POJOKSATU.ID - Saat jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia tengah menanti detikdetik transfer BLT Kesra Rp900.000.
Para bandit siber justru bergerak jauh lebih cepat.
Mereka kini tengah melancarkan serangan masif berupa link penipuan yang berkedok Cek Status dan Klaim Dana BLT Kesra.
Tautan palsu ini sekarang mengepung grup WhatsApp (WA) dan Facebook, siap menjerat warga yang lengah untuk mencuri data pribadi paling sensitif Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga foto KTP!
Baca Juga: Uang Rp 1.000 Jadi Rp 1? Ini Alasan Pemerintah Siapkan Redenominasi Rupiah Mulai 2026
Waspada! Kemensos menegaskan, situs resmi mereka tak pernah meminta data sensitif Anda melalui link yang beredar liar.
Penyaluran BLT Kesra Triwulan IV yang masih berlangsung membuat masyarakat berada dalam kondisi panik ingin segera memastikan status pencairan.
Situasi inilah yang dimanfaatkan sempurna oleh sindikat kejahatan siber.
Baca Juga: Uang Sitaan Koruptor untuk Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh? Mending Sita Aset Luhut dan Jokowi
Modus yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut:
1. Penyebaran Agresif Link dikirim dengan pesan provokatif seperti Selamat! Anda Terpilih Menerima BLT Kesra Rp900.000. Klik di sini untuk Klaim Sekarang!
2. Penciptaan Website Mirip Korban akan diarahkan ke laman website yang didesain mirip dengan situs resmi pemerintah (menggunakan logo Kemensos atau Bantuan Sosial).|
3. Memancing Data Sensitif Situs palsu tersebut meminta korban mengisi NIK, nama lengkap, tanggal lahir, bahkan meminta upload foto KTP dengan dalih validasi pencairan.
Baca Juga: BLT Kesra Rp 900.000 November 2025 Cair di Berbagai Daerah Sudah Dimulai!
4. Tujuan Akhir Data sensitif yang berhasil dikumpulkan (disebut praktik Phishing) kemudian dijual kembali di pasar gelap atau digunakan untuk pinjaman online ilegal, pembukaan rekening palsu, atau penipuan social engineering lainnya.
Ciri-Ciri Link Palsu yang Harus Anda Hindari
Jangan pernah klik tautan yang memiliki ciri-ciri berikut, karena itu 99% adalah jebakan phishing
1. Domain Mencurigakan Alamat website tidak berakhiran .go.id
Biasanya menggunakan domain gratis seperti .xyz, .online, .click, atau kombinasi nama aneh (contoh cekbltkemensos.com).
2. Permintaan Data Berlebihan Situs resmi hanya meminta data minimal (provinsi, nama lengkap, kode captcha).
Situs palsu meminta password, PIN ATM, atau foto KTP.
3. Pesan Terlalu Mendesak Menggunakan bahasa yang memaksa Anda segera mengisi data dalam waktu terbatas.
Baca Juga: Di Balik Kesegaran Aqua, Fakta Eksploitasi Air Tanah yang Mulai Mengkhawatirkan
Penting untuk diingat Proses Cek Status Penerima BLT Kesra JAUH lebih sederhana dan aman!
Satu-satunya Rujukan Resmi dari Kemensos
Hanya Kunjungi Laman [https//cekbansos.kemensos.go.id/](https//cekbansos.kemensos.go.id/)
Situs ini tidak pernah meminta Anda memasukkan NIK atau data pribadi sebelum Anda memasukkan kode verifikasi wilayah terlebih dahulu.
Jika nama Anda sudah terdaftar di situs resmi dan tanda penerima sudah muncul, maka dana akan disalurkan otomatis melalui KKS (Bank Himbara) atau PT Pos Indonesia.
Tidak ada proses klaim manual melalui link WA!
Selamatkan data sensitif Anda! Bagikan informasi ini sebelum Maling Digital menyerang kerabat Anda!***




