PojokSatu.id - Kabar soal gaji ASN yang disebut-sebut akan naik lagi di tahun 2026 bikin penasaran banyak pegawai negeri.
Namun, di balik isu kenaikan gaji, ternyata ada babak baru yang jauh lebih besar.
Pemerintah tengah menyiapkan sistem gaji tunggal (single salary) yang bisa mengubah total cara ASN menerima penghasilannya.
Baca Juga: Panduan Lengkap PPG Calon Guru 2025: Alur, Jadwal, dan Persiapan yang Perlu Diketahui
Belum Ada Kepastian Naik, Tapi Ada Skema Baru
Sebelum terlalu berharap, penting untuk tahu bahwa belum ada keputusan resmi tentang kenaikan gaji ASN 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa dalam RAPBN dan Nota Keuangan 2026 belum tercantum anggaran untuk kenaikan gaji ASN.
Namun, bukan berarti tidak ada perubahan.
Baca Juga: KPK Sita Rp1,6 Miliar dari OTT Gubernur Riau Uang Diduga untuk Kepala Daerah
Dalam waktu yang sama, muncul rencana besar berupa transformasi sistem gaji ASN menjadi “single salary”, yaitu penggabungan gaji pokok dan berbagai tunjangan dalam satu paket penghasilan tetap.
Gaji Tunggal, Babak Baru Penghasilan ASN
Rencana skema “single salary” tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 30 Juni 2025.
Tujuannya yaitu menyederhanakan sistem penggajian dan membuat struktur pendapatan ASN lebih transparan dan adil.
Baca Juga: Heboh! Gaji Pensiunan PNS 2025 Tertunda? Ini Fakta dan Cara Aktifkan Lagi Lewat Aplikasi Taspen
Dalam rancangan ini, komponen gaji ASN tidak lagi terdiri dari banyak tunjangan.
Baik itu tunjangan jabatan, keluarga, atau kinerja, melainkan satu angka total yang mencakup semuanya.
Meski begitu, Kemenkeu menegaskan bahwa skema ini belum akan langsung diberlakukan di tahun 2026.
Melainkan dalam jangka menengah setelah kesiapan fiskal dan sistem data ASN benar-benar matang.
BKN Ungkap Kondisi Fiskal Belum Ideal
Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga ikut menyinggung kondisi fiskal yang belum sepenuhnya mendukung peningkatan kesejahteraan ASN tahun depan.
Lewat akun Instagram resminya @bkn.go.id pada 30 Oktober 2025, BKN akui anggaran 2026 belum cukup, 8 program prioritas ASN terancam.
Baca Juga: Bupati Muaro Jambi Mengesahkan 473 PPPK Paruh Waktu, Status Kontrak, Dedikasi Tetap
Unggahan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi menyeluruh terkait pembiayaan program ASN, termasuk soal gaji dan tunjangan.
Apa Dampaknya Bagi ASN?
Meski belum ada kenaikan gaji langsung, babak baru ini tetap penting disimak.
Sistem single salary bisa membuat struktur penghasilan ASN menjadi lebih stabil dan transparan.
Bagi ASN baru, sistem ini juga diharapkan membuat penilaian kinerja dan penghargaan menjadi lebih objektif.
Baca Juga: Panduan Lengkap PPG Calon Guru 2025: Alur, Jadwal, dan Persiapan yang Perlu Diketahui
Pemerintah menilai sistem lama terlalu kompleks, dengan perbedaan besar antara instansi pusat dan daerah.
Dengan sistem baru, ASN diharapkan mendapat gaji yang lebih adil dan proporsional terhadap beban kerja dan kinerja nyata.
Namun, hingga kebijakan resmi diterbitkan, ASN masih akan menerima gaji sesuai aturan 2025 tanpa perubahan nominal.
Baca Juga: MKD Sebut Eko Patrio Bersalah Imbas Aksi Joget-joget di DPR, Nasibnya Cuma Bisa Pasrah
Jadi, apakah gaji ASN 2026 akan naik? Jawabannya belum tentu naik, tapi akan berubah.
Perubahan terbesar bukan pada angka nominal, melainkan pada sistem penggajian yang kini sedang disiapkan.
Kalau disetujui dan diterapkan bertahap, sistem single salary akan menjadi tonggak baru reformasi birokrasi dan kesejahteraan ASN di Indonesia.
Tetap pantau informasi resmi dari Kemenkeu dan BKN, karena babak baru gaji ASN ini bisa dimulai kapan saja dan siap mengubah wajah penghasilan ASN ke depan.***




