POJOKSATU.id – Semangat memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriyah masih menyala.

Konselor Universitas Djuanda (Unida) menggelar acara yang melibatkan santri dari Bina Tauhid (BINTA), International Tahfidz Boarding School (ITBS), serta Mahasiswa Bina Tauhid (MABIT).

Acara yang berlangsung di Aula Nurma Jamil Sultanah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta mengajarkan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diikuti lebih dari 40 santri, acara dimulai dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Ust. Saddam Husein, dilanjutkan dengan lantunan marhaba dan hadroh dari PP Mabit yang turut diikuti oleh para santri BINTA dan ITBS.

Baca Juga: Bentuk SOLIDARITAS untuk Palestina, FISIP UNIDA Deklarasikan Indonesian Student Association for Justice in Palestine, Suarakan Keadilan

Suasana penuh kehangatan terasa ketika MC Albi dan Asiah membawakan acara dengan penuh semangat, menciptakan interaksi yang akrab di antara para peserta.

Kebersamaan di antara santri ITBS semakin menguat saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Konselor Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., lalu memberikan pesan-pesan penting.

Prof. Martin menyoroti tiga aspek utama dari peristiwa Isra' Mi'raj.

Baca Juga: UNIDA dan Bakamla RI Jalin Kolaborasi, Sepakati Pemanfaatan Sumber Daya dan Tingkatkan Keamanan Laut, Ini Konsep Program Disampaikan Rektor UNIDA

"Terdapat tiga hal signifikan yang bisa diambil dari Isra' Mi'raj: Pertama, shalat sebagai kewajiban utama umat Islam yang langsung diperintahkan oleh Allah SWT.

Kedua, qishah (cerita) tentang perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Ketiga, ujian, yang mana setelah peristiwa Isra, banyak yang meragukan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan tersebut hanya dalam waktu satu malam, sehingga menimbulkan penentangan terhadap kisah Isra' Mi'raj," ungkap Prof. Martin.

Acara inti menghadirkan tiga penceramah utama, yaitu Ust. M. Rendi Ramadhani, Ust. Muhammad Maliki, dan Syeikh Nidhol.

Baca Juga: Kedaulatan Wilayah Laut Dicetuskan Ir. H. Djuanda, Bisa Dorong Pembangunan Berkelanjutan dan Adaptasi Perubahan Iklim, Chancellor UNIDA Ungkap Begini

Ketiganya memberikan tausiyah mengenai makna Isra' Mi'raj serta relevansinya dalam kehidupan modern.

"Sesungguhnya Isra dan Mi'raj merupakan mu'jizat Rasulullah SAW, dan ini adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada yang bisa mencapai Sidratul Muntaha kecuali Nabi; bahkan Malaikat Jibril tidak dapat naik ke tempat tersebut," ujar Syeikh Nidhol.

Para santri tampak antusias dan sepenuh perhatian saat menyimak materi yang disampaikan.

Baca Juga: Pesan MENOHOK Rektor UNIDA dan Chancellor Martin di Wisuda ke 50, Wisudawan DIBEKALI JURUS Menggenggam Dunia Meraih Akhirat, Begini Paparannya

Sebagai penutup, Ust. Saddam Husein memimpin doa bersama untuk memohon keberkahan dan kebaikan bagi seluruh peserta. Acara berakhir dalam suasana yang penuh keimanan dan kebersamaan.

"Acara ini sangat bermanfaat bagi saya, karena saya dapat memperdalam pemahaman tentang perjalanan spiritual Rasulullah SAW dan mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu santri BINTA.

Momentum peringatan Isra' Mi'raj ini menjadi sarana berharga bagi santri ITBS, BINTA, dan MABIT untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. ***