POJOKSATU.id - Ternyata banyak guru kecele ikut webinar abal-abal berharap sertifikat bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja PMM 2024.
Sudah capek-capek dan menyita waktu ikut webinar ditambah mengerjakan tugas dan lainnya, berharap sertifikat bisa jadi bukti dukung.
Alih-alih sertifikat bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM atau Platform Merdeka Mengajar.
Namun pada akhirnya sertifikat tersebut ternyata tidak bisa jadi bukti dukung.
Lalu seperti apa sertifikat yang dijamin diterima jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024?
Siapa saja penyelenggara webinar yang sertifikatnya diakui?
Karena itu silahkan simak pemaparan dalam artikel ini agar mendapat penjelasan lebih lengkap.
Link Disebar di WA dan Medsos
Seperti dicurhatkan salah seorang guru dari Kabupaten Bogor kepada redaksi Pojoksatu.id.
Demi kenyamanan dan keamanan guru tersebut, redaksi sengaja mengaburkan identitasnya.
Guru tersebut bercerita, dirinya tergabung dalam beberapa grup Whatsapp dan media sosial yang isinya didominasi guru atau pengajar.
Dari grup-grup tersebut selalu dibahas banyak hal yang berhubungan dengan aktiivitas guru.
Termasuk di antaranya adalah membahas soal sertifikat sebagai bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024.
Dia mengakui dari grup-grup tersebut memang kerap mendapat informasi dan berbagi informasi yang cukup berguna bagi dirinya.
Informasi makin ramai seiring ramainya pembahasan soal RHK atau rencana hasil kerja dan poin minimal 32 poin.
Sejak itu, kerap muncul informasi penyelenggaraan webinar dengan salah satu keuntungannya adalah mendapatkan sertifikat.
Informasi webinar, pelatihan dan seminar itu selalu dibagikan lengkap dengan link pendaftaran serta narasi yang 'menggiurkan'.
Tanpa pikir panjang, guru tersebut mengikuti arahan dari informasi tersebut.
Harapannya, semakin banyak webinar, pelatihan dan seminar yang diikuti, maka semakin banyak sertifikat yang didapat sebagai bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024.
Tema atau pembahasan dalam kegiatan itu juga masih seputar pengembangan kompetensi guru.
Satu per satu webinar, pelatihan dan seminar pun diikuti meski harus menghabiskan waktu untuk jadi pesertanya.
Sampai pada akhirnya ia mendapatkan satu per satu sertifikat yang diharapkan.
Akan tetapi kelegaan guru tersebut mendapat sertifikat seketika ambyar.
Itu setelah ia berkonsultasi dengan atasannya terkait sertifikat yang ia dapat dari webinar, pelatihan dan seminar yang sudah diikuti.
Tentu saja harapannya sertifikat-sertifikat tersebut bisa jadi bukti dukung.
Tapi ternyata, setelah berkonsultasi, ia mendapat penjelasan bahwa sertifikat yang ia dapat itu tidak bisa jad bukti dukung.
"Ternyata tidak semua penyelenggara sertifikatnya diakui di PMM. Jadi, tidak bisa jadi bukti dukung," sesalnya.
Guru tersebut juga mengaku menyesal tergiur dengan narasi webinar yang disebarkan melalui grup-grup Whatsapp dan grup-grup media sosial itu.
"Kalau tahu sertifikat tidak bisa jadi bukti dukung, nggak bakalan ikutan webinar abal-abal gitu," ujar dia.
Ironisnya, ternyata bukan hanya dirinya saja yang bernasib demikian.
Tapi juga ada sejumlah guru rekan sejatanya yang juga mengalami hal serupa dengan dirinya.
"Buat apa capek-capek kalau nggak ada gunanya," ucapnya.
5 Penyelenggara Webinar Diakui PMM
Dari pengakuan guru di atas Anda bisa belajar agar tidak sembarangan memilih ikut webinar yang tidak jelas penyelenggaranya.
Apalagi yang pada akhirnya sertifikat webinar, pelatihan dan seminar itu tidak bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024.
Berangkat dari curhatan guru tersebut, redaksi Pojoksatu.id akan menghadirkan 5 penyelenggara webinar, pelatihan dan seminar resmi.
Bukan saja resmi tapi sertifikat dari kegiatan yang diselenggarakan juga dijamin bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024.
Berikut ini daftarnya silahkan dicatat dan diingat-ingat agar tak bernasib seperti guru di atas.
1. Sertifikat dari Komunitas Belajar di PMM
Dalam PMM atau Platform Merdeka Mengajar, terdapat sejumlah komunitas belajar atau kombel yang terdaftar resmi.
Karena resmi dan diakui oleh PMM, maka sertifikat yang dikeluarkan kombel tersebut dipastikan bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja.
Karena itu, silahkan mengeksplor aplikasi PMM untuk meningkatkan kompetensi guru.
2. Sertifikat dari MKKS atau K3S
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS atau Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) adalah organisasi terdekat dengan guru.
Jika MKKS atau K3S menyelenggarakan webinar, pelatihan, atau seminar, jangan ragu untuk ikut.
Karena dijamin sertifikat yang dikeluarkan bisa jadi bukti dukung.
Baca Juga: Beda dengan Guru, Ini Daftar 18 RHK Kepala Sekolah Lengkap Bukti Dukung dan Jumlah Poinnya
Apalagi kedua organisasi tersebut merupakan kepanjangan tangan Dinas Pendidikan setempat.
Organisasi itu juga bertujuan membina guru sekaligus jadi partner kerja guru dalam melaksanakan aktivitasnya.
3. Sertifikat dari Organisasi Profesi Pendidikan
Ada banyak organisasi profesi pendidikan yang diakui Kemdikbud. Salah satunya adalah PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia
Jadi, jika PGRI menggelar kegiatan, maka sertifikat yang dikeluarkan pasti diakui jadi bukti dukung.
Selama sertifikat yang Anda dapat itu terdapat tandatangan ketua organisasi tersebut.
4. Sertifikat dari Dinas Pendidikan
Selain dari tiga sumber yang sudah disebutkan di atas, sertifikat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan setempat juga bisa jadi bukti dukung.
Baik itu Dinas Pendidikan kabupaten/kota arau Dinas Pendidikan Provinsi.
Sudah pasti, kegiatan yang diselenggarakan dinas pendidikan terjamin legalitasnya dan bisa dipertanggungjawabkan.
5. Sertifikat dari Kemdikbudristek
Yang terakhir adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek.
Entah sertifikat webinar, pelatihan, seminar, simposium maupun bimtek.
Dipastikan sertifikat Kemdikbudristek tersebut dijamin bisa jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024.
Demikian juga lembaga yang bekerjasama dengan Kemdikbudristek.
Seperti Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) atau Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN).
Karena itu, redaksi Pojoksatu.id menyarankan dan mengimbau para guru agar tidak sembarangan mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi yang tidak jelas.
Apalagi link kegiatan itu disebarkan secara masif melalui grup Whatsapp atau media sosial.
Terlebih jika penyelenggaranya tidak jelas atau di luar dari 5 lembaga yang sudah disebutkan di atas.
Anda juga harus ekstra waspada tidak sembarangan meng-klik link atau tautan yang tidak jelas dengan narasi yang menggiurkan.
Bisa saja itu adalah link yang sengaja disebarkan oleh komplotan penipuan.
Saat Anda meng-klik link palsu tersebut, maka bisa berakibat fatal dan Anda jadi korban penipuan online.
Itulah informasi 5 lembaga dimana sertifikat dijamin diakui jadi bukti dukung pada Pengelolaan Kinerja di PMM 2024. Semoga artikel ini bermanfaat.***




