFL ITP 550, atau IELTS 6,5 yang masih berlaku maksimal dua tahun terakhir.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Jakarta–Surabaya untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Selain itu, diperlukan proposal penelitian sepanjang 5–10 halaman yang telah disetujui calon pembimbing atau supervisor di perguruan tinggi Austria.
Dokumen lain yang harus disiapkan meliputi curriculum vitae (CV) berbahasa Inggris dan dua surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris, misalnya dari pembimbing magister dan atasan langsung.
Berkas pendukung lainnya adalah paspor yang masih berlaku minimal satu tahun, Letter of Acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi tujuan, serta ijazah dan transkrip nilai magister yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Dugaan Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Penting
Cara Daftar Beasiswa IASP 2026
1. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman beasiswadosen.kemdikbud.go.id.
2. Pilih menu “IASP” lalu klik “Daftar Sekarang”.
3. Isi data diri dan data kepegawaian sebagai dosen.
4. Unggah seluruh berkas persyaratan sesuai ketentuan.
5. Pastikan data sudah benar, lalu submit pendaftaran.
6. Hasil seleksi akan diumumkan melalui email atau kanal resmi Kemendiktisaintek.
Pendaftaran Beasiswa IASP 2026 masih dibuka hingga 1 Maret 2026. Informasi lebih lengkap mengenai program ini dapat diakses melalui kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id atau laman resmi Austria di grants.at/en.
Kesempatan studi doktoral ke luar negeri dengan dukungan penuh seperti ini tentu sayang dilewatkan.
Dengan persiapan matang sejak awal, jalan dosen Indonesia menuju pengembangan keilmuan di tingkat global terbuka semakin lebar. ***




