POJOKSATU.ID – Di tengah pencairan berbagai program bansos akhir tahun 2025, bantuan ATENSI YAPI diam-diam mulai masuk ke rekening KKS Bank Mandiri.
Namun berbeda dengan program lain yang langsung viral saat cair, bantuan untuk anak yatim, piatu, dan yatim-piatu ini justru banyak tidak diketahui oleh penerimanya.
Para pendamping sosial di sejumlah daerah melaporkan bahwa banyak rekening sudah terisi, tetapi orang tua asuh atau wali belum mengecek saldo.
Akibatnya, bantuan triwulan Oktober–Desember 2025 yang mencapai Rp600.000 per anak berpotensi tidak segera digunakan.
Baca Juga: MUI Desak Pemerintah Tindak Perusahaan yang Diduga Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra
Salah satu penyebab keterlambatan pengecekan adalah minimnya notifikasi resmi.
Penerima tidak mendapatkan pesan SMS dari bank, dan banyak wali anak yatim belum terbiasa menggunakan aplikasi perbankan.
Pendamping sosial di beberapa daerah seperti Bandung, Bogor, hingga Surabaya mengaku harus melakukan pengecekan manual agar memastikan dana benar-benar tersalurkan.
Masuknya ATENSI YAPI jelang tutup tahun menegaskan arah kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Ini Daftar Materi SKB saat CPNS 2024 di Sejumlah Instansi, dari Kementerian hingga Lembaga Negara
Perlindungan anak yatim/piatu menjadi prioritas sosial yang tidak kalah penting dari PKH atau BLT Kesra.
Program ini menargetkan anak dalam situasi rentan agar tetap mendapat akses pendidikan, gizi, dan kebutuhan dasar tanpa bergantung sepenuhnya pada keluarga besar.
Pendamping sosial mengimbau wali anak penerima manfaat untuk:
rutin mengecek ATM/KKS Mandiri,
menggunakan mobile banking,
atau bertanya ke kelurahan bila tidak yakin rekeningnya aktif.
Banyak kasus menunjukkan bantuan sudah cair sejak akhir November, tetapi baru diambil pada pertengahan Desember karena penerima tidak mengecek rekening sama sekali.
Bantuan yang tidak ditarik dalam periode tertentu memang tidak hangus, namun bisa:
terlambat digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti uang sekolah dan gizi anak,
memicu saldo pasif yang membuat monitoring lebih lambat,
menunda pencairan triwulan berikutnya di beberapa daerah.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Utamakan Perlindungan Anak Lewat Pendekatan Humanis dalam Penanganan ATS
Jika proses penyaluran ATENSI YAPI berjalan lancar pada Desember 2025, program ini berpeluang besar dilanjutkan di tahun 2026.
Pemerintah menilai bantuan tunai langsung untuk anak yatim/piatu adalah bentuk perlindungan sosial yang paling efektif dan tepat sasaran.***




