POJOKSATU.ID – Sektor pendidikan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, tengah berjuang pulih setelah dilanda bencana banjir bandang dan longsor dahsyat pada 26–27 November 2025.

Bencana ini tidak hanya merusak fasilitas sekolah dan mengganggu akses belajar, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada kondisi psikologis dan kesejahteraan seluruh warga sekolah.

Menanggapi bencana tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengirimkan bantuan untuk mendukung penanganan dampak yang terjadi di sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Bantuan ini disambut baik dan menuai apresiasi serta rasa terima kasih dari para kepala sekolah dan guru di wilayah Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Lebih dari Rp11,1 Triliun TPG untuk 1,1 Juta Guru ASN Daerah

Kerusakan Parah di Sejumlah Sekolah

Sejumlah sekolah melaporkan tingkat kerusakan yang memprihatinkan akibat terjangan air bah yang membawa material lumpur, pasir, dan batu.

Di SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Kepala Sekolah Mirna Zulfianti menjelaskan bahwa banjir bandang telah merusak ruang laboratorium dan menggenangi tujuh ruang kelas di lantai bawah, perpustakaan, serta ruang kepala sekolah.

Lumpur tebal mencapai 50 cm memenuhi area sekolah, menuntut upaya pembersihan yang besar dan memakan waktu.

Situasi serupa dialami oleh SMP Negeri 2 Tanjung Raya yang posisinya berada tepat di tepi sungai.

Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?

Kepala Sekolah Sulastri menuturkan bahwa meskipun bangunan sekolah tidak roboh, seluruh ruangan dipenuhi material lumpur tebal akibat banjir bandang pada 27 November.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Tanjung Raya juga mengalami kerusakan luas.

Kepala Sekolah Lydia Ningsih menyebutkan bahwa ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang multimedia, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru, dan perpustakaan terendam lumpur setinggi 30 hingga 60 cm.

Bantuan sebagai Penyangga Moral dan Fisik

Para kepala sekolah sepakat bahwa bantuan cepat dari Kemendikdasmen sangat berarti di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.

Bantuan tersebut dianggap krusial untuk segera memulai pemulihan fasilitas dan memastikan keberlanjutan pembelajaran bagi siswa.

Menurut Kepala SMPN 2 Tanjung Raya, bantuan yang datang dari Kementerian ini berfungsi sebagai penyemangat besar bagi seluruh staf untuk segera bangkit dan mulai berbenah.

Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?

Kepala SMAN 1 Tanjung Raya, Lydia Ningsih, menambahkan bahwa perhatian yang diberikan Menteri tidak hanya meringankan beban pemulihan infrastruktur.

Tetapi juga memberikan dukungan moral yang kuat bagi para guru, siswa, dan keluarga yang terdampak bencana.

Ia berharap pemulihan fasilitas sekolah dapat terus berlanjut agar proses pembelajaran di sekolah dapat kembali berjalan normal sepenuhnya.

Dengan adanya dukungan ini, komunitas pendidikan di Agam kini memiliki harapan besar untuk segera memulihkan kondisi sekolah.

Serta mempertahankan keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah masa sulit.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala