POJOKSATU.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 kepada mereka yang memenuhi syarat.

Pencairan BSU ini dilakukan langsung ke rekening penerima tanpa melalui perantara.

Namun sayangnya ditengah proses pencairan BSU oleh Kemnaker justru banyak penerima yang menjadi sasaran penipuan digital.

Banyak sekali tautan palsu yang mengatasnamakan pencairan BSU Kemnaker.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Lantik 2 Dirut BUMD, Begini Pesannya

Tautan ini biasanya dikirim ke nomor WhatsApp masyarakat.

Tentu kondisi seperti ini membuat masyarakat menjadi resah.

Menyikapi hal ini, Kemnaker pun memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran tautan palsu yang mengatasnamakan pencairan BSU ini.

Kemnaker pun menjelaskan ciri-ciri tautan atau link BSU palsu, di antaranya adalah:

Baca Juga: Transformasi Pendidikan Digital Indonesia Melalui Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di Sekolah

1. Domain mirip dengan situs resmi akan tetapi terdapat perbedaan penulisan

2. Permintaan data pribadi yang berlebihan salah satunya pin atau nomor rekening

3. Pada tampilan website terlihat tidak bagus banyak penulisan kata yang salah

4. Tautan dikirim melalui WhatsApp oleh nomor yang tidak dikenal

Baca Juga: Peraturan Pola Tidur Siswa Diatur, Tak Boleh Bawa Handphone di Sekolah Rakyat.

5. Dijanjikan pencairan BSU secara cepat

Apabila menemui link atau tautan BSU seperti di atas maka bapak ibu harus waspada.

Kemnaker menekankan bahwa tautan resmi milik pemerintah hanyalah bsu.kemnaker.go.id.

Dalam proses pencairan BSU ini tidak dikenakan biaya apapun.

Baca Juga: Sekolah Swasta Terkena Dampak Kebijakan Dedi Mulyadi, Masa MPLS Diikuti Sedikit Siswa di SMA Cimahi

Dan pemerintah juga tidak meminta nomor rekening bapak ibu guru.

Segala informasi terkait dengan BSU termasuk cara cek status penerima hanya bisa dilakukan melalui link bsu.kemnaker.go.id.

***