POJOKSATU.id — Kesempatan bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat doktor kembali hadir melalui program Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027.
Program yang dibuka oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut ditujukan kepada dosen tetap yang berada di perguruan tinggi dalam pembinaan kementerian.
Melalui IASP, penerima beasiswa dapat menjalani pendidikan doktor atau S3 di sejumlah perguruan tinggi yang berada di Austria.
Informasi mengenai pembukaan program tersebut tertuang dalam surat Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3414/DST/B4/DT.04.02/2026 yang diterbitkan pada 29 September 2026.
Baca Juga: Beasiswa Zakat 2026 Diperpanjang hingga 21 September, Cek Syarat dan Dokumen Pendaftarannya
Program ini sekaligus menjadi peluang bagi dosen untuk meningkatkan jenjang pendidikan sekaligus memperdalam kompetensi akademik dan bidang penelitian melalui studi doktoral di Austria.
Meski demikian, kesempatan tersebut hanya dapat diikuti oleh pelamar yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Lalu, apa saja ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mendaftar IASP 2027?
Sebelum mengirimkan aplikasi, calon peserta harus memastikan seluruh persyaratan berikut telah terpenuhi:
- Pelamar merupakan dosen tetap di perguruan tinggi yang berada dalam pembinaan Kemdiktisaintek.
- Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang sudah tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Baca Juga: Beasiswa Persiapan S3 Luar Negeri PPSL 2026 Dibuka, Dosen Wajib Penuhi Syarat Ini
- Mengantongi surat izin dalam bahasa Inggris dari pimpinan perguruan tinggi asal bagi dosen PTN. Sementara dosen PTS harus memperoleh izin dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) sesuai wilayahnya.
- Belum mempunyai gelar doktor dan tidak tengah mengikuti pendidikan pada jenjang doktor.
- Memenuhi ketentuan kemampuan bahasa Inggris yang diberlakukan perguruan tinggi Austria yang dituju. Jika universitas tujuan menetapkan nilai minimum yang lebih tinggi, pelamar harus memenuhi standar tersebut.
- Menyiapkan proposal penelitian berbahasa Inggris dengan panjang 5–10 halaman yang sudah memperoleh persetujuan dari calon supervisor di perguruan tinggi Austria.
- Usia pelamar tidak lebih dari 35 tahun pada 31 Desember 2026.
- Suami dan istri yang memiliki bidang keilmuan sama tidak diperbolehkan memilih perguruan tinggi Austria yang sama.
- Tidak mengajukan pendaftaran Ernst-Mach Grants (EMG) ASEA-UNINET dan IASP dalam periode yang sama.
Setelah memenuhi kriteria pendaftaran, pelamar juga perlu menyiapkan berbagai berkas yang menjadi persyaratan administrasi.
Baca Juga: Beasiswa Garuda 2026, Ini Daftar 26 Universitas di AS, Cek Kemungkinan Penambahan Kampus
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi:
- Curriculum Vitae (CV) menggunakan bahasa Inggris.
- Dua dokumen surat rekomendasi akademik yang ditulis dalam bahasa Inggris.
- Paspor yang masih memiliki masa berlaku.
- Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan bersifat unconditional atau tanpa syarat dari perguruan tinggi di Austria.
- Ijazah serta transkrip nilai magister dengan tahun kelulusan paling lama 10 tahun sebelumnya.
- Bukti kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan minimal TOEFL iBT 90, TOEFL ITP 550, atau IELTS 6,5. Sertifikat bahasa tersebut harus berasal dari periode maksimal dua tahun terakhir.
Research proposal juga menjadi bagian penting dalam pengajuan Beasiswa IASP 2027.
Dokumen tersebut harus dibuat dalam bahasa Inggris dengan jumlah halaman antara 5 hingga 10 halaman serta telah memperoleh persetujuan dari calon pembimbing atau supervisor di universitas Austria.
Proposal penelitian harus memuat beberapa komponen utama, mulai dari topik penelitian, identitas penulis, uraian permasalahan, tinjauan pustaka, hingga target hasil penelitian.
Pelamar juga perlu menjelaskan kontribusi yang diharapkan dari penelitian tersebut bagi Austria dan/atau Indonesia, termasuk metode yang akan digunakan selama penelitian.
Apabila menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif dalam penyusunan proposal, pelamar wajib mencantumkan pernyataan mengenai penggunaan teknologi tersebut.
Daftar pustaka juga perlu dicantumkan dalam proposal, sementara daftar publikasi peneliti dapat disertakan apabila pelamar memilikinya.
Baca Juga: Kuliah S2-S3 di Korea Selatan, GIST Beri Beasiswa hingga Tiket Pesawat dan Tunjangan Bulanan
Pendaftaran IASP 2027 dapat dilakukan secara online oleh dosen yang telah memenuhi seluruh kriteria dan menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan.
Proses pengajuan dilakukan melalui situs kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id.
Pada laman tersebut, calon peserta perlu memilih bagian program beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) untuk melanjutkan proses pendaftaran.
Sebelum mengirim aplikasi, pelamar disarankan memeriksa kembali kelengkapan persyaratan dan dokumen agar tidak ada ketentuan yang terlewat.
Pendaftaran Beasiswa IASP 2027 akan ditutup pada 1 Maret 2027.
Informasi terkait program dapat diperiksa melalui laman grants.at/en/.
Pertanyaan mengenai program juga dapat disampaikan kepada administrator beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email [[email protected]](mailto:[email protected]).
Program IASP 2027 dapat menjadi salah satu pilihan bagi dosen tetap di perguruan tinggi binaan Kemdiktisaintek yang ingin memperoleh pengalaman pendidikan doktoral sekaligus mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian di Austria.***




