POJOKSATU.id - Dunia pendidikan Indonesia mencatat tonggak sejarah baru. Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp757,8 triliun, jumlah tertinggi sepanjang perjalanan bangsa.
Presiden Prabowo Subianto menyebut alokasi jumbo ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Dari total tersebut, Rp178,7 triliun disiapkan khusus untuk peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN.
Alokasi ini mencakup pembayaran tunjangan profesi, tunjangan fungsional, hingga insentif bagi tenaga pendidik di daerah.
Baca Juga: Tak Semua PNS Berhak! Tunjangan Keluarga Kini Hanya untuk Pegawai yang Memenuhi Syarat
“Pemerintah akan terus berupaya memastikan guru dan dosen memperoleh penghargaan yang layak. Mereka adalah ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya.
Selain menitikberatkan pada kesejahteraan tenaga pendidik, Prabowo menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi.
Menurutnya, kurikulum dan pelatihan vokasi harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan siap menghadapi tantangan industri.
Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda juga akan diperkuat untuk membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Peran Oknum Inisial F dalam Kasus Kematian Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Pelaku Penganiayaan?
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sebelumnya menyoroti rendahnya penghargaan terhadap profesi guru dan dosen.
“Banyak yang bilang di media sosial, gaji guru dan dosen tidak sebanding dengan dedikasi mereka. Itu juga tantangan serius bagi keuangan negara,” ujar Sri Mulyani pada 7 Agustus 2025.
Dengan tambahan alokasi anggaran yang signifikan, pemerintah optimistis kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
Pemerintah menegaskan bahwa anggaran besar bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan modal untuk mendorong revolusi pendidikan.
Selain fokus pada kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah juga menargetkan pemerataan akses pendidikan dari Sabang hingga Merauke.
Dengan capaian rekor Rp757,8 triliun, sektor pendidikan resmi menempati porsi anggaran terbesar dalam sejarah.
Langkah ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi peningkatan kualitas generasi muda Indonesia di era pemerintahan Prabowo.
***



