POJOKSATU.id - Universitas Syiah Kuala (USK) mengklarifikasi kabar “Kritis 10 mahasiswa KKN USK terjebak di Samarkilang, Bener Meriah” di tengah bencana banjir.

Dilansir dari laman resmi kampus, Minggu, 7 Desember 2025, Rektor USK Prof Marwan menegaskan setelah melalui verifikasi internal, USK memastikan bahwa bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait “Kritis 10 mahasiswa KKN USK terjebak di Samarkilang, Bener Meriah” adalah tidak benar.

Prof Marwan menjelaskan saat ini tidak ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) USK yang sedang berlangsung, termasuk di wilayah Samarkilang, Kabupaten Bener Meriah dan di wilayah lainnya.

Baca Juga: Bansos Hanya untuk Pangan Rumah Tangga, Pinjol Cicilan Bawa Risiko Diblokir

Penegasan lainnya disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK Prof Mudatsir.

Dia menyesalkan penyebaran informasi menyesatkan ini, karena sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat maupun pihak keluarga mahasiswa.

Prof Mudatsir menuturkan tidak ada mahasiswa KKN USK yang berada di lokasi KKN sekarang.

"Semua program KKN sudah selesai. Sedangkakan KKN yang akan dilaksanakan akhir Desember 2025 sampai Januari 2026 baru selesai pembekalan beberapa minggu lalu dan belum berangkat ke lokasi," jelasnya dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Uang Bansos Dipakai Cicilan atau Pinjol? Bisa Dicabut, Kemensos Tegaskan Aturan 2025

“USK menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar dan tidak ada penugasan mahasiswa ke Samarkilang Kab Bener Meriah maupun lokasi lainnya," sambungnya.

Dia meminta meminta masyarakat untuk tidak mempercayai maupun menyebarkan informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi universitas.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) yang sedang magang/PKPA di Kabupaten Bener Meriah, atas koordinasi dan bantuan berbagai pihak telah berhasil dipulangkan via jalur udara pada tanggal 2 Desember 2025 lalu.

Para mahasiswa PSPPA kembali dalam keadaan kondisi sehat.

Baca Juga: Prabowo Akan Beli 200 Helikopter Mulai Januari, Demi Kesiapsiagaan Bencana atau Demi Menghindari Kritik?

Sedangkan, Tim Tanggap Bencana UKM PA Leuser USK telah berhasil menembus lokasi bencana yang berada di KM 57 jalan menuju Bener Meriah atau Desa Wih Porak.

Tim ini sebelumnya bergerak dari Bireuen untuk membantu korban bencana di wilayah tengah Aceh tersebut.

Rektor USK Prof Marwan mengatakan, berdasarkan hasil pantauan Tim Leuser USK ini, kondisi jalan di lokasi tersebut dalam kondisi baik untuk dilalui kendaraan.

“Bahkan truk pun dapat melintasi hingga titik lokasi terakhir tersebut. Di Lapangan Blang Rakal, Tim ini juga melihat ada bantuan yang datang melalui helicopter,” ucapnya.

Tim UKM PA Leuser USK ini akan melakukan pemindahan jalur lintasan sling baja dari tempat semula yaitu titik luar masjid menuju bagian dalam masjid. Hal ini dikarenakan adanya Pembangunan jembatan darurat.

Baca Juga: Tidak Mau Dibantu, Bansos Dicabut, Begini Mekanisme Penolakan di 2025

Dengan keberhasilan tim ini, maka bantuan logistik untuk tujuan distribusi ke Bener Meriah sudah bisa di-drop ke Posko Bireuen.

Sebab sudah adanya akses terjauh yaitu KM 57 atau Desa Wih Porak yang berada di jalur menuju Bener Meriah.

Untuk itulah, Rektor menyampaikan terima kasih dan sangat mengapresiasi dedikasi dari Tim mahasiswa USK ini atas keberhasilan mereka menembus titik lokasi bencana tersebut.

“Apa yang mereka lakukan ini sangatlah penting karena membuka akses distribusi bantuan ke daerah tersebut. Karena kita tahu, masih banyak titik lokasi bencana lainnya yang belum dapat ditembus, sehingga menyulitkan distribusi logistik,” jelas Prof Marwan. ***