POJOKSATU.id - Setiap memasuki akhir tahun, guru selalu dihadapkan pada keresahan yang berulang: TPG triwulan akhir terlambat cair.

Bukan hanya satu tahun, tetapi hampir menjadi rutinitas tahunan yang sulit dijelaskan.

Kondisi ini memicu pertanyaan: apakah sistemnya rusak, atau apakah ada masalah pada mekanisme pembayaran pusat?

Baca Juga: Astra Honda Siap Melesat Cetak Sejarah Besar di ARRC 2025 untuk Indonesia

Pemerintah berkali-kali menegaskan bahwa anggaran tersedia dan tidak ada pemotongan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Apa sebenarnya yang membuat TPG TW akhir lebih lambat dibanding triwulan sebelumnya?

Validasi Akhir Tahun Membuat Sistem Bekerja Lebih Berat

Pada triwulan 4, proses validasi data guru jauh lebih ketat dibanding TW sebelumnya.

Baca Juga: Warga Masih Bersihkan Lumpur, Bupati Bireuen Malah Bahas Lahan Cocok untuk Sawit, Netizen: Ngawur nih Orang

Alasannya sederhana: TW 4 berada di penutupan tahun anggaran sehingga data harus benar-benar terkunci.

Jika ada perubahan jam mengajar, rombel, atau sinkronisasi Dapodik di menit terakhir, sistem harus menarik ulang data.

Semua proses ini memperlambat penerbitan SKTP yang menjadi pintu utama pencairan TPG.

Akhirnya, meski guru sudah valid, daerah tetap lambat karena sistem harus bekerja lebih teliti dari biasanya.

Lonjakan Perbaikan Data Dapodik Menjelang Penutupan

Banyak guru baru menyadari kesalahan data di Info GTK ketika pencairan sudah dekat.

Hal ini menyebabkan operator sekolah harus bekerja lembur melakukan koreksi dan sinkronisasi.

Di sisi lain, pusat perlu menunggu seluruh data dari ribuan sekolah tersinkron sempurna.

Ketika sinkronisasi terjadi besar-besaran secara bersamaan, sistem akan mengalami antrean pemrosesan.

Baca Juga: Anggaran TPG Diklaim Sudah Cair, Tapi Rekening Guru Kosong! Ada Apa di Antara Pusat dan Daerah?

Inilah salah satu penyebab mengapa SKTP TW akhir sering terlambat terbit.

Dinas Daerah Kerap Menyerahkan Berkas di Detik Terakhir

Setiap daerah memiliki kecepatan administrasi yang berbeda.

Ada dinas yang cepat dan rapi, tetapi ada pula yang lambat mengirimkan rekap dan dokumen.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 8 Faktor yang Menentukan Ketentraman Guru Honorer Saat Mengajar, Ini Penjelasannya

Pada TW akhir, keterlambatan kecil bisa berdampak besar karena jadwal KPPN sangat ketat.

Daerah yang telat mengunggah berkas tidak bisa diproses bersama batch pertama.

Akibatnya, guru di daerah tersebut harus menunggu batch berikutnya meskipun SKTP mereka sudah valid.

KPPN Mengalami Antrean Terpanjang Menjelang Akhir Tahun

KPPN adalah pintu terakhir pencairan seluruh belanja negara, termasuk TPG.

Menjelang Desember, hampir semua jenis pembayaran masuk ke sistem KPPN secara bersamaan.

Lonjakan permintaan inilah yang membuat antrean pencairan memanjang.

Daerah yang sudah siap pun bisa tertahan karena antrean verifikasi.

Inilah alasan TPG TW 4 dikenal sebagai pencairan paling lambat dalam satu tahun.

Sistem Tidak Rusak, Namun Bekerja pada Beban Maksimal

Guru sering mengira sistem sedang bermasalah.

Padahal sistem tetap berjalan, hanya saja bekerja pada beban paling tinggi di akhir tahun.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru TW 3 dan 4 Jadi Beban Psikologis Guru Menjelang Tahun Baru!

Penarikan data, rekonsiliasi, validasi, dan penerbitan SKTP dilakukan dalam waktu yang sangat sempit.

Ketika semua proses itu terjadi serentak, sistem terlihat lambat namun sebenarnya sedang memproses data bertumpuk.

Inilah gambaran kompleks yang sering tidak terlihat oleh guru di lapangan.

TPG Tetap Akan Cair, Tapi Sistem Perlu Dibongkar dan Dibangun Ulang

Guru tidak perlu khawatir TPG TW 3 dan TW 4 tidak hilang dan tetap menjadi hak penuh yang wajib dibayarkan.

Namun masalahnya jelas: beban kerja sistem dan birokrasi di akhir tahun terlalu berat.

Jika alur validasi tidak dipercepat dan disiplin daerah tidak diperbaiki, pola keterlambatan akan terus terulang.

Guru hanya berharap sistem yang baru, lebih transparan, dan lebih manusiawi bisa segera dibangun.***