POJOKSATU.id — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan Program Beasiswa Atlet Berprestasi 2025, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi atlet muda Indonesia.

Banyak atlet menghadapi tantangan ketika ingin melanjutkan pendidikan tinggi, mulai dari jadwal latihan yang padat, karier olahraga yang singkat, hingga keterbatasan finansial.

Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut, memastikan para atlet bisa mengejar mimpi akademik tanpa meninggalkan jalur prestasi olahraga.

Baca Juga: Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, Pemprov Jateng Siapkan untuk Profesioal Saintek hingga Ahli Kajian Islam

Kebijakan ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Poin 4 Butir 58 yang menegaskan bahwa perguruan tinggi wajib menyediakan minimal 5% kuota beasiswa bagi peserta didik berprestasi, termasuk atlet nasional.

Program ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya pembangunan SDM unggul, sehat, dan produktif.

Ruang Lingkup Program Beasiswa

Beasiswa diberikan kepada atlet yang meraih juara 1, 2, atau 3 pada ajang resmi nasional maupun internasional.

Ajang itu diantaranya adalah Olimpiade, Asian Games, SEA Games, PON, serta kejuaraan yang diakui Kemenpora atau induk organisasi cabang olahraga.

Baca Juga: Arti Video UKIN Hilang dari Sistem, Ternyata Bukan Pertanda Bapak Ibu Guru Lulus UKPPPG!

Bentuk bantuan meliputi:

-Biaya pendidikan di perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemendiktisaintek.

-Bantuan biaya hidup selama masa studi.

Pengelolaan program dilakukan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek, bekerja sama dengan Kemenpora dan perguruan tinggi penerima.

Kuota penerima ditetapkan setiap tahun dan usulan diajukan melalui sistem beasiswa atlet oleh Kemenpora.

Peluncuran dan Kolaborasi

Peluncuran program digelar Rabu, 22 Oktober 2025 di Auditorium Gedung D Kemendiktisaintek, Senayan, dihadiri Wamenpora RI Taufik Hidayat yang mewakili Menpora Erick Thohir.

Program ini merupakan kolaborasi lintas lembaga seperti Kemenpora, Kemendiktisaintek, Kantor Staf Presiden (KSP), Kemenko PMK, serta Bappenas.

Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Mochammad Afifuddin, Ketua KPU Habiskan Anggaran Rp90 Miliar Demi Sewa Jet Pribadi

Dalam sambutannya, Wamenpora menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan atlet tidak hanya sukses di arena olahraga, tetapi juga berhasil sebagai insan akademis dan masyarakat.

Kerja sama antarkementerian dianggap sebagai bukti nyata sinergi untuk membangun SDM unggul dan berdaya saing global.

Selain itu, Kemenpora juga terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi serta mendorong pengembangan program student athlete.

Sistem ini memungkinkan mahasiswa tetap berprestasi di olahraga tanpa harus mengorbankan studinya.

“Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda agar mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan olahraga, serta memperkuat budaya sportivitas di lapangan dan kampus,” ujar Wamenpora Taufik.

Baca Juga: TKA Telah Tiba! Ini Jadwal, Bentuk Soal, dan Durasi Pengerjaan Tes Tiap Mata Pelajaran, Semua Jenjang

Sasaran dan Manfaat Program

Beasiswa ditujukan bagi:

-Mahasiswa baru atau ongoing di perguruan tinggi dalam koordinasi Kemendiktisaintek.

-Atlet berprestasi yang diusulkan Kemenpora.

-Mahasiswa aktif dan tidak menerima beasiswa lain yang bersumber dari APBN/APBD.

Wamenpora menegaskan pentingnya memastikan masa depan para atlet setelah pensiun dari arena kompetisi, sehingga mereka memiliki kesempatan berkarier sebagai profesional, pelatih, pendidik, hingga pemimpin bangsa.

Pada sesi peluncuran, Wamenpora bersama pejabat terkait menekan layar peluncuran program dan menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada Shahnaz Gunantika Mumtaz, atlet balap sepeda berprestasi.

Baca Juga: Bus PO Haryanto Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Batang, Ini Identitas 3 Penumpang yang Tewas

Kuota dan Harapan ke Depan

Pada tahun 2025, beasiswa diberikan kepada 200 mahasiswa atlet dari 70 perguruan tinggi di Indonesia.

Harapannya, program ini dapat melahirkan generasi atlet akademis yang unggul secara intelektual, sportif secara moral, dan inspiratif secara sosial.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto melalui Wamen Fauzan menyampaikan bahwa beasiswa ini bukan hanya penghargaan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia.

Dengan dukungan akademik dan pembinaan yang kuat, para atlet diharapkan mampu membawa semangat juara untuk mendukung Indonesia Emas 2045. ***