POJOKSATU.ID - Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) kini semakin transparan dan terpantau.

Pemerintah melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) menyediakan fitur monitor data salur bansos yang dapat diakses langsung oleh pendamping sosial di wilayah masing-masing.

Melalui sistem ini, pendamping dapat mengetahui secara pasti apakah bantuan sosial sudah disalurkan atau masih dalam proses.

SIKS-NG merupakan sistem terintegrasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesejahteraan sosial, mulai dari pendataan, verifikasi, hingga penyaluran bansos.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka, Ini Skema Pendaftaran Baru yang Wajib Dipahami Pelamar

Salah satu fungsi pentingnya adalah memantau status salur bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dengan fitur ini, pendamping sosial tidak lagi hanya mengandalkan laporan lisan atau perkiraan di lapangan.

Melalui menu data salur di SIKS-NG, pendamping sosial dapat melihat informasi detail terkait bansos yang diterima KPM.

Data yang ditampilkan umumnya mencakup jenis bantuan, tahap penyaluran, serta status apakah bantuan sudah salur, belum salur, atau masih proses.

Baca Juga: Mentan Amran Bikin Riuh Acara Panen Raya Gara-gara Salah Sebut Nama Gubernur Jabar

Informasi ini menjadi acuan penting dalam menjalankan tugas pendampingan secara akurat.

Keberadaan fitur monitor data salur bansos ini sangat membantu pendamping sosial dalam memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Selama ini, banyak KPM yang bertanya apakah bantuan sudah cair atau belum.

Dengan mengacu pada data resmi di SIKS-NG, pendamping dapat menjawab pertanyaan tersebut secara objektif dan berbasis sistem.

Selain meningkatkan transparansi, pemantauan data salur bansos di SIKS-NG juga berfungsi sebagai alat pengawasan.

Jika ditemukan bantuan yang belum tersalurkan padahal status penerima masih aktif, pendamping sosial dapat segera melakukan tindak lanjut.

Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan atau kendala penyaluran yang berlarut-larut.

Baca Juga: Panglima Militer Iran Tidak Takut dengan Ancaman Amerika Serikat, Kami Tidak Akan Mentolerir

Pendamping sosial juga berperan memastikan data KPM tetap valid.

Melalui SIKS-NG, mereka dapat mencocokkan status salur dengan kondisi di lapangan.

Apabila ada ketidaksesuaian, seperti KPM yang sudah tidak memenuhi syarat namun masih tercatat, pendamping dapat mengusulkan pembaruan data sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemerintah menekankan bahwa data pada SIKS-NG bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai hasil pemadanan serta verifikasi terbaru.

Baca Juga: Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu Disorot, Janji Rp7 Juta, Mahasiswa Hanya Terima Rp4 Juta

Oleh karena itu, status salur bansos yang terlihat hari ini bisa saja diperbarui pada waktu berikutnya.

Pendamping sosial diminta rutin memantau sistem agar informasi yang disampaikan kepada KPM selalu terkini.

Dengan sistem ini, penyaluran bansos diharapkan semakin tepat sasaran dan akuntabel.

Pendamping sosial menjadi ujung tombak dalam memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Peran mereka tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjembatani komunikasi antara sistem dan kondisi nyata di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat jika ingin mengetahui status bansos.

Informasi yang bersumber dari SIKS-NG merupakan data resmi pemerintah, sehingga lebih akurat dibandingkan isu atau kabar yang beredar di luar jalur resmi.

Pemanfaatan SIKS-NG sebagai alat monitor data salur bansos menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas program bantuan sosial.

Dengan dukungan pendamping sosial, diharapkan penyaluran bansos berjalan lebih lancar, tepat waktu, dan tepat sasaran.***