POJOKSATU.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa pemerintah tengah memetakan penambahan anggaran untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Langkah itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin memberikan angin segar bagi para pencari beasiswa di Indonesia.
“Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP.
Baca Juga: Tingkatkan Profesionalisme, ASN Kemenag Didorong Adaptif Terhadap Perubahan
Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” kata Stella.
Stella menjelaskan bahwa dana abadi LPDP diperuntukkan bagi pengembangan dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi dan penelitian.
Fokus utamanya adalah mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam perkembangan teknologi dan berbagai bidang strategis lain di Indonesia.
Baca Juga: Ayo Daftar Lomba Mewarnai CIPUNGLAND 2025, Rans Entertainment Beri Hadiah Jutaan Rupiah
“Jadi kita akan langsung memetakan, karena Bapak (Presiden) ingin mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang sains dan teknologi tapi juga unggul di bidang-bidang lainnya, mana yang sangat diperlukan negara,” ujarnya.
Ia menilai jika Indonesia masih kekurangan tenaga ahli di bidang tertentu, beasiswa baru dapat dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Program pendanaan LPDP juga tidak hanya menyasar mahasiswa S1 hingga jenjang lebih tinggi.
Baca Juga: Kebijakan Moneter dan Fiskal Kompak Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Beasiswa turut diperuntukkan bagi para dosen agar kompetensinya meningkat secara signifikan.
Stella menambahkan bahwa dana abadi penelitian LPDP selama ini juga digunakan untuk mendukung berbagai proyek riset yang disalurkan langsung ke perguruan tinggi oleh Kemendiktisaintek.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), meminta agar sebagian dana hasil sitaan kasus korupsi sebesar Rp13,25 triliun dapat dialokasikan ke LPDP sebagai investasi jangka panjang untuk pendidikan nasional.
“Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP, mungkin yang Rp13 triliun, mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan Menteri Keuangan, mungkin Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” ujar Prabowo.
Presiden menilai bahwa penguatan dana LPDP akan mempercepat lahirnya generasi unggul berdaya saing global.
Ia juga menyinggung adanya program SMA Garuda yang diharapkan mampu mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dibanding negara maju.
“Kita mengerti bahwa kita harus mengejar negara-negara lain.
Karena itu segala upaya kita akan lakukan untuk mengejar ini, tadi SMA Garuda 10 kita berharap 10 tiap tahun.
Dan ini kriterianya sangat tinggi tapi tidak ada masalah saudara-saudara, kita negara besar,” tuturnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kemendiktisaintek akan segera berkoordinasi dengan LPDP terkait optimalisasi dana sitaan tersebut untuk program pendidikan dan riset unggulan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. ***




