POJOKSATU.id - ASN di lingkungan Pemerintah Kota Madiun diminta untuk tidak berhenti belajar.

Pemkot Madiun secara terbuka mendorong ASN agar melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana, baik magister (S2) maupun doktor (S3).

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Ternate Akan Dimutasi, Targetnya Tingkatkan PAD dan Program Nasional

Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Madiun dalam kegiatan sosialisasi pendidikan lanjutan bagi ASN.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebelum membahas lebih jauh, Pemkot Madiun menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan.

Baca Juga: Dilema PPPK Paruh Waktu! Pilih Cairkan JHT atau Pertahankan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Melainkan bagian dari visi jangka panjang pembangunan SDM aparatur.


Pendidikan Jadi Syarat Profesionalisme ASN

Pemkot Madiun menilai bahwa ASN harus memiliki kapasitas intelektual yang sejalan dengan tuntutan zaman.

Kompleksitas persoalan pemerintahan, pelayanan publik, hingga pengambilan kebijakan membutuhkan aparatur yang tidak hanya berpengalaman.

Baca Juga: JHT PPPK Paruh Waktu Bisa Dicairkan, Tapi Ada Risiko yang Harus Ditanggung

Tetapi juga memiliki bekal akademik yang kuat.

Wali Kota Madiun, Maidi, secara tegas menyampaikan pentingnya pendidikan lanjutan bagi ASN sesuai jenjang jabatan yang diemban.

Dikutip dari Antara News Jatim, 12 Januari 2026, Maidi menyatakan:

“Saya sampaikan bahwa eselon II itu harus doktor, eselon III itu S2 paling tidak, doktor juga boleh. Yang belum kuliah harus kuliah, kita biayai semuanya,”.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang sebagai pilihan, melainkan kebutuhan bagi aparatur pemerintah.

Baca Juga: Rencana Eksekusi Rumah Darmo Diwarnai Ancaman Perlawanan, Ormas Madas Siap Kerahkan 500 Anggota/ non


Beasiswa Disiapkan, ASN Tak Perlu Khawatir Biaya

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemkot Madiun menyiapkan skema beasiswa pendidikan bagi ASN yang melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa dorongan melanjutkan pendidikan tidak menjadi beban, terutama dari sisi pembiayaan.

Beasiswa yang disiapkan antara lain:

Baca Juga: Sering Batuk dan Flu Saat Musim Hujan? Coba Jamu dan Obat Herbal Ini

1. Beasiswa S2 dengan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp10 juta per semester.

2. Beasiswa S3 dengan bantuan Rp12,5 juta per semester, dengan total maksimal mencapai Rp100 juta.

Dengan adanya fasilitas tersebut, ASN diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan kapasitas diri tanpa harus terbebani biaya pendidikan.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Penumpang Anak oleh Driver Taksi Online, Kasus RA Resmi Masuk Penyelidikan Polisi


Dukung Visi Kota Cerdas dan Berdaya Saing

Dorongan ASN melanjutkan pendidikan pascasarjana sejalan dengan visi Pemkot Madiun untuk membangun kota cerdas dan berdaya saing tinggi.

ASN yang memiliki pendidikan tinggi diharapkan mampu menghadirkan inovasi, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta pelayanan publik yang lebih responsif.

Pemkot Madiun juga menggandeng perguruan tinggi, salah satunya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi dan akses pendidikan lanjutan bagi ASN.

Langkah ini dinilai strategis karena pendidikan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu.

Tetapi juga berdampak langsung pada kinerja organisasi pemerintahan.

Baca Juga: Waspada Child Grooming! Modus, Dampak, dan Cara Menyelamatkan Anak dari Kejahatan Tersembunyi


Tak Hanya ASN, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah

Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen Pemkot Madiun terhadap sektor pendidikan secara luas.

Selain ASN, pemerintah daerah selama ini juga memberikan dukungan beasiswa bagi masyarakat umum.

Termasuk mahasiswa S1, sebagai bagian dari investasi jangka panjang di bidang SDM.

Baca Juga: Kondisi Jalan Masih Banjir, Tol Arah Bandara Soekarno Hatta Tersendat, Polisi Imbau Pengguna Jalan Tetap Berhati-hati

Dengan demikian, pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, baik untuk aparatur pemerintah maupun masyarakat.


Harapan dari Kebijakan Pendidikan ASN

Pemkot Madiun berharap ASN yang melanjutkan pendidikan pascasarjana dapat membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

ASN diharapkan tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga: Sambut Imlek 2026, ANTAM Rilis Emas Batangan Tematik Year of the Horse

Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ke depan, kompetensi dan kapasitas intelektual akan menjadi faktor penting dalam pengembangan karier ASN di Kota Madiun.

Dengan dorongan pendidikan pascasarjana dan dukungan beasiswa yang disiapkan, Pemkot Madiun optimistis dapat mencetak aparatur yang profesional.

Tak hanya itu, akan ada ASN yang adaptif, dan siap menjawab tantangan pembangunan di masa depan.***