POJOKSATU.id - Kesempatan bagi dosen tetap untuk melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di Austria kembali dibuka melalui Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) Tahun 2027.

Program ini merupakan beasiswa studi doktor di perguruan tinggi Austria bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pendaftaran IASP 2027 dilakukan secara daring melalui laman Kualifikasi Dikti dan dibuka paling lambat hingga 1 Maret 2027.

Syarat Utama Beasiswa IASP 2027
Calon pelamar perlu memastikan persyaratan terpenuhi sebelum melakukan pendaftaran.

Baca Juga: Beasiswa Cendekia 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya, 200 Mahasiswa Palestina Bisa Kuliah S-2 di Indonesia

Berdasarkan materi penawaran IASP 2027, persyaratan utama yang perlu diperhatikan antara lain:
- Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.

- Memiliki NUPTK yang terdaftar di PDDikti.

- Belum bergelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan doktor.

- Berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2027.

- Memiliki kemampuan bahasa Inggris.

Baca Juga: Beasiswa Bayan Peduli 2026 Dibuka hingga Akhir September, Ada Uang Kuliah dan Biaya Hidup Rp2,5 Juta per Bulan

Dokumen yang Harus Disiapkan
Sebelum masuk ke sistem pendaftaran, calon pelamar sebaiknya menyiapkan seluruh dokumen persyaratan.

Dokumen yang tercantum dalam materi IASP 2027 meliputi:
- CV dalam bahasa Inggris.

- Dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris, misalnya dari pembimbing magister atau atasan langsung.

- Paspor yang masih berlaku.

- Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan bersifat unconditional dari perguruan tinggi atau calon supervisor di Austria.

- Ijazah dan transkrip S2 dengan masa kelulusan maksimal 10 tahun.

- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dalam bahasa Inggris dari dokter rumah sakit pemerintah.

- Research proposal yang telah disetujui calon supervisor.

Baca Juga: Beasiswa Pemko Medan 2026 untuk Mahasiswa: Pendaftaran Dibuka 23-25 September, Cek Syarat dan Besaran Dana

Dokumen tersebut perlu dipersiapkan sebelum melakukan pengajuan karena beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan perguruan tinggi dan calon supervisor di Austria.

Tahapan Pendaftaran IASP 2027
Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Kualifikasi Dikti.

Pengumuman Kemdiktisaintek secara khusus mengarahkan calon pelamar untuk memilih menu Beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP).

Tahapannya dapat dipersiapkan sebagai berikut.

1. Pastikan memenuhi persyaratan
Periksa terlebih dahulu status sebagai dosen tetap, data NUPTK di PDDikti, usia, status pendidikan doktoral, serta persyaratan lainnya.

Calon pelamar juga perlu memastikan bahwa dokumen pendukung yang diminta sudah tersedia.

Baca Juga: Beasiswa Persiapan S3 Luar Negeri PPSL 2026 Dibuka, Dosen Wajib Penuhi Syarat Ini

2. Siapkan dokumen dalam format yang diminta
Siapkan CV berbahasa Inggris, dua rekomendasi akademik, paspor, LoA unconditional atau dokumen terkait calon supervisor, ijazah dan transkrip S2, surat keterangan sehat, serta research proposal yang telah disetujui calon supervisor.

3. Buka laman Kualifikasi Dikti
Pendaftaran dilakukan melalui laman: https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id

Portal tersebut merupakan laman Beasiswa SDM Pendidikan Tinggi milik Direktorat Sumber Daya, Ditjen Pendidikan Tinggi.

Di dalamnya tersedia menu khusus IASP yang menjelaskan bahwa program tersebut merupakan beasiswa studi doktoral di Austria dengan skema pendanaan bersama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria.

4. Pilih program IASP
Setelah masuk ke laman Kualifikasi Dikti, cari bagian IASP kemudian pilih opsi Daftar Sekarang untuk masuk ke proses pendaftaran program.

Portal Kualifikasi Dikti juga menyediakan mekanisme pembuatan akun bagi pendaftar program beasiswa.

Baca Juga: YSEALI AFP 2027 Buka Beasiswa Pertukaran ke Amerika Serikat, Usia 18-25 Tahun Bisa Daftar

Pada halaman pendaftaran dosen, sistem menampilkan tahapan pembuatan akun dan pilihan untuk login bagi pengguna yang sudah memiliki akun.

5. Buat akun atau login
Bagi calon pelamar yang belum memiliki akun, ikuti proses pembuatan akun pada sistem.

Sementara pelamar yang sudah memiliki akun dapat menggunakan fasilitas login yang tersedia.

Data yang dimasukkan sebaiknya disesuaikan dengan identitas dan data kepegawaian yang tercatat pada sistem pendidikan tinggi.

6. Lengkapi data pendaftaran
Setelah dapat masuk ke sistem, lengkapi informasi yang diminta pada formulir pendaftaran IASP.

Pastikan penulisan identitas, informasi perguruan tinggi, data akademik, dan informasi lainnya sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki.

Baca Juga: Beasiswa Erasmus Mundus 2027, Ini Jadwal Pendaftaran, Dokumen Wajib, Cara Daftar dan Program Baru untuk Mahasiswa Indonesia

7. Unggah dokumen persyaratan
Unggah dokumen yang dipersyaratkan ke dalam sistem sesuai kolom yang tersedia.

Sebelum melanjutkan, periksa kembali keterbacaan dokumen, kesesuaian file, serta kesamaan data antara formulir dan dokumen pendukung.

8. Periksa kembali seluruh isian
Jangan langsung mengakhiri proses setelah semua dokumen terunggah.

Periksa kembali data pribadi, data perguruan tinggi, riwayat pendidikan, dokumen pendukung, LoA, serta research proposal.

Tahap pemeriksaan penting untuk memastikan tidak ada data atau dokumen yang tertinggal.

9. Kirim pendaftaran sebelum batas waktu
Setelah seluruh data dan dokumen dinyatakan lengkap, selesaikan proses pengajuan pada sistem.

Batas akhir pendaftaran IASP 2027 adalah 1 Maret 2027. Kemdiktisaintek menyebut tanggal tersebut sebagai batas pendaftaran melalui laman Kualifikasi Dikti.

Calon pelamar sebaiknya tidak menunggu hingga hari terakhir untuk mengirimkan aplikasi, terutama karena beberapa dokumen seperti LoA, rekomendasi akademik, dan research proposal membutuhkan persiapan sebelumnya.

Baca Juga: Anggaran 2027 Belum Cukup, Kemdiktisaintek Ajukan Rp16,5 Triliun untuk BOPT hingga Beasiswa

Setelah Mendaftar, Apa Tahap Berikutnya?
Setelah pendaftaran ditutup, proses selanjutnya adalah seleksi oleh Kemdiktisaintek sesuai mekanisme program.

Sebagai gambaran dari pelaksanaan IASP tahun sebelumnya, Kemdiktisaintek melakukan seleksi administrasi sebelum memanggil pelamar yang lolos untuk mengikuti seleksi wawancara dalam bahasa Inggris.

Pada IASP 2026, misalnya, Kemdiktisaintek mengumumkan panggilan wawancara setelah hasil seleksi administrasi dan kemudian mengumumkan hasil seleksi wawancara.

Namun, tahapan dan jadwal seleksi untuk IASP 2027 belum dirinci dalam pengumuman pendaftaran yang diterbitkan pada 30 September 2026.

Baca Juga: Kuliah S2-S3 di Korea Selatan, GIST Beri Beasiswa hingga Tiket Pesawat dan Tunjangan Bulanan

Karena itu, pelamar perlu memantau pengumuman lanjutan dari Kemdiktisaintek.

Tautan Penting untuk Pelamar
Calon pelamar dapat mengakses informasi dan pendaftaran melalui tautan berikut:
- Pendaftaran IASP 2027: Kualifikasi Dikti

- Informasi resmi IASP 2027: Pengumuman Kemdiktisaintek

- Informasi beasiswa Austria: grants.at

Kontak administrator beasiswa luar negeri: [email protected]

Pendaftaran IASP 2027 masih dibuka hingga 1 Maret 2027. Dosen yang berminat sebaiknya menyiapkan dokumen sejak awal, terutama LoA unconditional, rekomendasi akademik, dan research proposal yang telah memperoleh persetujuan calon supervisor di Austria. ***