POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis petunjuk teknis (juknis) terbaru mengenai pelaksanaan kegiatan kokurikuler, sebagai salah satu komponen kunci dalam implementasi Kurikulum Merdeka tahun 2025.
Aturan mengenai kokurikuler ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang menggantikan ketentuan sebelumnya dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
Kehadiran juknis ini menjadi panduan resmi bagi satuan pendidikan dalam menyusun kegiatan kokurikuler secara lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
Apa yang Dimaksud dengan Kokurikuler?
Secara umum, kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran formal (intrakurikuler), namun tetap terintegrasi dalam kurikulum.
Tujuannya untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi yang sudah dipelajari di kelas.
Berbeda dengan ekstrakurikuler yang bersifat pilihan dan bersandar pada minat bakat, kokurikuler didesain sebagai penguatan pembelajaran yang lebih aplikatif, kontekstual, dan mengembangkan kompetensi serta karakter siswa.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:
-
Membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih aplikatif
-
Mendorong penguatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta problem solving
-
Menumbuhkan karakter dan nilai-nilai kebangsaan serta spiritualitas
-
Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan, reflektif, dan bermakna
Contoh kegiatan kokurikuler yang umum dilakukan mencakup:
-
Studi lapangan
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Status! Pemerintah Resmi Atur Skema Pengangkatan Jadi Penuh Waktu
-
Proyek penelitian
-
Permainan edukatif
-
Kegiatan literasi dan sosial
Dengan kegiatan ini, siswa dapat merasakan langsung relevansi materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kokurikuler
Panduan 2025 menekankan bahwa kegiatan kokurikuler harus mencerminkan dan menumbuhkan delapan dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu:
-
Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa: Praktik ibadah, refleksi moral, hingga kegiatan sosial keagamaan.
-
Kewargaan Global yang Berkebinekaan: Mengenal budaya lokal, memahami simbol negara, dan membangun toleransi.
-
Penalaran Kritis: Diskusi publik, debat isu aktual, hingga riset sederhana.
-
Kreativitas: Kegiatan seni, teknologi, dan kewirausahaan yang memungkinkan ekspresi gagasan.
-
Kolaborasi: Proyek sosial, kampanye lingkungan, kerja kelompok lintas kelas.
-
Kemandirian: Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi aktivitas mandiri atau kelompok.
-
Kesehatan Jasmani dan Mental: Olahraga, program makanan sehat, manajemen stres.
-
Komunikasi: Presentasi proyek, menulis jurnal refleksi, membuat konten digital.
Kokurikuler Bukan Tambahan, Tapi Bagian Inti Pembelajaran
Pendidikan tidak hanya tentang mengisi kepala siswa dengan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, keterampilan hidup, dan sikap reflektif.
Karena itu, kokurikuler hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik, antara pengetahuan dan nilai, serta antara kelas dan dunia nyata.
Kegiatan kokurikuler bukan sekadar tambahan, melainkan bagian esensial dari proses pendidikan di Kurikulum Merdeka.
Melalui pendekatan yang menyeluruh dan menggembirakan, kegiatan ini mendukung transformasi pembelajaran yang lebih humanis, relevan, dan berdampak.
Download Modul Perencanaan Kokurikuler 2025
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendikdasmen telah menyediakan Modul Perencanaan Kokurikuler Tahun 2025 yang dapat diakses oleh guru, kepala sekolah, orang tua, dan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Modul ini berisi:
-
Panduan merancang kegiatan kokurikuler
-
Strategi integrasi dengan intrakurikuler
-
Contoh kegiatan dan penilaian
-
Prinsip pelaksanaan dan asesmen
Link Download PDF Modul Perencanaan Kokurikuler 2025:
https://drive.google.com/drive/folders/1MUq0XaHdnub8ZruYR63DkDJE3E7IBMUB
Modul ini dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun program pembelajaran yang holistik, menyenangkan, serta sesuai dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka.
Bagaimana menurut bapak ibu?
Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi? Tulis di kolom komentar ya.
Baca Juga: Kemenag Akan Gelar Pesantren Awards 2025, Berikan Apresiasi untuk Santri dan Pesantren
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Fanpage Edugov
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




