POJOKSATU.ID - Pemerintah bersama bank penyalur dan instansi terkait mulai mempercepat penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) jelang akhir tahun 2025.
Program seperti PKH dan BPNT tahap 4 menunjukkan progres penting dalam sistem pendataan, yang berdampak pada pencairan dana ke rekening penerima.
Di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), sejumlah KPM menemukan status bantuan mereka berubah menjadi SI (Standing Instruction).
Baca Juga: Ramai Isu Potongan 4 Persen, Bupati Bangkalan Tegaskan Gaji PPPK Paruh Waktu Aman
SI (Standing Instruction) atau perintah permanen pemindahbukuan dana.
Status ini berarti perintah pemindahbukuan telah diterbitkan oleh bank penyalur, sehingga dana bantuan secara teknis sudah siap masuk ke rekening penerima.
Dengan perubahan ini, KPM dianjurkan mengecek saldo KKS melalui ATM atau buku rekening di bank penyalur untuk memastikan dana benar-benar telah tersedia.
Baca Juga: 'Akhirnya Kami Diakui’, Air Mata Bahagia Honorer Saat Terima SK PPPK di GOR Tawangalun
Pengecekan langsung juga bisa dilakukan melalui operator SIKS-NG di tingkat desa atau pendamping sosial untuk memastikan status bantuan.
Selain PKH dan BPNT, perhatian publik juga tertuju pada pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900.000 yang masuk dalam gelombang ketiga.
Bantuan ini dirancang sebagai rapelan untuk tiga bulan sekaligus , Oktober, November, dan Desember 2025.
Baca Juga: ASN Wajib Tahu! BKN Terapkan Lemari Digital Gratis untuk Perlindungan Dokumen ASN
Sehingga nominal yang diterima relatif lebih besar dibanding pencairan rutin bulanan.
KPM yang belum melihat saldo dana masuk di akhir tahun tetap diimbau memantau secara berkala hingga batas pencairan ditutup.
Termasuk kemungkinan pencairan susulan pada awal tahun 2026. ***




