POJOKSATU.ID - Temen-temen harus tahu nih, pemerintah memastikan bakal ada kebijakan work from home WFH atau kerja dirumah.
Nah untuk para Aparatur Sipil Negara ASN mulai diterapkan setelah Lebaran 2026.
Meski begitu, aturan lengkapnya masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah efisiensi energi sekaligus adaptasi pola kerja modern yang sebelumnya pernah diterapkan saat pandemi.
WFH Hanya 1 Hari dan Tidak untuk Semua ASN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ada dua aturan awal yang sudah dipastikan.
WFH hanya berlaku satu hari dalam sepekan dan tidak berlaku bagi ASN yang bekerja di sektor pelayanan publik.
Baca Juga: HEBOH! Ribuan PPPK Terancam Dirumahkan, DPR Warning Pemerintah Soal Batas Anggaran, Ini Lengkapnya
Dikutip pojoksatu.id dari kompas.tv pada 22/3/2026.
“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga.
Selain ASN, pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk mengikuti kebijakan serupa.
Detail Teknis Masih Dibahas
Sejumlah hal teknis seperti hari pelaksanaan WFH, sistem absensi, hingga mekanisme pengawasan masih dalam tahap pembahasan.
Pemerintah saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar implementasi kebijakan ini berjalan efektif.
Salah satu usulan yang muncul adalah menjadikan hari Jumat sebagai jadwal WFH, sehingga ASN bisa menikmati akhir pekan lebih panjang.
Potensi Hemat BBM hingga 20 Persen
Pemerintah menilai kebijakan ini bisa membantu penghematan energi secara signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, WFH satu hari dalam sepekan bisa menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.
“WFH bisa menghemat seperlima, kira-kira 20 persen penggunaan BBM,” ujarnya.
Arahan Presiden dan Contoh Negara Lain
Kebijakan ini juga yakni arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet.
Menurutnya, pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah bisa berjalan efektif sekaligus efisien.
Sejumlah negara seperti Thailand, Filipina, hingga Pakistan juga sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa untuk efisiensi energi.
Baca Juga: Mati Efisien
WFH ASN usai Lebaran 2026 dipastikan berjalan dengan skema terbatas, yakni satu hari per minggu dan tidak berlaku untuk layanan publik.
Meski detailnya belum final, kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi energi sekaligus memberi fleksibilitas kerja.**




