POJOKSATU.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengusulkan kenaikan anggaran program Sekolah Rakyat hingga sekitar dua kali lipat pada tahun 2027.
Usulan tersebut diajukan seiring rencana pemerintah memperluas kapasitas program dari 48 ribu siswa pada 2026 menjadi 100 ribu siswa pada tahun depan.
"Kami harapkan dua kali lipat dari Rp 4,3 triliun di tahun ini," kata Saifullah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung ekspansi jumlah peserta didik sekaligus operasional sekolah-sekolah permanen yang mulai digunakan pada tahun ajaran 2026-2027.
Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Bosnia: Jangan Kaget, Tim Ini Ternyata sangat Diunggulkan Menang
Pemerintah menargetkan proses pembelajaran pada Juli mendatang sudah dapat berlangsung di sebagian gedung permanen Sekolah Rakyat yang saat ini tengah disiapkan.
Kapasitas Sekolah Rakyat Akan Diperluas
Saifullah menjelaskan, saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Meski demikian, sebagian besar sekolah tersebut masih memanfaatkan gedung sementara yang menggunakan fasilitas milik Kementerian Sosial maupun pemerintah daerah.
Karena itu, Kemensos menargetkan pembangunan gedung permanen agar layanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Baca Juga: Prediksi Skor Rep Ceko vs Afrika Selatan, Siapa Dijagokan Menang?
Target 104 Gedung Permanen Hingga Akhir 2026
Kementerian Sosial pada awalnya menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat hingga akhir 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik ditargetkan sudah siap digunakan sebelum dimulainya tahun ajaran baru, sementara sisanya masih berada dalam tahap pembangunan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin yang menjadi sasaran utama program Sekolah Rakyat.
Kemensos Masih Membutuhkan Dukungan Guru dari Daerah
Saifullah mengungkapkan proses perpindahan dari sekolah rintisan ke gedung permanen akan dilakukan secara bertahap.
Salah satu alasannya karena kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lokasi baru belum sepenuhnya terpenuhi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Sosial akan meminta dukungan pemerintah daerah guna menyediakan guru sementara selama tiga bulan pertama operasional sekolah permanen.
"Kami masih mungkin mengalami kekurangan tenaga kependidikan di tempat yang baru.
Maka kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara yang diminta membantu Sekolah Rakyat pada tahap pertama," ujarnya.
Baca Juga: Prospek Jurusan Astronomi, Begini Mahasiswa Mempelajari Alam Semesta, Bintang, dan Galaksi
Biaya Pembangunan Capai Rp300 Miliar per Sekolah
Gus Ipul memastikan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Nilai investasi pembangunan setiap sekolah bervariasi tergantung kondisi lahan dan lokasi pembangunan.
"Nilainya rata-rata antara Rp 250 miliar sampai Rp 300 miliar per sekolah, tergantung luas lahan dan kondisi tanah masing-masing," kata dia.
Dengan target peningkatan kapasitas hingga 100 ribu siswa pada 2027, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu proyek pendidikan yang terus diperluas pemerintah.
Ketersediaan anggaran, pembangunan gedung permanen, serta pemenuhan tenaga pendidik akan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan program tersebut. ***




