POJOKSATU.id - Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang bagi PPPK di lingkungan Sekolah Rakyat.
Pemerintah secara resmi menetapkan kenaikan gaji PPPK Sekolah Rakyat pada tahun 2025.
Kepastian ini menjadi angin segar, terutama bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang selama ini menantikan kejelasan kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Viral Nenek di Aceh Nekat Terobos Lumpur Setinggi Lutut Demi Sekotak Nasi, Netizen Auto Nangis!
Kenaikan gaji ini bukan sekadar isu, melainkan telah mengacu pada ketentuan nasional yang mengatur struktur penggajian PPPK.
Namun, banyak PPPK masih bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menentukan besaran gaji tersebut?
Mengapa nominal yang diterima bisa berbeda antara satu pegawai dan lainnya?
Penting dipahami bahwa gaji PPPK Sekolah Rakyat tidak ditentukan secara sembarangan.
Ada sejumlah faktor utama yang menjadi dasar perhitungan dan berlaku secara nasional.
Gaji PPPK Sekolah Rakyat 2025 Resmi Naik
Gaji PPPK Sekolah Rakyat tahun 2025 mengikuti struktur nasional yang telah diperbarui.
Skema ini mencakup 17 golongan gaji dengan rentang nominal yang cukup lebar.
Mulai dari kisaran Rp1,9 juta hingga lebih dari Rp7 juta per bulan, tergantung golongan dan masa kerja.
Kebijakan ini memastikan tidak ada perbedaan standar gaji antarwilayah.
Artinya, tenaga kependidikan Sekolah Rakyat di daerah maupun di kota besar tetap mengacu pada struktur gaji yang sama secara nasional.
“Walaupun setiap instansi memiliki kebutuhan berbeda, ketentuan dasarnya berlaku secara nasional,"
Baca Juga: Viral Influencer Amerika Bikin Geger, Video Hutan Indonesia Ternyata Gundul Sejauh Mata Memandang
"Sehingga setiap tenaga kependidikan memiliki standar gaji yang sama berdasarkan golongan dan masa kerja,” dikutip dari Melintas, 12 Desember 2025.
Golongan Jadi Penentu Utama Gaji
Salah satu faktor paling menentukan besaran gaji PPPK Sekolah Rakyat adalah golongan.
Penetapan golongan didasarkan pada latar belakang pendidikan dan kualifikasi yang dimiliki pegawai.
Sebagai gambaran, lulusan SMA atau sederajat umumnya ditempatkan pada golongan awal, sementara lulusan D3, S1, hingga S2 akan masuk golongan yang lebih tinggi.
Semakin tinggi golongan, semakin besar pula gaji pokok yang diterima.
Masa Kerja Membuat Gaji Terus Naik
Selain golongan, masa kerja juga berperan penting. Gaji PPPK tidak bersifat stagnan.
Seiring bertambahnya masa kerja, PPPK berhak mendapatkan kenaikan gaji berkala sesuai ketentuan yang berlaku.
Contohnya, PPPK lulusan S1 yang masuk pada golongan menengah dapat memulai dengan gaji sekitar Rp3 jutaan.
Angka ini berpotensi meningkat hingga lebih dari Rp5 juta seiring bertambahnya masa kerja dan terpenuhinya syarat administrasi.
Pendidikan dan Jabatan Ikut Berpengaruh
Faktor lain yang tak kalah penting adalah pendidikan dan jenis jabatan.
PPPK dengan jabatan tertentu atau keahlian khusus memiliki peluang memperoleh penghasilan lebih tinggi, terutama jika didukung tunjangan fungsional atau profesi.
Di beberapa daerah, tunjangan tambahan seperti tunjangan keluarga, pangan.
Baca Juga: PPPK Penuh dan PPPK Paruh Waktu, Mana yang Potongan Gajinya Lebih Besar?
Hingga tunjangan daerah juga bisa menambah total penghasilan PPPK Sekolah Rakyat di luar gaji pokok.
Berlaku Nasional, Tidak Tergantung Daerah
Salah satu poin penting dari kebijakan ini adalah sifatnya yang nasional.
Besaran gaji PPPK Sekolah Rakyat tidak ditentukan oleh kemampuan keuangan daerah, melainkan oleh aturan pusat.
Dengan demikian, tidak ada perbedaan gaji pokok antara PPPK di daerah maju maupun tertinggal.
Baca Juga: Bayar Rp2 Miliar tapi Air Tak Muncul, Warga Bekasi Jayasampurna Geruduk PDAM Tirta Bhagasasi
Kebijakan ini dinilai memberikan rasa keadilan dan kepastian bagi seluruh PPPK di Indonesia.
Kenaikan gaji PPPK Sekolah Rakyat 2025 menjadi kabar menggembirakan yang patut disyukuri.
Besaran gaji ditentukan oleh golongan, masa kerja, pendidikan, dan jenis jabatan, bukan oleh daerah penempatan.
Dengan skema yang progresif dan nasional, PPPK memiliki kepastian penghasilan sekaligus peluang peningkatan kesejahteraan di masa depan.***




