POJOKSATU.id - Kabar baik bagi lulusan SMA/SMK dan sederajat di Kabupaten Garut.
Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026 kembali dibuka.
Hingga saat ini, masih terdapat 109 desa dan kelurahan di 36 kecamatan yang slot beasiswanya masih tersedia sehingga masyarakat berkesempatan mendaftar menjadi calon penerima.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di setiap desa dan kelurahan.
Baca Juga: Program GEMA Jawa Barat Resmi Dimulai, 1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke 364 Sekolah Selama 6 Bulan
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, proses pelaksanaan program dimulai sejak awal Juli 2026 dan akan berlanjut hingga penetapan calon penerima pada Agustus 2026.
Berikut tahapan pelaksanaan Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026:
Sosialisasi ke kecamatan serta desa/kelurahan oleh Tim Teknis Kabupaten pada 6-10 Juli 2026.
Pengumuman program oleh desa dan kelurahan pada 13-14 Juli 2026.
Pendaftaran calon peserta di desa dan kelurahan pada 15-20 Juli 2026.
Baca Juga: Menuju Era Literasi Modern, Perpustakaan Gasibu Siap Bertransformasi Digital
Perpanjangan pendaftaran apabila diperlukan pada 21-22 Juli 2026.
Seleksi administrasi, wawancara di tingkat desa/kelurahan, serta pengumuman hasil seleksi pada 23-25 Juli 2026.
Masa sanggah pada 27 Juli 2026.
Pengusulan calon dari desa dan kelurahan ke tingkat kabupaten beserta kelengkapan berkas pada 28-31 Juli 2026.
Validasi oleh Tim Teknis Kabupaten pada 3-5 Agustus 2026.
Baca Juga: Perkuat Sektor Pendidikan, Pemprov Jabar Terjunkan 1.147 Mahasiswa UPI ke Pelosok Daerah
Penetapan oleh Tim Teknis sekaligus pengusulan Keputusan Bupati pada 6 Agustus 2026.
Adapun sebanyak 109 desa dan kelurahan yang masih memiliki kuota penerima tersebar di 36 kecamatan, di antaranya Banjarwangi, Banyuresmi, Bayongbong, Bungbulang, Limbangan, Cibalong, Cibatu, Cigedug, Cihurip, Cilawu, Cisewu, Cisompet, Cisurupan, Kadungora, Karangpawitan, Leles dan Leuwigoong.
Lalu di Malangbong, Mekarmukti, Pakenjeng, Pameungpeuk, Pamulihan, Pangatikan, Pasirwangi, Peundeuy, Samarang, Selaawi, Singajaya, Sucinagara, Sukawening, Cikelet, Cikajang, Talegong, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, hingga Wanaraja.
Calon penerima nantinya dapat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi yang telah bekerja sama dalam program tersebut.
Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Pemprov Jabar 'Jodohkan' Sekolah Maung dengan Industri
Pilihan kampus cukup beragam, mulai dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Universitas Garut, STIE Yasa Anggana, Sekolah Tinggi Hukum Garut, STAI Al Musaddadiyah, STIKES YPSDMI, STISIP Samudera Indonesia Selatan dan IAI Persis.
Selain itu juga di STIEBS NU, STAI Muhammadiyah, STAI Siliwangi, STIT Qurrota A'yun, STEI Yapisha, STAI KH Badruzzaman, Institut Teknologi Garut (ITG), hingga Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA).
Program studi yang tersedia juga sangat beragam, meliputi bidang teknologi informasi, sistem informasi, rekayasa perangkat lunak, teknik sipil, teknik industri, arsitektur, manajemen, akuntansi, administrasi publik dan hukum.
Baca Juga: Dua Alasan Penahanan Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Tak Sah, Termasuk Penerbitan SPDP
Ada juga bidang kesehatan masyarakat, agribisnis, peternakan, pariwisata, pendidikan, ekonomi syariah, pendidikan agama Islam, komunikasi dan penyiaran Islam, hingga berbagai program studi lainnya.
Masyarakat yang berasal dari desa atau kelurahan yang masih memiliki kuota diimbau segera melakukan pendaftaran sesuai jadwal melalui pemerintah desa atau kelurahan masing-masing agar dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tidak datang setiap saat.
Program ini menjadi harapan bagi banyak generasi muda Garut untuk meraih cita-cita sekaligus membawa perubahan bagi desa dan lingkungan tempat mereka tumbuh.***




