POJOKSATU.id - Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2020, tercatat bahwa 22% balita di seluruh dunia mengalami stunting, dengan 6,3 juta di antaranya berasal dari Indonesia.
Meskipun target prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 seharusnya mencapai 14%, namun hingga saat ini, angka tersebut masih mencapai 21,6%.
Oleh karena itu, penurunan kasus stunting menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam menanggapi permasalahan tersebut, Annisa Rizkiriani telah menciptakan aplikasi Baby Meal Planner (BMP).
Aplikasi ini dirancang untuk membantu orang tua merencanakan menu makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bagi bayi mereka.
Dosen prodi Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi IPB ini menyatakan bahwa aplikasinya dapat digunakan oleh orang tua untuk menyusun MPASI secara efektif.
Menurut Annisa, aplikasi BMP berbasis Android ini memungkinkan para ibu untuk merencanakan dan membuat menu MPASI melalui perangkat ponsel mereka.
Baca Juga: Cara Ampuh Startup PrimaKu Atasi Stunting di Indonesia dengan Telehealth dan Omnichannel
Keunggulan aplikasi ini terletak pada fitur-fiturnya yang unik dan lebih personal, memungkinkan ibu untuk memantau apakah asupan MPASI bagi bayi sudah sesuai, seimbang, dan aman.
Aplikasi ini juga memberikan informasi tentang kebutuhan energi balita berdasarkan data tinggi badan, berat badan, dan usia bayi.
Annisa berharap aplikasinya dapat membantu para ibu dalam memperoleh referensi untuk memberikan MPASI yang tepat, meningkatkan gizi bayi, dan pada akhirnya menurunkan angka stunting yang tinggi di Indonesia.
Aplikasi BMP telah tersedia di Play Store dan dapat diunduh secara langsung.***



