POJOKSATU.id - Punya pengalaman sebagai akademisi, peneliti, atau profesional dan ingin melakukan riset di lingkungan akademik Oxford?

Chevening Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) Fellowship 2027 bisa menjadi salah satu peluang yang patut dipertimbangkan.

Program ini merupakan kolaborasi antara UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) dan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS).

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Kontrak 1 Tahun, Apakah Bisa Diperpanjang dan Diangkat Jadi Penuh Waktu?

Fellowship tersebut ditujukan bagi akademisi dan profesional berpengalaman yang ingin mengembangkan pemahaman mengenai budaya dan peradaban Islam serta masyarakat Muslim kontemporer.

Kabar baiknya, Indonesia termasuk negara yang memenuhi syarat untuk mendaftar.

Program ini memberikan kesempatan kepada enam kandidat terpilih untuk menjalankan riset mandiri selama lima bulan di OCIS, dengan periode fellowship berlangsung mulai Oktober hingga Maret.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Air Gun di Balikpapan, Ternyata Statusnya Mahasiswa

Riset di Oxford Selama Lima Bulan
Berbeda dari Chevening Scholarship untuk program pendidikan bergelar, OCIS Fellowship berfokus pada kegiatan penelitian mandiri.

Peserta akan menjalankan proyek riset masing-masing di Oxford Centre for Islamic Studies.

Dalam aplikasi, calon peserta harus menjelaskan rencana penelitian secara singkat, termasuk pertanyaan utama penelitian dan bagaimana riset tersebut akan dilakukan selama berada di OCIS.

Peserta juga berkesempatan bertemu dengan kelompok akademisi multidisiplin yang memiliki fokus terhadap dunia Islam.

Baca Juga: 11 Perguruan Tinggi Indonesia Disiapkan Kerja Sama dengan Kampus Arab Saudi, Ada Riset Bersama hingga Exchange Student

Selain melakukan riset, fellow akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jejaring, bertukar gagasan, memperoleh mentorship, serta memperluas wawasan mengenai isu global dari perspektif Islam, diplomasi, dan kebijakan kontemporer.

Bidang Riset yang Bisa Dikembangkan
Topik penelitian dalam fellowship ini cukup luas selama memiliki keterkaitan dengan Islam, masyarakat Muslim, dan isu global.

Beberapa bidang yang dapat dikembangkan antara lain:
- Budaya dan peradaban masyarakat Muslim.
- Sejarah Islam.
- Ilmu-ilmu Islam klasik.
- Ekonomi dan keuangan Islam.
- Kesehatan masyarakat.
- Sains dan teknologi di dunia Muslim.
- Muslim di negara-negara Barat.
- Hubungan antarperadaban dan dialog lintas agama.
- Isu global melalui perspektif pemikiran Islam, diplomasi, dan kebijakan kontemporer.

Baca Juga: Sapu Bersih Reklame Bodong, Pemkab Jember Terjunkan Tim Gabungan Tertibkan Baliho di Sumbersari

Dengan cakupan tersebut, penelitian tidak harus terbatas pada kajian keislaman secara konvensional.

Pelamar dapat mengangkat isu sosial, ekonomi, teknologi, kesehatan, hubungan internasional, hingga kebijakan publik selama topik tersebut relevan dengan tujuan fellowship.

Indonesia Termasuk Negara yang Bisa Mendaftar
Indonesia tercantum dalam daftar negara yang memenuhi syarat untuk mengikuti Chevening OCIS Fellowship.

Selain Indonesia, program ini juga terbuka bagi warga negara dan penduduk sejumlah negara lain, termasuk Bangladesh, Mesir, Malaysia, Maroko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Turki, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya.

Baca Juga: Toko Miras Ilegal di Patrang Disegel Pemkab Jember, Perda Pengendalian Alkohol Bakal Direvisi

Salah satu persyaratan pentingnya adalah pelamar harus merupakan warga negara dari negara yang eligible dan berdomisili di negara tersebut pada saat mengajukan aplikasi.

Syarat Daftar Chevening OCIS Fellowship 2027
Selain memenuhi ketentuan umum Chevening Fellowship, calon peserta OCIS harus memenuhi persyaratan khusus program.

1. Warga negara dan berdomisili di negara eligible
Pelamar harus merupakan warga negara sekaligus berdomisili di salah satu negara yang memenuhi syarat. Indonesia termasuk dalam daftar tersebut.

2. Memiliki kualifikasi pascasarjana
Pelamar harus memiliki kualifikasi pendidikan tingkat postgraduate pada saat mendaftar.

Baca Juga: Viral Buka Tanpa Izin, Toko Miras di Patrang Jember Ditutup Paksa Tim Gabungan

Kualifikasi tersebut dapat digantikan dengan pelatihan profesional atau pengalaman yang setara di bidang yang relevan.

3. Memiliki pengalaman profesional atau riset
Fellowship ini ditujukan untuk kandidat berpengalaman.

Pelamar OCIS diwajibkan memiliki pengalaman profesional dan/atau pengalaman riset akademik yang signifikan, minimal lima tahun.

Karena itu, program ini bukan ditujukan bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikan sarjana tanpa pengalaman profesional atau riset yang relevan.

4. Memiliki minat penelitian yang relevan
Pelamar harus mempunyai bidang penelitian yang sesuai dengan tujuan OCIS.

Baca Juga: Presiden Indonesia yang Terlupakan, Ahli Keuangan yang Teguh Menolak Nepotisme Penulis: Reizka Kemala Nazar

Calon peserta juga perlu mempersiapkan proposal singkat yang menjelaskan topik penelitian, pertanyaan utama, serta bagaimana penelitian tersebut akan dilakukan selama berada di Oxford.

Apa Saja yang Ditanggung?
Chevening OCIS Fellowship memberikan dukungan pendanaan selama peserta menjalankan program.

Fasilitas yang diberikan mencakup:
- Masa penelitian selama lima bulan di OCIS.
- Biaya hidup selama periode fellowship.
- Tiket pesawat ekonomi pulang-pergi.
- Tunjangan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penelitian.

Selain dukungan finansial, peserta juga mendapatkan akses terhadap sumber daya akademik dan mentorship serta kesempatan mengikuti pertukaran gagasan dengan komunitas akademik.

Baca Juga: Jurnalis Senior asal Karawang Oland Sibarani Kembali Pimpin Dewan Kehormatan PWI Jabar

Hanya Enam Kandidat yang Dipilih
Fellowship ini memiliki jumlah penerima yang sangat terbatas.

Hanya enam kandidat yang akan dipilih untuk menjalankan riset mandiri di OCIS.

Karena itu, calon peserta perlu menyiapkan aplikasi secara matang.

Proposal penelitian menjadi salah satu bagian penting karena kandidat harus dapat menunjukkan bahwa riset yang akan dilakukan memiliki pertanyaan yang jelas dan relevan dengan bidang OCIS.

Baca Juga: Galaxy S26 FE Segera Meluncur, Spesifikasi Gahar Tapi Harganya Bikin Penasaran

Cara Daftar Chevening OCIS Fellowship 2027
Pendaftaran dilakukan secara online melalui sistem aplikasi resmi Chevening.

Berikut langkah yang dapat dilakukan calon pelamar:
1. Buka laman resmi Chevening
Akses halaman pendaftaran resmi Chevening melalui: Portal Pendaftaran Chevening

Pada halaman tersebut, pelamar dapat memilih negara kewarganegaraan dan mencari fellowship yang tersedia.

Chevening memang mengarahkan seluruh proses aplikasi melalui sistem online.

Baca Juga: Konsentrasi Kemiskinan Nasional Masih Didominasi Pulau Jawa, Kalimantan Terendah

2. Pilih negara kewarganegaraan
Pilih Indonesia sebagai negara kewarganegaraan. Setelah itu, pilih kategori Fellowship untuk melihat program yang tersedia bagi pelamar dari Indonesia.

3. Cari program OCIS
Cari program Chevening Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) Fellowship.

Laman resmi Chevening mencantumkan OCIS sebagai salah satu program fellowship yang ditujukan bagi akademisi dan profesional berpengalaman.

4. Klik Apply Today
Jika periode aplikasi program tersedia, klik tombol Apply Today untuk masuk ke sistem aplikasi.

Chevening menjelaskan bahwa setelah menekan tombol tersebut, pelamar akan diarahkan ke sistem aplikasi online.

Baca Juga: BPS Catat Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta Orang di Tahun 2026

5. Buat akun aplikasi
Pelamar akan diminta melakukan registrasi menggunakan alamat email dan nomor telepon.

Setelah registrasi, Chevening akan mengirimkan email yang berisi tautan untuk masuk ke portal aplikasi.

6. Lakukan pengecekan kelayakan
Setelah masuk ke portal, pelamar perlu menjawab pertanyaan eligibility checker.

Tahap ini digunakan untuk memastikan calon peserta memenuhi persyaratan dasar program.

7. Simpan access code
Setelah melewati proses kelayakan, pelamar akan mendapatkan unique access code.

Kode tersebut perlu disimpan dengan aman karena digunakan setiap kali pelamar ingin kembali mengakses aplikasi.

8. Lengkapi formulir
Pelamar kemudian mengisi seluruh bagian aplikasi, termasuk:
- Data pribadi.
- Informasi imigrasi dan kewarganegaraan.
- Riwayat pendidikan.
- Riwayat pekerjaan.
- Pengalaman profesional atau akademik.
- Informasi lain yang diminta dalam formulir.

Baca Juga: Galaxy S26 FE Segera Meluncur, Spesifikasi Gahar Tapi Harganya Bikin Penasaran

Chevening menyarankan pelamar menyimpan setiap bagian aplikasi secara berkala karena sistem dapat mengeluarkan pengguna secara otomatis setelah tidak aktif selama 15 menit.

9. Siapkan proposal penelitian
Khusus untuk OCIS Fellowship, calon peserta harus menyiapkan proposal singkat mengenai rencana penelitian.

Proposal perlu menjelaskan:
- Bidang penelitian.
- Pertanyaan utama penelitian.
- Alasan penelitian penting dilakukan.
- Rencana atau metode penelitian.
- Bagaimana riset akan dilakukan selama berada di OCIS.

Ketentuan mengenai proposal penelitian tersebut tercantum dalam informasi resmi OCIS Fellowship.

Baca Juga: Syafruddin Prawiranegara, Gubernur Bank Indonesia yang Hidup Sederhana, Istrinya Jualan Sukun Goreng demi Keluarga

10. Periksa kembali aplikasi
Sebelum mengirim, periksa seluruh data dan jawaban. Pastikan informasi mengenai pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman riset, serta proposal penelitian sudah lengkap dan konsisten.

11. Submit aplikasi
Setelah seluruh bagian selesai, kirim aplikasi melalui sistem online.

Chevening menyatakan bahwa aplikasi harus diselesaikan secara daring dan tidak menerima pengajuan dalam bentuk kertas. Setelah berhasil dikirim, pelamar akan menerima email konfirmasi.

Link Pendaftaran dan Informasi Resmi
Calon peserta dapat menggunakan beberapa laman resmi berikut:

Baca Juga: BPS Catat Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta Orang di Tahun 2026

Pendaftaran Chevening:
Daftar Chevening – Apply

Informasi OCIS Fellowship:
Chevening Oxford Centre for Islamic Studies Fellowship

Panduan pengisian aplikasi:
How to Apply to Chevening

Ketiga laman tersebut merupakan laman resmi Chevening sehingga calon peserta sebaiknya menghindari tautan pendaftaran dari situs pihak ketiga.

Pendaftaran Dibuka hingga 6 Oktober 2026
Untuk siklus yang dibahas dalam program Chevening OCIS Fellowship 2027, pendaftaran disebut berlangsung hingga 6 Oktober 2026 pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB.

Namun, pelamar perlu memperhatikan bahwa jadwal fellowship berbeda dengan jadwal Chevening Scholarship biasa.

Baca Juga: Tanpa Cash, Ini Daftar Kartu Elektronik dan Aplikasi untuk Promo Transportasi Rp1 Jakarta

Chevening sendiri menegaskan bahwa timeline untuk fellowship dapat berbeda dari scholarship.

Karena laman OCIS yang dapat diakses saat ini menampilkan status “Closed for applications”, calon peserta sebaiknya memastikan kembali bahwa periode aplikasi 2027 telah tersedia di portal resmi sebelum mengirimkan berkas.

Ada Dua Tahap Wawancara
Proses seleksi OCIS Fellowship terdiri dari dua putaran wawancara.

Pada tahap pertama, kandidat akan mengikuti wawancara bersama perwakilan British Embassy atau British High Commission.

Baca Juga: Spesial HUT RI ke-81: Pemprov DKI Hadirkan Tarif Rp1 untuk Transjakarta, LRT, dan MRT

Pelamar perlu menjelaskan alasan memilih fellowship, kesesuaian pengalaman dan latar belakang, motivasi mengikuti program, serta minat penelitian yang ingin dikembangkan.

Kandidat yang berhasil melewati tahap pertama akan mengikuti wawancara final bersama perwakilan Oxford Centre for Islamic Studies.

Pada tahap kedua, pembahasan akan lebih mendalam mengenai minat dan rencana penelitian kandidat.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Tersangka Penistaan Agama Saat Konser Musik di Ancol

Kesempatan Meneliti Dunia Islam di Oxford
Bagi akademisi, peneliti, dan profesional Indonesia yang telah memiliki pengalaman panjang, Chevening OCIS Fellowship 2027 dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan penelitian di lingkungan akademik Oxford.

Program ini bukan sekadar kesempatan tinggal di Inggris, tetapi memberikan ruang bagi peserta untuk mengerjakan penelitian mandiri, membangun jejaring internasional, serta bertukar gagasan dengan komunitas akademik yang memiliki perhatian terhadap dunia Islam.

Dengan hanya enam kandidat yang dipilih, persaingan tentu cukup ketat.

Karena itu, pelamar perlu memastikan persyaratan terpenuhi, menyiapkan proposal penelitian yang kuat, dan mengikuti seluruh proses aplikasi melalui portal resmi Chevening.

Bagi calon peserta dari Indonesia, hal terpenting adalah mengecek status pendaftaran OCIS secara langsung di laman resmi sebelum mengajukan aplikasi, mengingat informasi jadwal fellowship dapat berbeda dengan Chevening Scholarship dan status laman program dapat berubah. ***