POJOKSATU.ID - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial mengaku resah setiap kali mendengar kabar bansos cair.

Tak sedikit yang bolak-balik ke ATM hanya untuk mengecek saldo, meski belum ada informasi resmi dari pendamping sosial.

Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah takut kartu ATM atau KKS terblokir akibat terlalu sering gagal transaksi.

Padahal, dalam mekanisme penyaluran bansos, ada peran penting pendamping sosial yang sering luput dipahami KPM.

Baca Juga: Geger! Prabowo Ngamuk di Depan Publik, Sindir Direksi BUMN 'Dablek'Minta Bonus Padahal Rugi

Pendamping Sosial Jadi Sumber Informasi Resmi

Dalam sistem bantuan sosial, pendamping sosial memiliki tugas memberi informasi kepada KPM jika bansos sudah benar-benar cair dan siap digunakan.

Informasi ini biasanya disampaikan melalui grup warga, pengumuman desa, atau pemberitahuan langsung.

Artinya, KPM sebenarnya tidak perlu mengecek ATM setiap hari.

Jika dana sudah bisa diambil atau digunakan, pendamping sosial akan memberi tahu sesuai wilayah dampingannya.

Baca Juga: Bukan Dibedakan! Ini Alasan Resmi KPM Terima BPNT Rp200 Ribu atau Rp400 Ribu

Kenapa Bansos Tidak Langsung Dicek ke ATM?

Tidak semua bansos bisa langsung dicek atau ditarik tunai.

Beberapa bantuan seperti BPNT hanya bisa digunakan di e-warong, sementara bansos lain disalurkan bertahap dan membutuhkan sinkronisasi sistem bank.

Jika KPM terlalu sering mencoba transaksi sebelum sistem siap, hasilnya tetap gagal meski saldo sudah dijadwalkan cair.

Benarkah ATM Bisa Terblokir?

Secara umum, cek saldo tidak akan membuat ATM terblokir. Namun, masalah bisa muncul jika:

Salah memasukkan PIN berkali-kali

Memaksa tarik tunai pada bantuan non-tunai

Menggunakan kartu di mesin bermasalah

Inilah yang sering terjadi saat KPM panik dan berulang kali mencoba transaksi tanpa kepastian informasi.

Baca Juga: Heboh! Dirjen Pajak Tegaskan Pegawainya Bisa Jadi Ahli Neraka Jika Lakukan Ini!

Peran Pendamping Mencegah Kesalahan KPM

Pendamping sosial tidak hanya menyampaikan kabar pencairan, tetapi juga:

Menginformasikan jenis bansos yang cair

Menjelaskan cara pencairan yang benar

Menghindari kesalahan transaksi KPM

Memastikan e-warong atau ATM sudah siap

Dengan menunggu informasi dari pendamping, KPM justru lebih aman dan terhindar dari risiko kartu bermasalah.

Kenapa Informasi Disampaikan Bertahap?

Penyaluran bansos dilakukan tidak serentak, tergantung kesiapan sistem dan wilayah.

Baca Juga: Tak Cuma Gaji, Ini Sumber Penghasilan yang Didapatkan Guru di Tahun 2026

Karena itu, pendamping sosial menunggu data resmi sebelum menyampaikan ke KPM agar tidak terjadi kebingungan.

Jika KPM datang ke ATM sebelum waktunya, hampir dipastikan hasilnya nihil.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan KPM?

Agar lebih tenang dan aman, KPM disarankan:

Menunggu informasi resmi dari pendamping sosial

Tidak bolak-balik ke ATM tanpa kepastian

Menjaga kartu KKS dan PIN dengan baik

Bertanya langsung ke pendamping jika ragu

Tidak percaya isu cair dari sumber tidak jelas

Pemerintah mengingatkan bahwa bansos tidak pernah mengharuskan KPM mengecek ATM setiap hari.

Baca Juga: Fantastis! Kilang Balikpapan Resmi Jadi Proyek Rp123 Triliun Termahal dalam Sejarah RI

Informasi resmi selalu disampaikan melalui jalur pendampingan atau aparat setempat.

Dengan memahami mekanisme ini, KPM diharapkan lebih tenang, tidak panik, dan terhindar dari risiko kartu terblokir akibat kesalahan transaksi.***