POJOKSATU.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Muhajirin menjadi satu-satunya madrasah perwakilan Jawa Barat yang mengikuti kegiatan Anti Corruption Academy (ACA) 2024.
Acara ini berlangsung selama lima hari, dari 24 hingga 28 Juni 2024, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta.
Tiga guru dari MTs Al-Muhajirin, yaitu Amit Saepul Malik (Kepala MTs Al-Muhajirin), Ahmad Taufik Hidayat, dan Cucu Suminar, mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam wawasan tentang Pendidikan Anti Korupsi (PAK).
Baca Juga: Soal Tudingan Korupsi Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
“KPK tidak punya sekolah untuk mendidik. Yang punya sekolah adalah bapak/ibu sekalian. KPK masih mencari bentuk bagaimana sesungguhnya menitipkan karakter kepada siswa, paling tidak harus ada kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab kepada peserta didik,” ujar Nurul Ghufron, selaku Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ghufron menekankan, pendidikan antikorupsi tidak hanya tentang membangun karakter, tetapi juga terkait dengan ekosistem dan tata kelola di sekolah.
Ketiga dimensi ini penting untuk menciptakan pendidikan antikorupsi yang komprehensif.
“KPK hanya memberikan pemantik, kemudian sekolah yang menerapkan, lalu kami harap sekolah juga bisa memberikan feedback agar tahun depan kami bisa memperbaiki yang masih kurang,” tambah Ghufron.
Aida Ratna Zulaiha, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, menjelaskan bahwa sasaran Pendidikan Antikorupsi Formal mencakup Pendidikan Anak Usia Dini/Berbasis Keluarga, Pendidikan Dasar/Menengah, Pendidikan Tinggi/Sekolah Kedinasan, dan Pendidikan Kedinasan.
Kepala MTs Al-Muhajirin, H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I., merasa bersyukur dan bangga atas terpilihnya madrasahnya sebagai peserta ACA 2024.
Baca Juga: Blak-blakan Sebut Alasan Keluar dari Coboy Junior, Bastian Steel : Masalah Duit
“Materi yang disampaikan oleh para pemateri sangat bermanfaat dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Terutama sebagai guru wajib menyampaikan materi bermanfaat ini kepada rekan-rekan kerja di sekolah, dan tentunya kepada peserta didik,” ujar H. Amit.
H. Amit meyakini bahwa pendidikan antikorupsi harus diajarkan sejak dini untuk membangun generasi muda yang berintegritas dan antikorupsi.
Kegiatan ACA 2024 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan para guru dalam mengimplementasikan PAK di sekolahnya masing-masing, sehingga dapat mencetak generasi muda yang berkarakter dan antikorupsi.***



