POJOKSATU.id — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris akan resmi menjadi pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 sekolah dasar (SD) mulai tahun 2027.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus menyiapkan generasi muda Indonesia agar lebih siap menghadapi persaingan global di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti ketika menghadiri peresmian program Revitalisasi Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sikur, Lombok Timur.
Baca Juga: Catat! Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026 Berlangsung hingga 10 Juni, Ini Panduannya
Dalam agenda itu, ia menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris nantinya tidak lagi bersifat pilihan, melainkan akan diwajibkan sejak peserta didik memasuki jenjang kelas 3 SD.
Mu'ti mengatakan kebijakan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib akan mulai diberlakukan pada 2027.
"Mulai 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD," kata Mu'ti.
Baca Juga: Mobil Dinas Wagub Sumbar BA 2 Tabrak Belakang Truk Dianggap Kecelakaan Tunggal, Ini Kata Polisi
Guna memastikan program tersebut berjalan maksimal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini mulai melakukan berbagai persiapan.
Salah satu langkah yang tengah diprioritaskan adalah meningkatkan kompetensi tenaga pengajar melalui pelatihan khusus guru Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
Menurut Mu'ti, pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan menyasar guru-guru SD di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Benarkah Minum Es Saat Menstruasi Bisa Memperparah Nyeri Haid? Ini Faktanya
Langkah ini diambil agar ketika kebijakan resmi diterapkan, para pengajar telah siap memberikan pembelajaran yang efektif kepada siswa.
"Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran Bahasa Inggris," ujarnya.
Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat mutu pendidikan sekaligus membangun keterampilan penting abad ke-21 sejak usia dini.
Pemerintah menilai kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting agar generasi muda Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di tingkat internasional, termasuk dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja global.
Baca Juga: Primus Yustisio Minta Gubernur BI Mundur Imbas Dollar Perkasa Jatuhkan Rupiah ke Level Rp17.653
"Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global," jelas Mu'ti.
Seiring rencana penerapan kebijakan tersebut, metode pengajaran Bahasa Inggris untuk anak SD juga menjadi perhatian penting bagi guru maupun orang tua.
Pasalnya, anak-anak usia sekolah dasar umumnya lebih mudah kehilangan fokus apabila pembelajaran terasa terlalu serius atau membosankan.
Karena itu, pendekatan belajar yang menyenangkan dan interaktif dinilai lebih efektif agar anak lebih mudah memahami materi tanpa merasa terbebani.
Baca Juga: Raja Danjong dan Kudeta Berdarah Dinasti Joseon, Dikhianati Pamannya Sendiri
Berikut beberapa cara mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak SD agar proses belajar terasa lebih seru dan mudah dipahami.
Metode bermain atau learning by playing menjadi salah satu pendekatan yang cukup efektif untuk anak usia sekolah dasar.
Dibanding hanya mendengarkan penjelasan, anak biasanya lebih tertarik belajar melalui aktivitas permainan sederhana.
Guru maupun orang tua dapat mencoba permainan seperti tebak gambar (guess the picture) untuk memperkenalkan kosakata baru, Simon Says untuk melatih pemahaman instruksi, atau word matching guna mencocokkan kata dengan gambar.
Baca Juga: Momen Terakhir Pratu Ferischal dengan Ayah Satu Hari Sebelum Kejadian, Unggah Status Mau Sholat
Unsur permainan ringan dapat membuat suasana belajar terasa lebih menyenangkan.
Selain permainan, lagu berbahasa Inggris juga bisa dimanfaatkan untuk membantu anak mengenal kata dan pengucapan secara lebih mudah.
Lagu sederhana seperti alphabet song, lagu angka, warna, hingga nama hewan biasanya lebih cepat diingat anak karena dipelajari melalui irama yang menyenangkan.
Penggunaan media visual seperti flashcard atau gambar berwarna juga dapat membantu meningkatkan pemahaman anak.
Materi sederhana seperti nama buah (fruits), hewan (animals), anggota keluarga (family), benda sekolah (school objects), atau warna (colors) umumnya lebih mudah dipahami jika disertai ilustrasi.
Baca Juga: Kisah Lady Jane Grey, Remaja yang Jadi Ratu Inggris lalu Dieksekusi di Usia Muda
Misalnya, guru bisa memperlihatkan gambar apel sambil mengucapkan kalimat sederhana, “This is an apple.”
Dalam proses belajar, guru juga disarankan untuk lebih fokus membangun keberanian anak berbicara dibanding langsung mengajarkan tata bahasa yang rumit.
Percakapan sederhana seperti “Good morning”, “How are you?”, atau “What is your name?” dapat menjadi langkah awal agar anak lebih terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Metode storytelling atau bercerita juga bisa menjadi pilihan menarik.
Baca Juga: Apa Itu Hikikomori? Fenomena Orang Mengurung Diri di Jepang yang Makin Disorot
Anak-anak umumnya menyukai dongeng atau cerita bergambar sehingga pembelajaran terasa lebih hidup.
Cerita sederhana tentang hewan, persahabatan, atau petualangan ringan biasanya lebih mudah menarik perhatian mereka.
Cara lain yang tidak kalah efektif adalah menerapkan metode Total Physical Response (TPR), yakni menggabungkan bahasa dengan gerakan tubuh.
Saat guru mengatakan “Jump!”, anak dapat diminta melompat, atau ketika mendengar “Sit down!”, mereka mengikuti instruksi untuk duduk.
Baca Juga: TMMD 128 Kodim Cilegon Gandeng BNN Edukasi Bahaya Narkoba ke Pelajar SMPN 6 Cilegon
Aktivitas fisik semacam ini membuat anak tetap aktif sekaligus membantu mereka memahami arti kata dengan lebih cepat.
Dalam mengajar, guru dan orang tua juga disarankan tidak terlalu keras mengoreksi kesalahan anak.
Ketika anak salah menyusun kalimat atau mengucapkan kata, koreksi bisa dilakukan secara santai tanpa membuat mereka kehilangan rasa percaya diri.
Misalnya saat anak berkata, “She go to school,” guru dapat membenarkan dengan respons ringan seperti, “Oh yes, she goes to school.”
Baca Juga: Sinopsis Film Children of Heaven 2026, Adaptasi Film Iran yang Kini Berlatar Indonesia
Pemilihan tema pembelajaran yang dekat dengan keseharian anak juga penting agar mereka lebih tertarik mengikuti pelajaran.
Topik seperti kartun favorit, hewan lucu, mainan, makanan kesukaan, superhero, hingga hobi biasanya lebih mudah membuat anak antusias.
Selain itu, durasi belajar juga perlu diperhatikan. Anak usia SD memiliki rentang fokus yang relatif singkat sehingga sesi belajar sekitar 15 hingga 30 menit dengan suasana menyenangkan dinilai lebih efektif dibanding terlalu lama.
Menyisipkan permainan kecil atau ice breaking di tengah pembelajaran juga dapat membantu menjaga konsentrasi mereka.
Baca Juga: AI Makin Menggeser Pekerjaan Manusia, Skill Apa yang Sulit Tergantikan? Ini Daftarnya
Tidak kalah penting, memberikan pujian dan penghargaan sederhana dapat meningkatkan motivasi belajar anak.
Bentuk apresiasi seperti stiker bintang, tepuk tangan, maupun pujian sederhana seperti “Great!”, “Awesome!”, atau “Good job!” dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus membuat anak lebih bersemangat belajar Bahasa Inggris.***




